SURABAYA – Komisi C DPRD Kota Surabaya menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur kota pada tahun anggaran 2025.
Dukungan ini disampaikan langsung oleh Anggota Komisi C, Sukadar, yang menegaskan komitmen legislatif untuk bersinergi dengan eksekutif demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kota Pahlawan.
Baca juga: Dukung Kebijakan Parkir Nontunai di Surabaya, Ini Alasan Ketua Komisi C DPRD
Menurut Sukadar, infrastruktur merupakan sektor vital yang harus diprioritaskan karena menyangkut hajat hidup masyarakat luas.
“Kami di Komisi C siap mengawal penuh setiap program pembangunan infrastruktur yang sudah direncanakan Wali Kota bersama jajaran Pemkot. Infrastruktur yang kuat akan berdampak langsung pada kualitas hidup warga Surabaya,” ujarnya.
Fokus Pembangunan 2025
Beberapa fokus utama pembangunan infrastruktur 2025 yang mendapat dukungan DPRD antara lain:
- Pengendalian banjir dan saluran drainase, termasuk pembangunan dan revitalisasi saluran di sejumlah titik rawan genangan.
- Peningkatan transportasi publik, sejalan dengan konsep kota berkelanjutan dan ramah lingkungan.
- Pengelolaan persampahan, melalui penguatan fasilitas TPS 3R dan rumah kompos di kawasan perkampungan.
- Penerangan jalan umum (PJU) untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga.
- Peningkatan jalan dan aksesibilitas, seperti pelebaran Jalan Wiyung, pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB), serta pengembangan akses penghubung ke kawasan Menganti.
Selain proyek skala besar, DPRD juga menekankan pentingnya pembangunan berbasis kampung, seperti perbaikan jalan lingkungan, saluran air, dan program rumah tidak layak huni (rutilahu).
Baca juga: Titik Banjir Tak Kunjung Tuntas, DPRD Surabaya Desak SOP Penanganan Tanggul
Komitmen Pengawasan
Sukadar menambahkan, selain mendukung kebijakan Wali Kota, DPRD juga akan memperkuat fungsi pengawasan agar pembangunan tepat sasaran. Ia meminta camat dan lurah turut mengawal pelaksanaan Dana Kelurahan (Dakel) 2025 yang mencapai lebih dari Rp 500 miliar.
“Dengan pengawasan yang baik, kami yakin setiap rupiah anggaran bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, terutama di tingkat kampung,” katanya.
Baca juga: Libur Nataru, DPRD Surabaya Dorong Dishub Maksimalkan Transportasi Publik
Sinergi Eksekutif dan Legislatif
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, sebelumnya juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas meskipun kondisi fiskal daerah menghadapi tantangan. Untuk itu, Pemkot dan DPRD sepakat mengoptimalkan pembiayaan alternatif agar proyek strategis tetap berjalan.
Sinergi antara eksekutif dan legislatif ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya visi Surabaya sebagai kota modern yang inklusif, ramah lingkungan, dan nyaman ditinggali. (dims)
Editor : Redaksi