Salut! Sarjana Hukum asal Gresik ini Pilih Jadi Petani Lada Hitam

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Farid Hasan saat memilih tanaman Lada hitam di kebun, Selasa (25/5/2021).
Farid Hasan saat memilih tanaman Lada hitam di kebun, Selasa (25/5/2021).

i

BACASAJA.ID - Memilih menjadi petani dengan latarbelakang seorang sarjana tidaklah mudah. Apalagi lulusan dari kampus negeri yang namanya cukup dikenal di Indonesia.

Namun itu tidak berlaku bagi Farid Hasan, pria asal Desa Mojopuro Wetan, Kecamatan Bungah, Gresik yang berhasil mengembangkan komoditas pertanian jenis rempah lada hitam atau merapin.

Di lahan seluas 2000 meter persegi tak jauh dari rumahnya, pria berusia 41 tahun lulusan Universitas Sunan Kali Jogo (UIN Suka) Yogyakarta ini sukses menanam pohon lada hitam sejak Februari 2020 lalu.

Farid begitu sapaan akrabnya, mengaku tak asal-asalan dalam melakoni usahanya. Sebab, ia ingin membuktikan bahwa potensi usaha pertanian juga bisa menghasilkan omzet jauh diatas pegawai.

Menurutnya, selama menanam pohon hingga perawatan lahan dan apapun yang berkaitan. Farid bahkan selalu berkonsultasi dengan seorang ahli bergelar profesor. Alhasil, tanaman lada hitam sebanyak 120 pohon miliknya kini tumbuh subur dan hampir panen.

“Saya ingin membuktikan bahwa bertani juga bisa menghasilkan omzet yang tidak kalah dari usaha lain, agar menjadi edukasi bagi generasi muda tidak canggung melakoni usaha tani, dan alhamdulillah sekarang tamanan saya tumbuh subur hampir panen,” ucapnya.

Padahal dulunya, banyak orang menganggap Farid orang yang nekat karena bertani lada hitam atau merica. Sebab disekitar lahan miliknya tidak ada satupun yang menanam lada hitam. Apalagi lahan miliknya adalah lahan kering yang sebelumnya hanya ditumbui rumput semak belukar.

Seolah tidak peduli pendapat orang, pria sarjana jurusan Hukum Islam (SHI) itu terus bekerja keras menyulap lahannya menjadi produktif. Hebatnya lagi, Farid tidak menggunakan obat maupun pupuk kimia dalam merawat tanamannya.

“Awalnya dulu banyak orang meragukan, bahkan pesimis tanaman saya bisa tumbuh, tetapi saya yakin bahwa usaha tidak akan menghianati hasil, disertai dengan kerja keras,” ucapnya, Selasa (25/5/2021).

Tekat kuat dan kerja keras Farid adalah ingin mewujudkan satu hal, yaitu memanen hasil pertanian yang unggul sehingga orang-orang puas. Pada akhirnya, apa yang dia pengin terwujudkan.

Lada hitam dari lahan pertanian Farid kini mulai banyak tetangga sekitar mencicipi untuk dijadikan bumbu masakan. Ia bahkan optimis kedepan hasil panennya akan mamu memasok pasar-pasar tradisional bahkan sampai menembus pasar ekspor.

Farid berharap, pemerintah kedepan lebih peduli terhadap inovasi yang lahir dari tangan para petani khususnya warga lokal Gresik. Sehingga sektor sektor pertanian bisa menjadi salah satu alternatif pemacu roda kebangkitan ekonomi di masa Pandemi Covid-19.

“Tentu saya berharap pemerintah lebih perhatian terhadap inovasi yang diciptakan para petani, agar kedepan sektor pertanian benar-benar menjadi sentra lumbung pangan dan kebangkitan ekonomi di masa pademi Covid-19,” tutupnya.

Karena sosoknya yang inspiratif itu, Farid diundang sebagai pilot project Teknologi Tepat Guna (TTG) bidang pertanian disalah satu seminar pertanian yang diselenggarakan oleh Forum Kota (Forkot) dengan menghadirkan 3 narasumber, yakni Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani dan Kepala Dinas Pertanian Eko Anindito Putro, dan Dr. Herman Maulana. (TBK)

Tag :

Berita Terbaru

Patroli Blue Light Polantas Polda Sulbar: Bangun Kedekatan Akrab, Pastikan Malam yang Aman dan Penuh Kehangatan

Patroli Blue Light Polantas Polda Sulbar: Bangun Kedekatan Akrab, Pastikan Malam yang Aman dan Penuh Kehangatan

Minggu, 06 Sep 2026 08:44 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 08:44 WIB

POLDA SULBAR - Sorotan lampu biru kendaraan patroli Polantas Polda Sulbar kembali menyisir ruas jalan Kota Mamuju, Sabtu (5/9/26) malam. Dalam program rutin…

Rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, Ini Makna Filosofi Tari Bedhaya Ketawang

Rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, Ini Makna Filosofi Tari Bedhaya Ketawang

Sabtu, 05 Sep 2026 17:39 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:39 WIB

SURAKARTA — Karaton Surakarta Hadiningrat melaksanakan salah satu rangkaian penting menuju Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, yakni latihan p…

Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan

Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan

Sabtu, 05 Sep 2026 17:23 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:23 WIB

MAMUJU TENGAH – Menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kapolres Mamuju Tengah (Mateng) AKBP Ari P…

Antisipasi El Nino, Kapolres Mamasa Imbau Warga Waspada Karhutla

Antisipasi El Nino, Kapolres Mamasa Imbau Warga Waspada Karhutla

Sabtu, 05 Sep 2026 16:39 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 16:39 WIB

MAMASA – Menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kapolres Mamasa AKBP Ariantony Utama Bangalino, S…

Di SMAN 2 Mamuju, Polantas Hadir Melayani dan Tanamkan Kesadaran Keselamatan Berlalu Lintas Sejak Dini

Di SMAN 2 Mamuju, Polantas Hadir Melayani dan Tanamkan Kesadaran Keselamatan Berlalu Lintas Sejak Dini

Sabtu, 05 Sep 2026 13:25 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 13:25 WIB

POLDA SULBAR  - Komitmen Polantas Polda Sulbar hadir melayani masyarakat terus dilakukan. Kali ini, perhatian tertuju pada generasi pelajar di SMAN 2 Mamuju, …

Bidik Tersangka Baru dari DPR? Korupsi Kuota Haji, KPK Telaah Dugaan Permintaan Uang Panja Komisi VIII

Bidik Tersangka Baru dari DPR? Korupsi Kuota Haji, KPK Telaah Dugaan Permintaan Uang Panja Komisi VIII

Sabtu, 05 Sep 2026 11:47 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 11:47 WIB

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan seluruh fakta dalam persidangan dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023-2024 akan ditelaah. Salah satu…