Kolaborasi Lintas Sektor Dapat Menentukan Kelancaran Program MBG di Semua Daerah

Reporter : Redaksi
Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, gelar sosialisasi program MBG di Hall B Asrama Haji Surabaya, Selasa (3/3/2026).

SURABAYA– Kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja digelar di Hall B Asrama Haji Surabaya, Selasa (3/3/2026). Sosialisasi program MBG ini menghadirkan langsung Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, yang memberikan pemaparan sekaligus penegasan komitmen pemerintah terhadap pentingnya pemenuhan gizi ke masyarakat sebagai fondasi pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina menegaskan bahwa Program MBG bukan sekadar agenda bantuan sosial, melainkan investasi strategis jangka panjang untuk menyiapkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. 

Baca juga: Mufti An'am: UMKM Gulung Tikar Bukan karena Kalah Mutu, tapi Banjir Impor

Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, mitra kerja, tokoh masyarakat, hingga keluarga sebagai garda terdepan dalam pengasuhan anak.

“Program ini harus dijalankan dengan niat baik, kolaborasi, dan rasa tanggung jawab bersama demi masa depan anak-anak kita,” ujar Arzeti.

Ia menekankan bahwa anak-anak merupakan fokus utama pembangunan nasional. Generasi hari ini, lanjutnya, memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang memadai agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, baik secara fisik maupun intelektual.

Dalam kesempatan tersebut, Arzeti juga mengapresiasi komitmen pemerintah dalam menjadikan program pemenuhan gizi sebagai bagian dari kebijakan kesehatan nasional. Menurutnya, langkah ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin hak dasar masyarakat atas kesehatan dan kesejahteraan.

Baca juga: Narasi di Medsos Hoax! RUU Perampasan Aset Masih Ada di Prolegnas Prioritas

“Kegiatan sosialisasi ini adalah perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan sekaligus memastikan implementasi kebijakan berjalan dengan baik di lapangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Arzeti memaparkan tiga pilar utama yang menjadi landasan pelaksanaan program, yaitu kualitas makanan yang memenuhi standar gizi, pengkondisian lapangan agar distribusi berjalan tepat sasaran, serta kesesuaian standar operasional dengan regulasi yang berlaku. Ia menegaskan bahwa pengawasan dan evaluasi berkelanjutan menjadi kunci agar program tetap terjaga kualitas dan keamanannya.

Program MBG sendiri menyasar anak-anak sekolah, ibu hamil dan menyusui, balita, serta lansia. Dengan pendekatan yang komprehensif, program ini diharapkan mampu meringankan beban keluarga sekaligus menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Baca juga: Kado Manis Dari Simolawang: Kisah Sukses Proyek "Siluman" yang Mandiri dari Warga Lokal

Menutup sambutannya, Arzeti mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung percepatan pelaksanaan program dengan tata kelola yang baik dan semangat kebersamaan. 

“Program ini harus segera dijalankan demi menciptakan generasi Indonesia yang sehat secara fisik dan cerdas dalam berpikir,” pungkasnya. (*)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru