Satu Korban Perahu Pecah di Tulungagung Ditemukan, Begini Kondisinya setelah Tiga Hari Hilang

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Jenazah Marwin saat diperiksa oleh Tim Inafis Polres Tulungagung dan IKF RSUD dr. Iskak Tulungagung
Jenazah Marwin saat diperiksa oleh Tim Inafis Polres Tulungagung dan IKF RSUD dr. Iskak Tulungagung

i

BACASAJA.ID - Satu korban perahu pecah di sekitar Pantai Ngalur akhirnya ditemukan ditemukan di Pantai Sanggar, Desa Jengglungharjo Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung, pada Kamis (2/9/21) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Korban yang diketahuai atas nama Marwin (24) ini sempat hilang sejak Senin (31/8/21) malam setelah perahu yang ditumpangi bersama 4 nelayan lainya pecah menghantam batu.

Koordinator Basarnas Pos SAR Trenggalek, Yoni Fahriza di lokasi menuturkan, posisi korban saat ditemukan sudah meninggal.

Jarak penemuan korban dengan titik awal kejedian sekitar 2,5 mil laut. Dalam operasi SAR ini pihaknya melakukan pencarian dibeberapa tempat, termasuk di lokasi ditemukannya korban.

“Sesuai dengan ren ops (rencana operasi) yang telah kita susun, selain melakukan pencarian dengan perahu karet, kita juga tempatkan 1 tim untuk melakukan pemantauan,” ujarnya pasca penemuan jenazah korban, Kamis (2/9/21) malam.

Saat pertama kali ditemukan, pihaknya menyebut korban dengan Mr. X lantaran kondisi tubuh korban yang mulai rusak. Kondisi tubuh sudah membengkak dan mengeluarkan bau tak sedap. Kulit pada kaki sebagian sudah mengelupas.

Lalu pada kepala korban terdapat beberapa luka, terparah pada bagian belakang kepala terdapat luka menganga sepanjang 3 cm. Rambut korban hilang, lantaran kulit kepalanya terkelupas.

“Kami lakukan evakuasi sampai jam setengah 6 sore,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan identitas oleh Tim Inafis Polres Tulungagung dan keterangan keluarga, korban dipastikan Marwin.

Lanjut Yoni, keluarga mengenali korban dari pakaian dan ciri fisik korban. Kaki korban sebelah kiri lebih kecil dibanding kaki kananya.

Disinggung korban lainya, Alfab Azis (25) yang belum ditemukan, Yoni pastikan akan tetap melakukan pencarian selama 7 hari.

Pencarian terkendala dengan ombak tinggi dan angin kencang. Menurut Yoni ombak di laut setinggi 1-2 meter.

“Angin juga berpengaruh dengan mobilitas pencarian,” pungkasnya.

Sementara itu Kapolsek Tanggunggunung, AKP Kasianto membenarkan penemuan korban perahu pecah ini. Mayat ini berhasil dievakuasi berkat kerjasama berbagai pihak.

“Tadi dipinggirkan oleh Basarnas, warga dan Polsek,” ujarnya.

Dari visum luar yang dilakukan, tidak ditemukan luka akibat penganiayaan. Luka pada tubuh korban diduga diakibatkan benturan dengan baru karang.

Keluarga korban sudah menunggu jenazah korban di Polsek Tanggunggunung.

“Sesuai kesepakatan, jenazah korban langsung dibawa oleh keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, perahu yang ditumpangi oleh 5 nelayan asal Desa Buwunmas Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat pecah setelah dihantam ombak.

Pecahnya perahu ini di perairan Pantai Ngalur, Desa Jengglungharjo Kecamatan Tanggunggunung, Tulungagung, Selasa (31/8/21), malam.

Dari 5 nelayan itu, 3 berhasil menyelamatkan diri, sedang sisanya masih hilang.

Ke lima nelayan itu adalah Junaidi Bin dempet (40), Ahmad bin arif (26), Ahmad Jaelani Bin Muhnib (26), Alfab Aziz (25), dan Marwin (24).

Alfab Aziz masih belum dinyatakan hilang, dan Marwin ditemukan dalam keadaan meninggal. (t.ag/JP/RG4).

Berita Terbaru

PERADI Profesional Beberapa Tahun Kedepan Dapat Menjadi OA Terbesar

PERADI Profesional Beberapa Tahun Kedepan Dapat Menjadi OA Terbesar

Senin, 07 Sep 2026 07:54 WIB

Senin, 07 Sep 2026 07:54 WIB

JAKARTA — Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PERADI PROFESIONAL DKI Jakarta Masa Bakti 2026–2031 yang berlangsung di JW Marriott Hotel Jakarta men…

Wakapolda Sulbar Tegaskan Makna Pengabdian, Jangan Jadi Benalu di Tengah Masyarakat

Wakapolda Sulbar Tegaskan Makna Pengabdian, Jangan Jadi Benalu di Tengah Masyarakat

Senin, 07 Sep 2026 07:48 WIB

Senin, 07 Sep 2026 07:48 WIB

POLDA SULBAR - Wakapolda, Brigjen Pol Hari Santos menyampaikan arahan tegas kepada seluruh personel Polda Sulbar, tentang makna pengabdian, kedisiplinan dan…

Targetkan 2 Juta Kader Muda, AMPG Jatim Gelar Diklatda I di Gedung Golkar Jawa Timur 

Targetkan 2 Juta Kader Muda, AMPG Jatim Gelar Diklatda I di Gedung Golkar Jawa Timur 

Senin, 07 Sep 2026 07:21 WIB

Senin, 07 Sep 2026 07:21 WIB

SURABAYA – Partai Golkar tak ingin kehilangan momentum dalam merebut generasi muda. Melalui Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), partai berlambang pohon b…

Bus Terperosok di Karossa, 2 Tewas, Polisi dan Warga Sigap Evakuasi Korban

Bus Terperosok di Karossa, 2 Tewas, Polisi dan Warga Sigap Evakuasi Korban

Minggu, 06 Sep 2026 18:55 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 18:55 WIB

MAMUJU TENGAH – Kecelakaan lalu lintas tunggal melibatkan Bus Bintang Fadiya nomor polisi DN 7901 AU terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Tasokko, Kecamatan K…

PC GP Ansor Kota Probolinggo Dukung Ansor Jatim: Nahdliyin Bukan Komoditas Politik

PC GP Ansor Kota Probolinggo Dukung Ansor Jatim: Nahdliyin Bukan Komoditas Politik

Minggu, 06 Sep 2026 17:04 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 17:04 WIB

PROBOLINGGO — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kota Probolinggo menyatakan dukungan terhadap sikap tegas Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur …

Hari Primata Se Dunia 1 September

Hari Primata Se Dunia 1 September

Minggu, 06 Sep 2026 11:01 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 11:01 WIB

Oleh : Singky Soewadji Hari Primata Sedunia Menjadi Pengingat Akan Keanekaragaman Hayati Yang Ada di Indonesia.  Mari Kita Sama-sama Saling Menjaga Hutan & …