Proyek Pelebaran Saluran Simorejo Timur Dikebut, Warga Keluhkan Debu dan Soroti Pengamanan Galian Sedalam 5 Meter

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Proyek pelebaran saluran di Jalan Simorejo Timur dikeluhkan warga
Proyek pelebaran saluran di Jalan Simorejo Timur dikeluhkan warga

i

SURABAYA – Proyek pelebaran saluran di Jalan Simorejo Timur, tepatnya di kawasan Pasar Baru RT 1/RW 3, Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, terus dikebut sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kota Surabaya meningkatkan kapasitas drainase untuk mengurangi potensi banjir.

Namun di balik percepatan pembangunan tersebut, warga menyoroti masih minimnya pengamanan di sekitar lokasi pekerjaan. Mereka juga mengeluhkan debu yang timbul selama proses pembangunan dan berharap kontraktor lebih memperhatikan keselamatan pengguna jalan maupun kenyamanan lingkungan.

Pantauan di lapangan, aktivitas alat berat excavator dan para pekerja masih berlangsung setiap hari. Lokasi proyek berada di jalur penghubung menuju kawasan Tidar, Tambak Mayor, hingga Simo sehingga tetap ramai dilalui kendaraan, pejalan kaki, serta anak-anak sekolah.

Sejumlah warga mengaku khawatir karena pengamanan di sekitar galian dinilai belum maksimal. Mereka menilai pagar pembatas, rambu peringatan, hingga lampu keselamatan perlu dipasang secara lebih lengkap mengingat kedalaman galian mencapai hampir lima meter.

"Jangan sampai menunggu ada warga tercebur atau menjadi korban kecelakaan dulu baru dipasang pagar pengaman dan lampu peringatan. Keselamatan masyarakat jangan sampai menjadi nomor dua," ujar seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Menurutnya, penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) seharusnya tidak hanya diperuntukkan bagi pekerja proyek, tetapi juga memberikan perlindungan bagi masyarakat yang setiap hari melintas di sekitar lokasi pekerjaan.

Ia berharap pengamanan dasar seperti pagar proyek, lampu kedip (warning light), serta rambu lalu lintas dipasang secara optimal sejak awal pekerjaan dimulai agar risiko kecelakaan dapat ditekan.

"Kalau malam gelap, apalagi yang tidak tahu ada proyek bisa berbahaya. Harusnya pengaman lengkap sejak awal," katanya.

Keluhan serupa disampaikan warga setempat, Pi'i. Ia mengaku sebelumnya telah menerima sosialisasi mengenai proyek tersebut sehingga memahami tujuan pembangunan saluran. Meski demikian, ia berharap pelaksana proyek lebih memperhatikan dampak pekerjaan terhadap lingkungan sekitar.

"Debunya itu yang kami keluhkan. Saya sering menyiram sendiri karena kalau siang cukup mengganggu," ujarnya.

Berdasarkan papan proyek, pekerjaan tersebut merupakan proyek Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) berupa pembangunan saluran cor setempat 150 x 150 K225 (Tanggul Parapet Saluran Jalan Simo Mulyo).

Proyek dikerjakan oleh PT Sarana Marga Perkasa sebagai kontraktor pelaksana dengan pengawasan CV Aryaguna Consultant KSO bersama PT Sigma Rekatama Consulindo.

Pelaksana lapangan PT Sarana Marga Perkasa, Rizal, mengatakan pekerjaan telah berjalan sekitar tiga minggu dengan progres fisik mencapai sekitar lima persen.

Menurutnya, berbagai perlengkapan pengamanan sebenarnya telah dipasang, namun sebagian di antaranya hilang.

"Lampu penerangan pembatas sebenarnya ada. Papan rambu juga ada, termasuk lampu untuk malam hari, tapi hilang," ujarnya.

Ia menjelaskan seng pembatas proyek dipasang menyesuaikan kebutuhan pekerjaan di lapangan.

"Seng pembatas juga kita pasang. Kalau ada pekerjaan di titik tertentu ya sementara dipinggirkan dulu supaya alat bisa bekerja," katanya.

Rizal memastikan selama proyek berlangsung belum pernah terjadi kecelakaan yang melibatkan masyarakat.

"Belum ada kejadian selama ini. Di proyek juga ada petugas yang berjaga. Kalau ada anak-anak kecil mendekat, tidak kami perbolehkan lewat area pekerjaan," tuturnya.

Menanggapi keluhan debu, pihak kontraktor berjanji meningkatkan penyiraman jalan agar debu tidak beterbangan.

"Nanti akan disiram. Memang ada petugas yang khusus melakukan penyiraman secara berkala," katanya.

Rizal menjelaskan proyek memiliki panjang sekitar 471 meter yang dikerjakan dari dua sisi, yakni sisi utara dan selatan hingga nantinya bertemu di bagian tengah. Saluran dibangun dengan tinggi hampir lima meter, menggunakan plengsengan setebal 60 sentimeter di bagian bawah dan 40 sentimeter di bagian atas.

Setelah rampung, lebar saluran yang semula sekitar empat hingga lima meter akan diperluas menjadi sekitar 12 meter guna meningkatkan kapasitas aliran air.

Ia juga memastikan koordinasi dengan berbagai pemilik utilitas telah dilakukan, mulai dari jaringan penerangan jalan hingga PDAM.

Pekerjaan berlangsung setiap hari hingga sekitar pukul 17.00–18.00 WIB. Setelah aktivitas selesai, alat berat dan area kerja dibersihkan sebelum ditinggalkan. Apabila tidak mengalami kendala, proyek ditargetkan rampung pada akhir November 2026.

Di sisi lain, aspek keselamatan proyek infrastruktur menjadi perhatian Pemerintah Kota Surabaya. Sebelumnya, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menginstruksikan evaluasi metode pengerjaan proyek saluran dan box culvert agar risiko kecelakaan dapat ditekan semaksimal mungkin.

Menurut Eri, pengerjaan tidak lagi dilakukan dengan sistem pengerukan terbuka dalam bentang panjang. Sebaliknya, pekerjaan harus dilakukan secara bertahap sehingga setiap segmen yang selesai dapat segera ditutup sebelum berlanjut ke titik berikutnya.

"Setelah dikerjakan, dikeruk, dipasang, ditutup, baru bergerak lagi," tegasnya. (dim)

Berita Terbaru

Kapolda Sulbar Cek Fasilitas Olahraga: Investasi Fisik Prima Demi Pelayanan Maksimal

Kapolda Sulbar Cek Fasilitas Olahraga: Investasi Fisik Prima Demi Pelayanan Maksimal

Selasa, 04 Agu 2026 15:41 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 15:41 WIB

POLDA SULBAR- Di sela kesibukan kegiatan olahraga bersama, Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta didampingi Pejabat Utama Polda menyempatkan waktu…

KPK Periksa Anak Eks Wakil Ketua DPRD Jatim dalam Kasus Dana Hibah Pokmas

KPK Periksa Anak Eks Wakil Ketua DPRD Jatim dalam Kasus Dana Hibah Pokmas

Selasa, 04 Agu 2026 15:37 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 15:37 WIB

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Muhammad Haykal Ismail Sadad, putra anggota DPR RI Anwar Sadad sebagai saksi. Ia diperiksa terkait dugaan …

Polda Jatim Bongkar Sindikat Penipuan Emas Senilai Rp3,7 Miliar

Polda Jatim Bongkar Sindikat Penipuan Emas Senilai Rp3,7 Miliar

Selasa, 04 Agu 2026 15:14 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 15:14 WIB

SURABAYA - Modus menyamar sebagai anak korban lewat WhatsApp hingga menawarkan emas murah berhasil menjerat banyak korban, jaringan lintas lapas kini diburu…

Pengendara Tertib Dapat Hadiah Cabe Segar Hasil Panen Ditlantas Polda Sulbar

Pengendara Tertib Dapat Hadiah Cabe Segar Hasil Panen Ditlantas Polda Sulbar

Selasa, 04 Agu 2026 10:32 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 10:32 WIB

POLDA SULBAR - Kepatuhan dan kesadaran keselamatan di jalan raya patut diapresiasi. Hal ini dibuktikan jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat yang…

Ditlantas Polda Sulbar Sinkronisasi Data Kecelakaan dengan Jasa Raharja: Pastikan Santunan Tepat Sasaran dan Akurat

Ditlantas Polda Sulbar Sinkronisasi Data Kecelakaan dengan Jasa Raharja: Pastikan Santunan Tepat Sasaran dan Akurat

Selasa, 04 Agu 2026 10:29 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 10:29 WIB

POLDA SULBAR- Demi menjamin keakuratan data serta memastikan hak santunan korban kecelakaan lalu lintas tersalurkan dengan tepat dan cepat, Direktorat Lalu…

13.091 Aduan Masuk hingga Akhir Juli, Lebih dari 13 Ribu Telah Dituntaskan

13.091 Aduan Masuk hingga Akhir Juli, Lebih dari 13 Ribu Telah Dituntaskan

Selasa, 04 Agu 2026 09:28 WIB

Selasa, 04 Agu 2026 09:28 WIB

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerima 13.091 pengaduan masyarakat melalui Hotline Lapor Cak Eri sejak diluncurkan pada 11 Mei hingga 31 Juli…