Khawatir Jadi Klaster Baru, Bolehkah Buka Puasa Bersama di Restoran?

bacasaja.id
Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto

BACASAJA.ID - Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengaku sedang mematangkan aturan buka bersama di restoran.

Irvan Widyanto menyatakan kemungkinan besar acara buka bersama ini dibolehkan. "Bisa dilaksanakan, tapi dengan pembatasan-pembatasan yang biasa kita lakukan," ungkap Irvan di Balai Kota Surabaya, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Pemkot Surabaya Dukung Program RJ Kejaksaan, 25 Pelaku Jalani Sanksi Sosial di Liponsos pada 2025

Ia juga menegaskan kepada pihak restoran untuk menyiapkan mushala dengan mengatur protokol kesehatan (prokes). Selain itu, tempat wudhu dan shalat juga harus dikurangi dari kapasitas sebelum pandemi.

Baca juga: Diskotek Stasiun dan Club Deluxe Dirazia, Polisi Amankan Puluhan Pengunjung Positif Narkoba

"Pokoknya boleh berjalan dengan berorientasi pada prokes," tegasnya.

Pasalnya, buka puasa bersama ini merupakan tradisi bersama, maka Pemkot Surabaya akan berusaha semaksimal mungkin. Hal ini didasarkan kekhawatiran akan munculnya klaster baru di restoran.

Baca juga: Berikan Rasa Aman, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Turun Langsung Pengaturan Lalu Lintas Pagi

"Selama pihak restoran menerapkan prokes dan mengikuti aturan dari kita, pasti bisa sama-sama jalan. Ini juga karena restoran kan merupakan salah satu penggerak roda ekonomi di Surabaya," pungkasnya. (byta)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru