Pemuda Tulungagung Meraup Dolar melalui Gambar

Redaksi


Pemuda Tulungagung Meraup Dolar melalui Gambar

Pradika saat menggambar bertema metal di ruang kerjanya.

BACASAJA.ID - Kreativitas memang tanpa batas. Bahkan kreativitas bisa menghasilkan pundi-pundi rejeki. Seperti yang dilakukan oleh Pradika Lahitama Reffananda, pemuda 29 tahun dari Kelurahan Botoran Kecamatan Tulungagung Kota.

Melalui gambar-gambar bertema metal ini, Pradika mampu mengantongi pendapatan dalam bentuk dolar Amerika.

Ditemui di rumahnya, Pradika menceritakan sudah mulai melukis saat berusia 15 tahun. Namun dirinya baru menggelutinya secara profesional sejak di bangku kuliah.

"Satu gambar sekitar 50-100 ribu rupiah," jelas pria berambut mirip artis Giring Nidji tersebut.

Uang itu dipergunakan untuk tambahan uang jajan saat kuliah. Selepas lulus kuliah dari Universitas Negeri Malang pada 2015, Pradika mulai mengawali secara serius bakat menggambarnya.

Tahun itu dirinya mendapat pelanggan dari Amerika Serikat, mengerjakan cover untuk vapor.
Banyak proyek telah digambarnya. Pradika masih melayani pesanan untuk dalam negeri dan luar negeri.

"Tahun 2016-2017 saya ke Bandung Jawa Barat," jelasnya.

Namun mulai tahun 2018, dirinya mulai fokus pada pelanggan dari luar negeri. Pelanggannya berasal dari Amerika, Spanyol, Inggris dan Perancis.

"Kalau untuk luar negeri satu gambar dihargai 150-300 dollar Amerika, tergantung ukuran dan kerumitan," jelasnya.

Satu gambar dikerjakan dalam waktu 3-7 hari, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan gambar. Dalam sebulan, dirinya bisa mengerjakan 3-5 gambar.

Untuk alat, dirinya menggunakan, kertas, pensil dan qqqcat akrilik. Awalnya kertas dibuat sketsa menggunakan pensil.

Setelah sketsa selesai, lalu diwarnai menggunakan cat akrilik. Biasanya gambarannya berwarna hitam dan putih.

"Untuk coloring (pewarnaan) dilakukan di komputer," kata pria lulusan seni rupa tersebut.

Setelah selesai dikerjakan, gambar lalu dipotret dan diwarnai sesuai dengan keinginan pelanggan. Kebanyakan justru meminta dalam bentuk hitam putih.

Setelah pelanggan puas dengan hasil karyanya, gambar lalu dikirim berupa file digital, atau beserta lukisannya sekalian.

"Biasanya digunakan untuk cover album atau gambar kaos," jelasnya.

Saat ini dirinya sudah merambah gambar untuk poster film atau novel. Aktifitas menggambar dilakukan dalam ruangan berukuran 2x3 meter.

Diruang ini berjejal peralatan berupa meja gambar, seperangkat komputer, perlengkapan gambar dan hasil-hasil karyanya.

Aktifitas menggambar dilakukan setiap saat, kebanyakan malam hari. Jika tidak ada pesanan, dirinya tetap berlatih menggambar.

Tak jarang gambar yang dilakukan saat iseng itu dipesan, seperti gambar gitaris sebuah grup band asal Amerika berukuran sekitar 15x15 cm dihargai 150 dolar.

"Untuk pemasaran kita pakai aplikasi jual beli," terang Pradika. (JP/t.ag/rg4)