Sosialisasi Program Berobat Gratis, Pemkot Terjunkan Puluhan Personel

bacasaja.id
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

BACASAJA.ID - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan sekaligus menggencarkan sosialisasi pelaksanaan penerapan Universal Health Coverage (Jaminan Kesehatan Semesta) kepada masyarakat. Terkait hal itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya pun menerjunkan puluhan petugas untuk membantu pihak rumah sakit.

Puluhan personel itu disebarkan untuk rumah sakit dan klinik yang tergabung dalam dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan se-Surabaya.

Baca juga: Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Masuki Tahap III, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

Tujuannya, untuk membantu rumah sakit dalam mensosialisasikan program Jaminan Kesehatan Semesta (JKS) yang menjadi bagian dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Selain itu, apabila dalam pelaksanaan penginputan data warga, mengalami kendala teknis maka petugas Dinkes akan mengatasi permasalahan tersebut.

“Jadi kemarin pada saat hari pertama ada beberapa rumah sakit yang sedikit mengalami kendala pada aplikasi. Nah dari situ kadinkes langsung menempatkan petugas yang bekerjasama dengan BPJS termasuk klinik,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Jumat (9/4/2021).

Cak Eri – sapaan akrab Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan, semua itu dilakukan agar tidak ada kendala ketika pasien datang untuk mendaftarkan diri dengan hanya membawa KTP saja.

Baca juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Cukup dengan KTP, para petugas langsung meng-entry data pasien ke dalam aplikasi Cek Kependudukan Disdukcapil Surabaya dan Edabu Jamkesda BPJS Kesehatan.

“Jadi kalau ada trouble langsung dikover teman-teman Dinkes. Inilah namanya penyempurnaan sehingga tidak ada warga yang bolak-balik. Kita coba terus sempurnakan fasilitas ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Surabaya Febria Rachmanita menambahkan, antusias masyarakat dalam memanfaatkan JKS dinilai luar biasa. Bahkan, berdasarkan data yang tercatat, mulai 1 April 2021 hingga hari ini sebanyak lebih dari 220 orang telah terdaftar.

Baca juga: Wali Kota Eri Cahyadi Cari Langsung Umik Terduga Pelaku Pungli PKL di Taman Bungkul Surabaya

“Dari 220 orang itu mereka terdiri dari masyarakat yang daftarnya di kelurahan maupun di faskes,” jelasnya.

Ia berharap, ke depan semakin banyak lagi masyarakat yang dapat memanfaatkan layanan fasilitas kesehatan. Hal ini menjadi penting agar ketika warga sakit cukup membawa KTP saja untuk berobat ke 63 puskesmas se-Surabaya.

“Kami berharap semua warga menyempatkan diri mendaftarkan. Kalau kondisinya sehat bisa ke kelurahan akan langsung dilayani. Kalau memang sedang sakit bisa ke puskesmas terdekat dengan hanya menunjukkan KTP Surabaya. Mekanisme rujukannya tetap berjenjang ya," pungkasnya. (byta)

Editor : Redaksi

Hukum
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru