BACASAJA.ID - Pemkot Surabaya menindaklanjuti usulan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Surabaya untuk menyiapkan relawan medis karena ada 270 dokter yang terpapar Covid- 19.
Pemerintah Kota Surabaya menggelar Rapat Koordinasi bersama delapan Fakultas Kedokteran dan STIKES yang ada di Kota Surabaya.
Wakil Walikota Surabaya Armuji memimpin langsung Rapat tersebut menerima berbagai masukan dari para dekan Fakultas Kedokteran untuk mematangkan rekrutmen relawan medis mulai dari perencanaan, pemetaan hingga pelaksanaan.
"Jadi beberapa Fakultas Kedokteran juga sudah membantu di antaranya FK Universitas Ciputra yang ditempatkan di Labkesda dan STIKES Yayasan RS Dr Soetomo yang di beberapa puskesmas di kota Surabaya," kata Cak ji.
Dukungan dari FK Universitas Airlangga, Universitas Ciputra, UNUSA, Universitas Muhammadiyah, Universitas Wijaya Kusuma, Universitas Hang Tuah, Universitas Widya Mandala, Universitas Surabaya, STIKES Yayasan RS Dr Soetomo dan Poltekkes Kemenkes Surabaya memberikan semangat bagi Pemerintah Kota Surabaya dalam menghadapi pandemi Covid-19.
"Pemerintah pusat mengatur nanti bagi dokter yang sudah lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter yang menjadi relawan agar bisa dihitung menjadi bagian dari internship, tentu pemerintah kota akan menyiapkan yang menjadi bagian kewenangan daerah," tegas Armuji.
Dirinya juga memerintahkan Dinas Kesehatan, Bagian Hukum dan Bagian Kerjasama untuk merumuskan pemetaan kebutuhan tenaga kesehatan untuk mendukung langkah Walikota Eri Cahyadi yang akan membuka berbagai Rumah Sakit Darurat di berbagai tempat.
"Dukungan dari berbagai FK dan STIKES di Surabaya adalah energi baru bagi pemerintah kota Surabaya menghadapi Covid 19," imbuhnya.
Walikota Eri Cahyadi dan Wakil Walikota Armuji bersama segenap OPD Pemerintah Kota Surabaya telah mengambil berbagai terobosan untuk menekan angka infeksi dan meningkatkan kesembuhan pasien Covid 19 di antaranya dibuka Rumah Sakit Darurat Lapangan Tembak.
Selain itu, ada juga operasional puskesmas 24 jam, vaksinasi berbagai segmen masyarakat dan pengetatan implementasi protokol kesehatan. (rls/rg4)
Editor : Redaksi