Tiga Orang Meninggal, Warga Dua RT di Tulungagung Dirapid Massal

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas kesehatan saat melakukan tes Covid-19 di Tulungagung.
Petugas kesehatan saat melakukan tes Covid-19 di Tulungagung.

i

BACASAJA.ID- Lutfi (10) harus dipegangi oleh ibunya saat di rapid tes oleh petugas. Bocah perempuan itu menangis lantaran takut rapid tes. Lutfi bahkan sempat menjerit saat jarum menusuk ujung jarinya.

Namun tangis Lutfi tak lama, lantaran rapid tes tak sesakit seperti yang dibayangkanya. Lalu darah Lutfi diteteskan ke alat rapid test antibodi. Tak lama hasilnya dari tes itu keluar dan Lutfi dinyatakan non reaktif.

Selain Lutfi, sebanyak 200 warga Desa Banyuurip, Kecamatan Kalidawir, juga di rapid tes. Rapid tes masal ini dilakukan lantaran ada 12 warga yang positif, dan 3 diantaranya warga desa tersebut yang meninggal akibat Covid-19.

“Yang meninggal 6 orang, tetapi yang terkonfirmasi positif Covid-19 3 orang,” ujar Kades Banyuurip, Sugiatno, Rabu (5/5/21).

Lantaran tak mau kecolongan, maka 3 jenazah lainya diperlakukan sesuai protokol Covid-19. Awalnya ada satu warganya yang hendak naik haji dan menerima vaksin Covid-19. Namun selepas pulang justru alami gejala mirip Covid-19.

Hingga akhirnya nyawa warganya ini tak tertolong. Dalam sehari itu ada 2 yang dinyatakan meninggal akibat Covid-19. Kejadian ini terjadi pada hari ke 3 Ramadhan. Untuk warga yang meninggal salah satunya adalah perangkat desa setempat.

Disinggung rendahnya antusias warga mengikuti rapid tes masal, dirinya jelaskan bisa memahami hal itu. Menurutnya warga merasa takut ikut rapid tes dan hasilnya reaktif atau positif.

“Kita sudah sosialisasikan melalui tokoh agama, tokoh masalah, bahkan kita turun langsung ke rumah warga,” katanya.

Untuk awal penularan, Sugiatno belum bisa memastikan. Sebab posisi Banyuurip sering dilewati orang. Ada tempat ibadah yang berada di tepi jalan yang sering digunakan warga lain desa yang kebetulan lewat.

“Kita belum bisa memastikan, karena Banyuurip banyak masjid di pinggir jalan, untuk itu kita serahkan Dinas terkait,” jelasnya.

Sejak merebaknya kasus Covid-19 di desanya, aktifitas tempat ibadah di 2 RT untuk sementara ditutup. Lantaran sudah menjadi zona merah, warga di dua RT itu dibatasi akses keluar dan masuknya. Untuk logistik, warga yang terkonfirmasi positif disuplai oleh pihak desa.

“Segala upaya sudah kita lakukan secara maksimal,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung melalui Kasi Surveilance dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Penanganan Penyakit menular, Satrio Wibowo jelaskan dari hasil investigasi ada 200 orang yang di tracing.

“Untuk langkah awal kita tracing perangkat desa terlebih dahulu,” kata Satrio.

Sebab di desa ini ada salah satu perangkat desa yang meninggal akibat Covid-19. Dari hasil sementara rapid antibodi, 5 perangkat dinyatakan reaktif. Lalu dilanjutkan dengan swap PCR.

Sembari menunggu hasil PCR, mereka wajib isolasi mandiri. Pihaknya juga melakukan tracing keluarga perangkat tersebut, dan ditemukan 3 yang reaktif antibodi.

Untuk tracing ini, pihaknya menggunakan 2 jenis tes kit, yaitu tes antibody dan PCR antigen. (Noyo/JP).

Berita Terbaru

Dukung Penuntasan Dugaan Korupsi KBS, Wali Kota Eri: Proses Hukum Harus Transparan

Dukung Penuntasan Dugaan Korupsi KBS, Wali Kota Eri: Proses Hukum Harus Transparan

Kamis, 23 Jul 2026 21:18 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 21:18 WIB

SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan dukungannya terhadap langkah Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) dalam menangani dugaan korupsi …

Internalisasi Polantas KARIB, Rakernis Polda Kalsel 2026 Hadirkan Motivator Nasional

Internalisasi Polantas KARIB, Rakernis Polda Kalsel 2026 Hadirkan Motivator Nasional

Kamis, 23 Jul 2026 21:10 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 21:10 WIB

BANJARMASIN— Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu fokus utama dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Lalu Lintas Tahun Anggaran 2026 yang …

Hari Anak Nasional 2026, Armuji: Anak Terlindungi adalah Investasi Masa Depan Bangsa

Hari Anak Nasional 2026, Armuji: Anak Terlindungi adalah Investasi Masa Depan Bangsa

Kamis, 23 Jul 2026 21:06 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 21:06 WIB

SURABAYA – Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang jatuh pada 23 Juli, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji mengajak seluruh elemen masyarakat untuk m…

Lutfiyah: Hari Anak Nasional Momentum Perkuat Surabaya Kota Layak Anak

Lutfiyah: Hari Anak Nasional Momentum Perkuat Surabaya Kota Layak Anak

Kamis, 23 Jul 2026 16:24 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 16:24 WIB

SURABAYA – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen mewujudkan Surabaya sebagai Kota Layak Anak. Hal itu disampaikan …

Wakapolda Sulbar Cek Alat Khusus Ditintelkam: Dorong Transformasi Pelayanan Berbasis Teknologi Informasi

Wakapolda Sulbar Cek Alat Khusus Ditintelkam: Dorong Transformasi Pelayanan Berbasis Teknologi Informasi

Kamis, 23 Jul 2026 13:38 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:38 WIB

Cek Peralatan Khusus Ditintelkam, Wakapolda Tekankan Pentingnya Transformasi Pelayanan Berbasis IT…

Sinergi Polantas Sulbar dan Babinsa: Bersama Wujudkan Generasi Muda yang Tertib dan Aman di Jalan Raya

Sinergi Polantas Sulbar dan Babinsa: Bersama Wujudkan Generasi Muda yang Tertib dan Aman di Jalan Raya

Kamis, 23 Jul 2026 13:26 WIB

Kamis, 23 Jul 2026 13:26 WIB

POLDA SULBAR - Untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban lalu lintas yang berkelanjutan, Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat kali ini menjalin sinergi …