Kisah Inspiratif Bripka Nur Alam di Pedalaman Sulbar: Sosok Polisi Pengayom dan Guru Ngaji bagi Anak-Anak Desa Botteng

bacasaja.id
Bripka Muh Nur Alam (45), personel Polsek Mambi, Polres Mamasa, mengajari mengaji anak-anak di daerah pedalaman

MAMASA– Deru mesin sepeda motor meraung menembus pekatnya jalur pedalaman Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar). Di atas roda dua itu, seorang pria berseragam cokelat tampak mahir mengendalikan stang di tengah kepungan jalan berlubang, licin, dan berlumpur.

Pria itu adalah Bripka Muh Nur Alam (45), personel Polsek Mambi, Polres Mamasa, yang mengemban amanah sebagai Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) di Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan.

Baca juga: Jaga Malam Tetap Kondusif, Ditlantas Polda Sulbar Gencarkan Patroli dan Edukasi Keselamatan

Namun, kedatangannya ke dusun-dusun terpencil bukan sekadar menjalankan patroli keamanan rutin. Ada misi mulia lain yang konsisten ia emban dalam tiga bulan terakhir: memastikan anak-anak di desa binaannya tak buta huruf Al-Qur'an.

Tergerak oleh Keterbatasan Guru Ngaji

Langkah Bripka Nur Alam tergerak tatkala mendapati kenyataan pahit di lapangan. Pendidikan Al-Qur'an di Desa Botteng sangat bergantung pada kehadiran para mahasiswa lokal yang sedang libur kuliah. Saat para mahasiswa kembali ke kota, aktivitas belajar ngaji anak-anak mendadak mati suri.

Di sisi lain, mayoritas orang tua di desa tersebut menghabiskan waktu sejak pagi hingga petang di kebun demi menopang ekonomi keluarga.

"Saat saya melakukan kegiatan sambang desa, saya melihat anak-anak hanya berkumpul dan bermain. Katanya tidak mengaji karena gurunya sedang ada kegiatan. Dari situ saya tergerak mengajar mereka di masjid," ujar Bripka Nur Alam saat dikonfirmasi, Sabtu (29/8/2026).

Pria kelahiran 1981 ini sejatinya memiliki bekal keagamaan yang mumpuni. Sebelum mengenakan seragam Bhayangkara, ia merupakan alumnus Pondok Pesantren DDI Manahlil Ulum Kaballangan, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Bekal ilmu tajwid dan hafalan yang dipelajarinya semasa menjadi santri kini ia abdikan sepenuhnya untuk masyarakat.

Rela Menembus Jalan Rusak demi 45 Murid Ngaji

Baca juga: Briptu Risaldi Personel Ditlantas Polda Sulbar Wakili Indonesia di Ajang Internasional Karate Sri Lanka 2027

Kini, tidak kurang dari 45 anak yang tersebar di lima dusun di Desa Botteng rutin menantikan kedatangan Bripka Nur Alam. Dengan rata-rata 8 hingga 10 murid di setiap dusun, ia mengatur jadwal mengajar secara bergiliran sedikitnya tiga kali dalam seminggu di masjid-masjid setempat.

Tugas tersebut jelas tidak mudah. Dari Polsek Mambi menuju lokasi binaan, ia harus menempuh jarak sekitar 15 kilometer. Jalur sepanjang 10 kilometer di antaranya merupakan jalan tanah yang rusak parah dan amat sulit dilalui, terlebih saat musim hujan menerpa.

Kondisi fasilitas tempat belajar pun tergolong memprihatinkan. Keterbatasan mushaf Al-Qur'an dan kelayakan bangunan masjid kerap menjadi tantangan harian. Kendati demikian, antusiasme anak-anak menjadi penawar lelah yang ampuh bagi polisi ramah ini.

Ketekunannya bahkan memikat hati warga lokal hingga ia kerap diminta untuk menetap di desa tersebut. "Warga sering meminta saya tinggal di sana. Tapi tentu sulit, karena sebagai anggota Polri saya juga memiliki tugas kedinasan lain yang harus dijalankan," tuturnya.

Baca juga: Polda Sulbar Kawal Penyampaian Aspirasi secara Humanis, Situasi Kota Mamuju Tetap Aman dan Kondusif

Mimpi Besarnya: Membangun Rumah Tahfidz Gratis

Pengabdian Bripka Nur Alam tidak berhenti sampai di saung dan masjid desa. Saat ini, ia bersama seorang ulama setempat tengah menggalang rencana besar untuk mendirikan rumah tahfidz Al-Qur'an di kawasan Mambi.

Rumah tahfidz tersebut dirancang khusus untuk merangkul masyarakat kurang mampu, baik anak-anak maupun orang tua yang ingin belajar membaca Al-Qur'an tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Bagi Bripka Nur Alam, mengabdi kepada masyarakat bisa diwujudkan dari hal-hal sederhana di sekitar kita. Melalui bilik-bilik masjid di pedalaman Mamasa, ia tidak hanya menebar syiar Al-Qur'an, tetapi juga mengukir wajah kepolisian yang humanis, dekat, dan dicintai masyarakat.

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru