JAKARTA- Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, menyampaikan makna Paskah bagi umat Kristiani. Men rutnya, Paskah mencerminkan perjalanan dari kegelapan menuju terang.
“Paskah itu selalu berarti eksodus, keluar dari perbudakan menuju tanah terjanji. Di mana secara simbolik, keluar dari kegelapan menuju terang,” kata Kardinal Suharyo dalam konferensi pers usai Misa Pontifikal di Gereja Katedral Jakarta, Minggu, 5 April 2026.
Baca juga: Refleksi Jumat Agung dan Paskah, Ini yang Dilakukan GMKI Palangka Raya
Ia mengatakan, makna tersebut dapat dianalogikan dengan perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Menurutnya, perjalanan iman memiliki kemiripan dengan perjalanan bangsa.
Ia menjelaskan kisah umat dalam Kitab Suci serupa dengan sejarah Indonesia. Bangsa ini bergerak dari masa penjajahan menuju kemerdekaan.
Ia mencontohkan Kebangkitan Nasional 1908 sebagai awal kesadaran nasional. Momentum itu diperkuat melalui Sumpah Pemuda 1928.
Perjalanan bangsa mencapai puncaknya pada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945. Pada fase itu, Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara.
Namun, ia menilai perjalanan setelah kemerdekaan tidak selalu berjalan mulus. Ia menyoroti Reformasi 1998 sebagai momentum penting.
Baca juga: Perayaan Paskah, Polda Jatim Kerahkan Jihandak dan K9 Sisir Gereja
“Sejak 1998 hingga sekarang, usaha memberantas KKN sering dipertanyakan. Bahkan, muncul dampak lanjutan seperti kekerasan, kerusakan lingkungan, dan kebohongan publik,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada kehidupan masyarakat. Kelompok sipil dinilai paling merasakan kesulitan.
Salah satu dampaknya adalah menurunnya daya beli masyarakat. Hal ini berimbas pada lesunya aktivitas ekonomi kecil.
Meski demikian, ia menegaskan semangat Paskah bukan untuk meratapi keadaan. Umat diajak tetap berjuang dalam iman, harapan, dan kasih.
Baca juga: Jelang Paskah, Eri Cahyadi: Bom Gereja Jangan Terjadi di Surabaya
Sementara itu, Humas Katedral Jakarta, Susyana Suwadie, menyampaikan pelaksanaan Misa Pontifikal berlangsung khidmat. Misa dipimpin Kardinal Suharyo pada pukul 08.30 WIB.
"Kurang lebih umat yang hadir pada Misa Pontifikal ada 2.500 jemaat. Ada yang di dalam gereja, Graha Pemuda, Plaza Maria, dan tenda tambahan," ujarnya.
Selain itu, misa Paskah di Katedral Jakarta digelar dalam tiga sesi. Hal ini untuk mengakomodasi tingginya antusiasme umat yang ingin beribadah. (RRI)
Editor : Redaksi