Waspada Cowok Ganteng Tawari Hutang! 6 Emak-Emak Ini jadi Korban Dugaan Penipuan Pinjaman Berkedok Koperasi

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Terduga pelaku dan formulir pendaftaran koperasi.
Terduga pelaku dan formulir pendaftaran koperasi.

i

BACASAJA.ID - Sebanyak enam emak-emak di Kupang Krajan, Surabaya mengaku telah menjadi korban penipuan dengan bungkus pinjaman berkedok koperasi.

Akibatnya, keenam emak-emak ini tidak pernah menuai untung dari perkembangan bisnis pinjaman berkedok koperasi ini. Yang ada, mereka malah menangguk kerugian total Rp600 ribu dengan masing-masing rugi Rp100 ribu. Uang yang mereka setorkan itu diduga dibawa kabur pelaku. 

"Pelaku mengatakan uang itu sebagai uang muka sebelum pinjaman atau utang-utangan cair," ungkap Hendra (29, suami dari salah satu emak-emak yang menjadi korban, Selasa (21/9).

Hendra menambahkan, dugaan penipuan ini berawal dari terduga pelaku yang bernama Joshua, warga Jalan Wonokusumo, mengaku sebagai pegawai koperasi di daerah Tanjungsari.

Mulanya, sambung Hendra, Joshua datang ke kampung Kupang Krajan demi mencari nasabahnya yang bernama ibu Jumiadi.

"Tidak ketemu dengan Bu Jumiadi, dia ketemu ibu-ibu yang sedang ngumpul, termasuk istri saya," kata Hendra.

Nah, saat itulah Joshua menawari emak-emak yang sedang asyik nimbrung itu dengan iming-iming pinjaman Rp1 juta, bunga Rp50 ribu, dengan hanya akta kelahiran asli sebagai jaminan.

Karena wajib menggunakan akta kelahiran asli sebagai jaminan, emak-emak itu pun menolak tawaran utang-utangan dari Joshua. Mengetahui tawarannya ditolak, Joshua lantas mengubah tawarannya dengan uang muka Rp100 ribu.

"Karena cuma Rp100 ribu, istri saya dan lima ibu-ibu lainnya tertarik dan bersedia berhutang Rp2 juta," beber Hendra.

Ketika 'uang muka' Rp100 ribu dari masing-masing enam ibu-ibu diberikan, Joshua mengatakan akan mencairkan pinjaman Rp2 juta pada Senin, 20 September 2021.

Tapi sampai Selasa, 21 September 2021, Joshua tak kunjung memberi kabar. Ketika dihubungi, nomor ponselnya sudah tidak aktif.

Menurut Hendra, selain menawari pinjaman uang berkedok koperasi, Joshua juga menawarinya pekerjaan sebagai sopir. Tapi, pekerjaan itu tidak gratis. Hendra mengaku harus membayar Rp1,5 juta untuk bisa menjadi seorang sopir.

Atas kejadian menimpa istri dan para tetangganya, Hendra belum melapor ke polisi karena jumlah kerugiannya tidak seberapa. Akan tetapi dengan kasus ini diharapkan jangan ada jatuh korban lagi, terutama kepada emak-emak yang doyan utang dengan modus seperti ini. (RG4)

Tag :

Berita Terbaru

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Masuki Tahap III, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Masuki Tahap III, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

Selasa, 21 Jul 2026 20:47 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 20:47 WIB

SURABAYA- Pemkot Surabaya terus melanjutkan program normalisasi Ruang Sungai Kalianak yang kini memasuki tahap ketiga, Senin (20/7/2026). Program ini merupakan…

Pikap PT Latitude Industries Bolak-balik Lansir Pertalite untuk Speedboat Reni Fadhila 08 di SPBU Kodim Seraya Ataa

Pikap PT Latitude Industries Bolak-balik Lansir Pertalite untuk Speedboat Reni Fadhila 08 di SPBU Kodim Seraya Ataa

Selasa, 21 Jul 2026 19:12 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 19:12 WIB

BATAM— Mobil pikap bernomor polisi BP 8640 DM yang melansir belasan jeriken BBM jenis Pertalite di SPBU 13.294.704 Kodim, Batam, tercatat atas nama PT Latitude …

RUU PFII Resmi Disahkan, DPR RI Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Berdaya Saing Global

RUU PFII Resmi Disahkan, DPR RI Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Berdaya Saing Global

Selasa, 21 Jul 2026 19:07 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 19:07 WIB

JAKARTA- DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menjadi undang-undang dalam agenda Rapat…

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

JAKARTA– KPK mengisyaratkan peluang mengembangkan penyidikan dugaan suap pengurusan pelepasan kawasan hutan produksi terbatas di Kementerian Kehutanan (…

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Oleh: Lujeng Lutvia, S.Pd, Gr  Di tengah berbagai tantangan penyelenggaraan pendidikan inklusif di Indonesia, SMP Negeri 3 Probolinggo menunjukkan bahwa …

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

SURABAYA- Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia (RI), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa penarikan iuran atau …