Oknum Ajudan Gubernur Kepri Ansar Achmad Jadi Sorotan Usai Penggerebakan Judol dan Scamming di Baloi View

Reporter : Redaksi
Kasus judol di Batam (Foto: Republikbersuara.com)

BATAM - Nama Benny Adianto ajudan Gubernur Kepri Ansar Achmad mulai menjadi sorotan usai aparat gabungan dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam bersama personel Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri melakukan penggerebekan di Apartemen Baloi View Apatel pada Rabu (6/5/2026) pagi.

Penggerebekan tersebut mengungkap dugaan aktivitas judi online (online gambling) dan penipuan daring (scamming) berskala besar yang melibatkan 210 warga negara asing (WNA).

Baca juga: Viral Video Diduga Transaksi Obat Terlarang di Club Malam di Batam,Kapolda Kepri Arahkan Tangkap Pelaku

Berdasarkan informasi yang dilansir Republikbersuara.com, Brigadir Benny Adianto disebut memiliki pekerjaan sampingan di luar tugas kedinasannya sebagai anggota Polri. Ia dikabarkan bekerja paruh waktu sebagai sopir di usaha rental mobil milik pria pengusaha mobil rental berinisial RDS.

“Benny selain ajudan Gubernur Kepri juga mencari tambahan penghasilan dengan menjadi sopir part time bekerja di rental mobil milik RDS,” ungkap sumber kepada Republikbersuara.com, Sabtu (9/5/2026).

Sumber tersebut juga menjelaskan terkait beredarnya informasi mengenai dugaan kepemilikan senjata api saat peristiwa penggerebekan berlangsung. Disebutkan bahwa benda yang terlihat merupakan airsoft gun dan bukan senjata api organik milik Brigadir Benny Adianto.

Baca juga: Dugaan Peredaran Ineks di Tempat Hiburan Malam Batam, Pelayan Terekam Bawa Pil Berwarna

“Senjata yang terlihat itu airsoft gun. Saat kejadian, airsoft gun tersebut dibawa seorang oknum anggota TNI AU berinisial F,” ujar sumber.

Selain itu, kendaraan mewah jenis Toyota Alphard yang diduga berkaitan dengan RDS turut menjadi perhatian aparat. Mobil tersebut disebut-sebut kerap menggunakan pelat nomor tidak sesuai identitas kendaraan.

“RDS memiliki tiga unit Alphard, kemudian Xpander dan Innova Reborn yang disewakan. RDS juga diduga sering menggunakan pelat bodong untuk menghindari pantauan di jalan,” kata sumber tersebut.

Baca juga: Kadisdik Kota Batam Akui Kerahkan Guru dan Siswa Dukung MBG

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polda Kepulauan Riau maupun dari Brigadir Benny Adianto terkait informasi yang beredar tersebut. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memastikan kebenaran informasi dimaksud. (sumber: Republikbersuara.com)

 

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru