BACASAJA.ID - Warga Kabupaten Tulungagung agaknya harus lebih bersabar untuk mendapat E-KTP. Pasalnya persediaan blanko E-KTP di Tulungagung tengah menipis.
Pelayanan E-KTP hanya untuk kepentingan mendesak, seperti pengurusan BPJS, urusan rumah sakit, dan warga yang ikuti seleksi CPNS dan PPPK.
"Kami masih ada (stok). Namun jumlahnya sangat tipis dan itu sudah terjadi sejak seminggu yang lalu," kata Kepala Dispendukcapil Kabupaten Tulungagung, Nina Hartiani, Kamis (4/11/21).
Menurut Nina, kondisi ini tak hanya dialami oleh Kabupaten Tulungagung, namun juga dialami oleh Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.
Pasalnya pendistribusian blangko E-KTP berasal dari Dikjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Mendagri).
Stok blangko E-KTP yang ada di Dispendukcapil Tulungagung diperkirakan hanya cukup hingga hari ini, Jum’at (5/11/21), itu jika pencetakan E-KTP mencapai 200 keping per hari.
Meski demikian, pihaknya tak mau berpangku tangan menerima keadaan. Pihaknya terus berupaya mendapat tambahan blangko E-KTP, dengan mendatangi langsung Dikjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri di Jakarta pada Minggu lalu.
"Sebelum kondisi ini, kami biasanya mengajukan dan mengambil blanko e-KTP ke provinsi. Namun karena provinsi kosong, kami langsung ke Jakarta," katanya.
Saat ditanya jumlahnya pemohon E-KTP tiap hari, Nina menyebut sekitar 200 orang. Jumlah itu belum termasuk pencetakan E-KTP yang dilakukan di tiga Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) Kantor Kecamatan Ngunut, Campurdarat dan Kauman.
"Disana juga stoknya menipis. Namun untuk jumlah kepingnya berapa yang tersisa kami belum bisa menerangkan karena belum direkap," tandasnya.
Sementara itu, salah satu warga Mohammad Reza mengaku harus menelan kekecewaan.
Pasalnya, keinginanya untuk mendapat E-KTP harus tertunda, lantaran Dispendukcapil belum dapat melakukan pencetakan hingga waktu yang belum dapat ditentukan.
"Kalau perekaman bisa. Sementara yang pencetakan tadi infonya hanya yang berkepentingan mendesak seperti karena sakit untuk berobat butuh e-KTP seperti itu," ucap warga Desa/Kecamatan Kedungwaru ini. (JP/t.ag/RG4)
Editor : Redaksi