BACASAJA.ID - Kebutuhan minyak goreng saat puasa alami peningkatan. Peningkatan disebabkan untuk pemenuhan jelang Hari Raya Idul Fitri.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindag dan Pasar) Kabupaten Tulungagung, Tri Hariadi saat mendistribusikan minyak goreng curah untuk pedagang.
Menurut Tri, kenaikan kebutuhan minyak goreng juga berbarengan dengan kenaikan komoditas lainya untuk membuat kue.
“Kenaikan sekitar 5 persen,” jelas Tri, Kamis (7/4/22).
Normalnya dalam sehari komsumsi minyak goreng mencapai 30 ribu liter perhari, sesuai standar perhitungan penduduk.
Kenaikan ini diamini oleh Supriyadi, pedagang dari Pasar Tamanan.
Menurut pria 42 tahun ini, permintaan di masyarakat cukup tinggi, hingga dirinya kesulitan mendapat pasokan minyak.
Dalam distribusi minyak goreng curah kali ini, dirinya mendapat jatah 90 kilogram, yang dibagi dengan pedagang lainya.
“90 kilo ini 2 hari habis,” katanya.
Meski permintaan tinggi, nyatanya untuk pembelian minyak goreng dibatasi.
Dalam sekali beli hanya diperbolehkan 36 kilo minyak. Itupun dalam seminggu hanya mendapat pasokan minyak sekali.
Untuk menyiasati stok yang sedikit, dirinya membatasi pembelian eceran. Per orang hanya dibatasi maksimal 3 kilo.
Rerata pembelinya adalah pedagang gorengan dan pelaku UMKM.
“Kita tetap membatasi agar terjadi pemerataan,” jelasnya.
Minyak ini dikemas ulang dalam botol mineral (JP/t.ag/RG4)
Editor : Redaksi