Di Hadapan Pelaku UMKM, Ganjar Tegaskan Bakal Sikat Pungli

bacasaja.id
Ganjar Pranowo di acara konsolidasi pelaku UMKM di Gedung Guru, Kabupaten Bekasi, (Foto: PDIP Jatim)

JAKARTA – Calon Presiden (Capres) 2024, Ganjar Pranowo, menegaskan siap sikat dan bersihkan praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi di dunia kerja dan industri. Hal itu merespons curhatan dua pemuda saat acara konsolidasi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Gedung Guru, Kabupaten Bekasi, Kamis (14/12/2023).

Ganjar setiba di lokasi langsung diserbu oleh ribuan warga dan pelaku UMKM se-Kabupaten Bekasi. Mereka saling berebut foto dan salaman hingga Ganjar memasuki gedung acara. Kemudian, Ganjar menyapa dan mengajak dialog secara langsung dengan para hadirin. Saat itu, ada seorang pemuda pengangguran yang meceritakan pengalaman pahit ketika mencari pekerjaan.

Baca juga: Pemkot Surabaya Gandeng 38 Hotel Pasok Kebutuhan dari UMKM Lokal

Pemuda itu menceritakan bahwa dirinya terpaksa harus menitipkan surat lamaran kepada seorang oknum perusahaan dan dipungut biaya untuk bisa diterima kerja. Pengakuan itu dikuatkan oleh pemuda yang lain, karena merasa punya cerita yang sama.

Mendengar itu, Ganjar merasa miris dan prihatin dengan kondisi dunia industri saat ini. Ia menegaskan, dirinya bersama Mahfud MD berkomitmen akan membereskan praktik-praktik pungli tersebut.

Baca juga: Targetkan 5.250 UMKM di 2026, Dinkopumdag Surabaya Fokus Tingkatkan Omzet dan Kualitas Produk

“Menyedihkan pengakuan dua orang yang mencari pekerjaan harus lewat calo dan nyogok. Inilah yang mesti disikat, dan inilah yang mesti dibersihkan,” ujar Ganjar dilansir laman resmi pdiperjuangan-jatim.com.

Menurut mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu bahwa pemerintah harus pro aktif menangani dan menumpas praktik-praktik pungli. Karena hal itu sejatinya merugikan dunia industri dan para pekerja.

Baca juga: DPRD Surabaya Dorong UMKM Maksimalkan Lonjakan Wisatawan Saat Libur Natal 2025

“Saya kira ini bagian dari apa yang terjadi di masyarakat, praktik buruk pungli seperti ini. Kasihan para korban dan inilah yang mesti disikat dan pemerintah harus aktif menangani itu,” tandas politisi PDI Perjuangan itu. (*)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru