JAKARTA- Profil Brigjen Adex Yudiswan eks Kapolres Luwu. Adex Yudiswan salah satu jenderal dimutasi Mei 2026.
Jabatan Adex Yudiswan sebelum dimutasi ialah Kabagpinludagri Rojakstra Srena Polri.
Jabatan terbarunya ialah Dirtipidsiber Bareskrim Polri. Jabatan Dirtipidsiber Bareskrim Polri masih diisi jenderal bintang satu.
Adex menggantikan Brigjen Himawan Bayu Aji yang ditunjuk menjadi Kapolda Sultra
Dirtipidsiber Bareskrim Polri bertugas melakukan penegakan hukum, pencegahan, dan investigasi terhadap kejahatan berbasis teknologi digital (cybercrime) di Indonesia.
Mereka menangani computer crime (kejahatan siber murni) dan computer-related crime (kejahatan konvensional yang menggunakan alat siber).
Siapa Adex Yudiswan?
Adex Yudiswan lahir 3 Desember 1974.
Ia lulusan Akpol 1996 berpengalaman dalam bidang reserse.
Nama Adex Yudiswan mulai dikenal saat menjabat Kapolres Luwu tahun 2015.
Saat itu, ia masih berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP).
Saat bertugas di Polres Luwu, ia dipecaya memimpin tim kepolisian mencari pesawat Aviastar jatuh di Luwu tahun 2015.
Adex bersama rombongan menjadi polisi pertama menemukan keping-keping pesawat Aviastar di atas gunung.
Seluruh korban meninggal dunia.
Adex dan rombongan kemudian membawa korban ke pemukiman warga menggunakan sarung.
Sejak saat itu, karir Adex Yudiswan terus naik.
Ia baru pecah bintang atau promosi jenderal bintang satu sembilan tahun setelah meninggalkan Polres Luwu.
Mutasi Kombes Adex Yudiswan bernomor ST/2100/IX/KEP/2024.
Prestasi lainnya pernah didapatkan Adex saat ia menjabat sebagai Kapolres Gresik.
Ia menorehkan 3 prestasi sekaligus.
Adex juga pernah meraih pin emas dari Kapolri karena meraih predikat wilayah bebas dari korupsi (WBK).
Cerita Adex saat Temukan Korban Aviastar 2015
Adex Yusdiwan merupakan salah satu polisi berjasa menemukan puing-puing pesawat Aviastar.
Pesawat Aviastar ditemukan di Gunung Buntu Bajaja, Desa Ulu Salu, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu
Peristiwa itu terjadi pada tahun 2015.
Adex Yudiswan mengaku matanya tak berkedip saat menemukan korban pesawan Aviastar.
Lututnya gemetar menyaksikan pemandangan di depan mata.
Mayat gosong menghitam, serpihan pesawat bergelimpangan.
"Saya menangis saat melihat para korban dan rombongan lain langsung histeris sambil meneriakkan ‘Allahu Akbar dan Laa Ilaaha Illalah’. Sejenak kami terperangah,” ujar Adex saat diwawancarai tahun 2015.
Adex termenung manatap tajam jenazah yang bersujud memegang telepon genggam di luar badan pesawat.
Setelah menguasai emosi jiwa, Adex mengomando tim untuk memindahkan jenazah.
Adex dan para personel “Tim 30" mengangkat satu per satu jenazah tanpa kaos tangan.
Setelah memindahkan semua jenazah ke sarung dan kantong mayat, Adex dan rombongan membalur tangan dengan tanah untuk menghilangkan sisa “daging terbakar” yang melengket, tak ada air di sekitar lokasi penemuan itu.
Setelah seluruh jenazah dibungkus sarung dan kantong serta diletakkan di posisi aman, Adex dan anggota tim istirahat.
Dia putuskan bermalam di samping jenazah dan serpihan pesawat.
Perjalanan pulang ke Posko Utama di Desa Ulu Salu tidak bisa ditempuh di malam hari.
Adex tak bisa menggambarkan suasana angker malam itu.
"Kalau masalah gaib-gaib jangan tanya ke saya. Tanya sama teman-teman yang ikut sama rombongan,” kata Adex.
Pagi menjelang. Tim sudah siap berangkat tanpa sarapan. Sambil menggendong mayat bayi dan serpihan Aviastar, Adex memimpin tim kembali ke posko induk.
Lapar dan haus menyerang “Tim 30" yang sedang menggendong jenazah dan serpihan pesawat.
Di tengah puncak lapar dan haus, seorang anggota tim berteriak lantang, “Di depan ada sungai...di depan ada sungai."
Langkah kaki Adex dipercepat menuju sungai.
Rombongan pun bisa mengisi perut sepuasnya dengan air sungai sekitar pukul 12.00 wita."Kami hanya minum air sungai, itupun pada Selasa siang," ujar Adex.
Riwayat Jabatan Adex Yudiswan
Kapolsek Jatiuwung Polrestro Tangerang Kota (2005)
Kasatreskrim Polrestro Tangerang Kota (2006)
Kasatnarkoba Polrestro Jakarta Barat (2007)
Kasatreskrim Polrestro Jakarta Utara (2009)
Kanit III/Bangtah Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2010)
Pamen Polda Metro Jaya (2011)
Kapolsektro Kebayoran Baru Polrestro Jakarta Selatan (2012)
Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2013)
Kapolsektro Penjaringan Polrestro Jakarta Utara[4] (2014)
Pamen Lemdikpol (2014)
Kapolres Luwu Polda Sulsel (2015)
Kapolres Gresik Polda Jatim[5] (2016)
Wakapolres Metro Jakarta Barat Polda Metro Jaya (2017)
Dirreskrimsus Polda Kalteng (2018)
Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri (2019)
Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri (2020)
Kabagpinludagri Rojakstra Srena Polri[6] (2021)
Karojakstra Stamarena Polri (2024)
Editor : Redaksi