SURABAYA – Dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027 yang bertepatan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dinilai menjadi momentum bagi seluruh satuan pendidikan untuk menyiapkan proses belajar mengajar yang berkualitas. Tidak hanya memastikan MPLS berjalan aman dan ramah anak, sekolah juga didorong mulai memperkuat kualitas pembelajaran sejak hari pertama.
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, William Wirakusuma, mengatakan awal tahun ajaran baru harus dimanfaatkan sekolah untuk membangun budaya belajar yang positif, sekaligus mempersiapkan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.
Baca juga: Anggota DPRD Minta MPLS Jadi Sarana Bentuk Karakter, Bebas Perpeloncoan dan Perundungan
"Momentum tahun ajaran baru jangan hanya dimaknai sebagai dimulainya kegiatan belajar. Ini adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan, mulai dari kesiapan guru, metode pembelajaran, hingga pemanfaatan teknologi agar siswa lebih mudah memahami materi," ujar William, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, digitalisasi pembelajaran harus dimanfaatkan untuk mendukung efektivitas proses belajar mengajar, bukan sekadar menghadirkan perangkat teknologi di sekolah. Guru juga perlu terus meningkatkan kompetensi agar mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Baca juga: DPRD Usulkan MPP Surabaya Barat dan Timur, Pangkas Jarak Layanan Warga
Di sisi lain, William mengingatkan agar sekolah turut memperhatikan siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Ia berharap tidak ada peserta didik yang terpaksa berhenti sekolah karena kendala ekonomi ataupun persoalan administrasi.
"Setelah proses penerimaan peserta didik selesai, tugas kita bersama adalah memastikan seluruh anak yang sudah diterima bisa mengikuti pendidikan dengan baik hingga lulus. Jangan sampai ada yang putus sekolah karena alasan ekonomi atau kurangnya pendampingan," katanya.
Baca juga: Proyek Box Culvert Bikin Macet, DPRD Surabaya Tegur Kontraktor
William juga menegaskan bahwa keberhasilan dunia pendidikan tidak hanya diukur dari tingginya angka partisipasi sekolah, tetapi juga dari kualitas lulusan yang memiliki karakter, kompetensi, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
"Komisi D DPRD Surabaya akan terus mengawal berbagai program pendidikan agar benar-benar meningkatkan mutu pembelajaran. Harapannya, setiap siswa di Surabaya memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas sejak hari pertama masuk sekolah hingga menyelesaikan pendidikannya," pungkasnya. (dim)
Editor : Redaksi