Kebun Binatang Surabaya (KBS) Mau Dibawa Kemana?

bacasaja.id
Singky Soewadji, Pemerhati Satwa Liar dan Koordinator Aliansi Pecinta Satwa Liar Indonesua (APECSI)

Oleh : Singky Soewadji

Salam Lestari !

Baca juga: Eks Dirut KBS Jadi Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Pengawasan BUMD Lemah

Publik di gegerkan oleh kelakuan Chairul Anwar mantan Direktur Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang menjabat dua periode (8 tahun) sejak era walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Menjabat dua periode tentunya di nilai kinerjanya bagus, pada hal Chairul sama sekali tidak memiliki latar belakang konservasi, bahkan sebelumnya menjabat Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pasuruan terindikasi korupsi namun kasusnya raib di Kejaksaan.

Chairul menjabat sebagai Direktur Utama merangkap Direktur Keuangan dan Direktur Pelaksana, sementara Badan Pengawas (Bawas) juga tinggal satu orang.

Sebuah Lembaga Konservasi besar di jabat oleh direktur yang tidak paham konservasi, merangkap tiga jabatan strategis sekaligus dan di awasi oleh pengawas yang juga tidak paham konservasi, akhirnya selama delapan tahun melakukan korupsi jatah pakan satwa sebesar Rp 10,2 Milyard.

Salah siapa ?

Ini tanggung jawab dan kesalahan Walikota Surabaya, dan seharusnya wakil rakyat yang duduk di Komisi B DPRD Surabaya memanggil dan mempertanyakan kepada Walikota Surabaya.

Baca juga: Dukung Penuntasan Dugaan Korupsi KBS, Wali Kota Eri: Proses Hukum Harus Transparan

Hari ini Pemkot Surabaya kembali membuka pendaftaran untuk jabatan Direktur KBS yang sudah kali ke empat gagal menjaring direktur baru selama hampir dua tahun kosong.

Hari ini KBS di jabat oleh seorang Direktur Pelaksana yang juga bukan orang konservasi, latar belakangnya Tehnik yang menerima proyek pembangunan gapura KBS dari Chairul senilai Rp 2 Milyard lebih.

Rekrutmen direktur KBS kali ini sama dengan terdahulu, pihak tim seleksi juga bukan orang konservasi yang tidak paham seluk beluk dunia kebun binatang, apakah akan menjaring sosok Chairul Anwar baru ?

Lagi-lagi wakil rakyat Surabaya di Komisi B diam, awak media juga tidak paham, seharusnya Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim wajib beri masukan ke Pemkot Surabaya karena sebagai ujung tombak Lembaga Konservasi dan di bawah wewenang Kementerian Kehutanan (Kemenhut), tapi mau bagaimana kalau Menteri Kehutanannya sendiri bukan orang konservasi yang ahli Kehutanan, Menteri Kehutanan (Menhut) sekarang ahli Ke Tuhanan, yang hobby main Gaple (Domino) dan kumpulkan Amplop.

Baca juga: Mantan Dirut KBS Jadi Ditahah Kejati Jatim Usai Jadi Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

"Among Satwa Amrih Lestari"

Kau Peduli, Aku Lestari

Singky Soewadji, Pemerhati Satwa Liar dan Koordinator Aliansi Pecinta Satwa Liar Indonesua (APECSI)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru