Tanggul Sungai Jebol, Puluhan Hektare Lahan Pertanian di Tulungagung Terendam dan Gagal Panen

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tanggul sungai yang jebol di Desa Tunggangri Kecamatan Kalidawir.
Tanggul sungai yang jebol di Desa Tunggangri Kecamatan Kalidawir.

i

BACASAJA.ID - Jebolnya tanggul sungai di Desa Tunggangri Kecamatan Kalidawir membuat puluhan hektar lahan dan sawah terendam, dan terancam gagal panen.

Tanggul jebol lantaran tak mampu menahan besarnya debit air dari pegunungan.

Tanaman jagung milik petani banyak yang mati, lantaran sudah terendam air sejak Jum'at (11/11/21) dinihari. Rata-rata tanaman jagung itu masih berusia muda.

Menurut Junaedi dari Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana UPSDA I Brantas, BBWS Brantas, data sementara ada 42 hektar sawah yang terdampak.

“Mayoritas berupa tanaman jagung. Kalau yang belum berbuah, pasti gagal panen,” ucap Junaedi.

Untuk menambal sementara tanggul yang jebol, pihaknya menggunakan karung pasir. Namun usaha ini terkendala dengan rapuhnya tanggul disekitar tanggul yang jebol.

Di beberapa titik tanggul ditemukan retakan, sehingga tak mungkin dilewati kendaraan roda 4.

“Kami akan kerja sama dengan Perum Jasa Tirta dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tulungagung. Karena kendala kami bagaimana membawa material dan sandbag ke titik yang jebol,” ujar Junaedi.

Pihaknya khawatir hujan yang akan turun di wilayah pegunungan bakal membuat jebol tanggul yang retak tersebut.

Selain di Desa Tunggangri, air juga menggenangi lahan pertanian di Desa Jabon Kecamatan Kalidawir yang letaknya bersebelahan.

Seorang petani, Karim (60) harus membabat tanaman jagung miliknya, karena mati diterjang air.

“Sebenarnya sudah dari seminggu lalu hujan terus. Tapi baru semalam banjir besar,” ujarnya.

Karim menunjukan buah jagung miliknya yang masih muda atau janten (bahasa Jawa). Padahal tanaman jagung miliknya sudah berusia 70 hari, dan kurang 30 hari untuk bisa dipanen.

Lantaran masih muda, tanaman jagung itu dimanfaatkan untuk pakan sapi.

“Sudah tidak bisa dimanfaatkan sama sekali selain pakan sapi. Kalau yang sudah isi, meski belum tua masih bisa dipanen,” ujar Karim.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Suprapti, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih mendata kerusakan tanaman milik petani. Dari laporan sementara, kerusakan terbesar adalah tanaman jagung.

“Nanti jika sudah selesai akan kami sampaikan. Sekarang petugas masih di lapangan melakukan pendataan,” ucap Suprapti, Jumat siang (JP/t.ag/RG4)

Berita Terbaru

Dua Tahun Prabowo, Politisi Gerindra Ini Dorong Birokrasi Surabaya Lebih Responsif dan Berintegritas

Dua Tahun Prabowo, Politisi Gerindra Ini Dorong Birokrasi Surabaya Lebih Responsif dan Berintegritas

Rabu, 21 Okt 2026 14:43 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:43 WIB

SURABAYA – Dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi momentum untuk memperkuat kepastian hukum sekaligus mendorong reformasi birokrasi d…

Pastikan Kesiapan Sarana Dinas, Biro Logistik Polda Sulbar Supervisi ke Polres Majene

Pastikan Kesiapan Sarana Dinas, Biro Logistik Polda Sulbar Supervisi ke Polres Majene

Rabu, 21 Okt 2026 14:24 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:24 WIB

MAJENE – Memastikan pengelolaan perlengkapan dinas berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan menjadi fokus Tim Bidang Logistik Tahun Anggaran 2026 dari Biro L…

Wakapolda Sulbar Pimpin Anev Penguatan Program Prioritas Kapolri

Wakapolda Sulbar Pimpin Anev Penguatan Program Prioritas Kapolri

Rabu, 21 Okt 2026 14:22 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:22 WIB

POLDA SULBAR- Wakapolda Sulbar, Brigjen Pol Hari Santoso, memimpin langsung rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) penguatan program prioritas Kapolri di Polda…

Kapolda Sulbar dan Pengadilan Tinggi Sulbar Komitmen Tingkatkan Penegakan Hukum

Kapolda Sulbar dan Pengadilan Tinggi Sulbar Komitmen Tingkatkan Penegakan Hukum

Rabu, 21 Okt 2026 14:20 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:20 WIB

POLDA SULBAR - Memperkuat fondasi penegakan hukum yang bermartabat di wilayah Sulawesi Barat, Kapolda Sulbar Irjen Pol Totok Suharyanto terus mempererat…

Angkat Isu Jaminan Fidusia, Dosen UIN Alauddin Makassar dan Anggota Polri Polda Sulbar Siapkan Buku Hukum Pidana

Angkat Isu Jaminan Fidusia, Dosen UIN Alauddin Makassar dan Anggota Polri Polda Sulbar Siapkan Buku Hukum Pidana

Rabu, 21 Okt 2026 10:04 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 10:04 WIB

MAMUJU— Semangat Polisi Peduli Pendidikan diwujudkan melalui kolaborasi di bidang akademik. Tri Suhendra Arbani, S.H., M.H., dosen Universitas Islam Negeri (…

Kabid Humas Polda Sulbar Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan Online, Kenali Ciri-cirinya!

Kabid Humas Polda Sulbar Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan Online, Kenali Ciri-cirinya!

Rabu, 21 Okt 2026 09:50 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 09:50 WIB

POLDA SULBAR– Merespons fenomena kejahatan siber dengan modus penipuan online yang mengintai siapa saja di dunia digital. Polda Sulbar menerbitkan panduan e…