PSI Surabaya Sambut Baik Gelar Pahlawan Nasional untuk Gus Dur dan Syaikhona Kholil Bangkalan

bacasaja.id
Sekretaris DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Surabaya, Abdul Ghoni

SURABAYA, Bacasaja.id — Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Surabaya, Abdul Ghoni, menyambut baik keputusan pemerintah yang menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Syaikhona Kholil Bangkalan.

Menurut Ghoni, kedua tokoh tersebut bukan hanya berperan dalam perjuangan agama, tetapi juga memberikan teladan kebangsaan dan kemanusiaan yang relevan bagi generasi masa kini.

Baca juga: Pemkot Surabaya Hadirkan Oase Ramah Anak dan Literasi Gratis di Taman Prestasi

“Kami menyambut dengan penuh bahagia penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Gus Dur dan Syaikhona Kholil. Ini bentuk penghargaan negara terhadap nilai-nilai kemanusiaan, keislaman, dan kebangsaan yang mereka wariskan,” ujar Ghoni di Surabaya, Minggu (10/11/2025).

Ia menyebut, Gus Dur adalah simbol pluralisme dan toleransi yang menembus batas ideologi dan keyakinan. Sementara Syaikhona Kholil, ulama besar asal Bangkalan, merupakan guru para pendiri Nahdlatul Ulama dan tokoh spiritual yang turut menanamkan semangat cinta tanah air di kalangan santri.

“Gus Dur mengajarkan bahwa politik tanpa kemanusiaan hanyalah perebutan kekuasaan. Sedangkan Syaikhona Kholil menanamkan nilai cinta tanah air yang menjadi ruh perjuangan santri dan ulama. Dua tokoh ini saling melengkapi dalam membangun karakter bangsa,” terang Ghoni.

Baca juga: Gaet 100 Peserta dari 38 Komunitas Mancanegara, Pemkot Surabaya Sukses Gelar Surabaya Kite Festival 2026

Abdul Ghoni juga menilai, penetapan dua tokoh tersebut sebagai pahlawan nasional menjadi momentum untuk meneguhkan semangat toleransi, kebinekaan, dan penghargaan terhadap perbedaan yang kini mulai tergerus oleh polarisasi politik.

“Kita sedang hidup di masa ketika semangat kebangsaan diuji oleh perbedaan pandangan. Figur seperti Gus Dur dan Syaikhona Kholil menjadi kompas moral agar kita tetap bersatu dalam keberagaman,” katanya.

Baca juga: Dongkrak Minat Baca Anak, Bunda Literasi Surabaya Tekankan Pentingnya Peran Keluarga

Lebih lanjut, Ghoni berharap agar penganugerahan gelar Pahlawan Nasional tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk melanjutkan perjuangan mereka dalam konteks kekinian.

“Semoga nilai-nilai perjuangan Gus Dur dan Syaikhona Kholil menjadi teladan nyata bagi generasi muda. Mereka bukan hanya tokoh agama, tapi juga penjaga moral kebangsaan,” pungkasnya. (dims)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru