Vitamin D mampu Tangkal Covid-19! Ini Daftar Buah-buahan sebagai Vaksinasi Alami

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Alumnus Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga tahun 1992 dr. Henry Suhendra, SpOT. (istimewa)
Alumnus Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga tahun 1992 dr. Henry Suhendra, SpOT. (istimewa)

i

 

BACASAJA.ID – Tak seperti Vitamin C atau A, Vitamin D mungkin lebih jarang kita perhatikan selama ini. Padahal, asupan Vitamin D dalam tubuh sangat memengaruhi kesehatan, bahkan mampu menangkal Covid-19.

Mirisnya, data dari WHO menyebut bahwa rata-rata kadar Vitamin D penduduk Indonesia adalah 17,2. Angka tersebut sangat rendah. Bahkan paling rendah dari negara-negara di ASEAN.

Beberapa waktu lalu, Alumnus Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran (FK) Unair dr. Henry Suhendra, SpOT sempat membahas hal tersebut.

Dalam sesi wawancara di kanal Youtube milik Deddy Corbuzier, Henry mengungkapkan bahwa sebuah penelitian di Boston pada 2020 membuktikan Vitamin D dapat mengurangi kemungkinan infeksi Virus Corona sampai dengan 54 persen.

Namun, kondisi itu dapat dicapai hanya jika kadar Vitamin D dalam tubuh optimal.

“Ini hampir sama dengan vaksin loh. Kan lumayan banyak. Kalau vaksin 60 sampai dengan 65 persen, beda-beda,” katanya (19/7/2021).

Alumnus lulusan 1992 itu menjelaskan, Vitamin D adalah super hormon yang berpengaruh pada seluruh sel. Sebab, reseptornya ada di semua sel seluruh sistem tubuh kita.

“Kalo Vitamin D kita optimal, artinya kita akan baik-baik saja. Tidak ada penyakit-penyakit,” timpalnya.

Di sisi lain, Vitamin D memang dikenal memiliki banyak manfaat untuk mengurangi berbagai infeksi.

Mulai dari bakteri hingga virus, termasuk Covid-19. Selain itu, Vitamin D juga dapat
melawan kanker; sakit jantung; hingga autoimun. Dengan catatan harus optimal 100 persen.

"Di Amerika Serikat, Vitamin D terbukti telah memperbaiki berbagai penyakit berat, seperti Penyakit jantung dan 70 jenis penyakit kanker," tuturnya.

Sementara itu, terkait varian yang akan terus bertambah, vitamin D dapat meningkatkan imunitas di tiga sektor.

Pertama, meningkatkan local barrier pada kulit. Yaitu mempererat celah antar kulit. Sehingga tidak ada celah untuk virus masuk.

Kedua, innate immunity. Serta imunitas yang berkaitan dengan pembentukan antibodi oleh T dan B limfosit.

Meski demikian, butuh waktu untuk menaikkan kadar Vitamin D tubuh. Sebab, selain fluktuatif, terdapat banyak faktor yang mempengaruhi. Misalnya ketika stress atau kurang tidur, maka akan turun.

"Misalnya gini, setelah gowes Jawa-Bali, badan pegel semua, terus flu. Ini ya karena daya tahan tubuh hilang pada saat Vitamin D turun. Jadi menaikkan kadar Vitamin D bisa dengan olahraga, tapi kalau berlebihan, Vitamin D akan hancur. Kalau terlalu capek, dia turun," pungkasnya.

Lalu, makanan apa saja yang kaya vitamin D? Mereka antara lain mangga, anggur, leci, kiwi, jambu biji, dan cranberry. (byta/rg4)

Berita Terbaru

Pikap PT Latitude Industries Bolak-balik Lansir Pertalite untuk Speedboat Reni Fadhila 08 di SPBU Kodim Seraya Ataa

Pikap PT Latitude Industries Bolak-balik Lansir Pertalite untuk Speedboat Reni Fadhila 08 di SPBU Kodim Seraya Ataa

Selasa, 21 Jul 2026 19:12 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 19:12 WIB

BATAM— Mobil pikap bernomor polisi BP 8640 DM yang melansir belasan jeriken BBM jenis Pertalite di SPBU 13.294.704 Kodim, Batam, tercatat atas nama PT Latitude …

RUU PFII Resmi Disahkan, DPR RI Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Berdaya Saing Global

RUU PFII Resmi Disahkan, DPR RI Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Berdaya Saing Global

Selasa, 21 Jul 2026 19:07 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 19:07 WIB

JAKARTA- DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menjadi undang-undang dalam agenda Rapat…

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

JAKARTA– KPK mengisyaratkan peluang mengembangkan penyidikan dugaan suap pengurusan pelepasan kawasan hutan produksi terbatas di Kementerian Kehutanan (…

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Oleh: Lujeng Lutvia, S.Pd, Gr  Di tengah berbagai tantangan penyelenggaraan pendidikan inklusif di Indonesia, SMP Negeri 3 Probolinggo menunjukkan bahwa …

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

SURABAYA- Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia (RI), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa penarikan iuran atau …

Menhut Raja Julo Berpeluang Jadi Tersangka Gratifikasi Amplop Kuansing

Menhut Raja Julo Berpeluang Jadi Tersangka Gratifikasi Amplop Kuansing

Selasa, 21 Jul 2026 11:48 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 11:48 WIB

JAKARTA- Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni berpeluang ditetapkan sebagai tersangka apabila Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti adanya…