Kilas Kehidupan Atikoh Yang Menjadi Sasaran Fitnah Pendukung Kadrun

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Siti Atikoh
Siti Atikoh

i

BACASAJA.ID - Lagi-lagi kelompok kadrun berulah. Tindakannya yang satu ini terkesan nyeleneh dan sangat menampakkan kebodohannya dimata publik. Mengapa demikian? Sebab pemilik akun twitter yang bernama @abu_waras belum lama ini menghapus cuitannya yang sempat ramai menjadi perbincangan publik.

Sebelumnya, akun tersebut telah mengunggah perawakan Ganjar yang tengah memeluk hangat seorang perempuan muda. Melihat hal itu saja membuatku tepuk jidat, begitu bodohnya salah satu kelompok kadrun ini sampai-sampai mengangkat sebuah isu yang tak bermutu.

Padahal tak perlu digali informasinya pun dari visualnya saja sudah kentara, jika wanita yang berada dalam dekapan Ganjar tersebut merupakan Siti Atikoh.

Siapa gerangan wanita cantik yang tiba-tiba saja memenuhi halaman timeline medsosku itu? Rasa penasaran pun santer berlalu-lalang dalam anganku. Tak kuasa pikiranku pun turut tergugah untuk menyelidiki sosok perempuan bertubuh mungil ini.

Rupanya wanita berperawakan ayu tersebut memiliki nama panjang Siti Atikoh Supriyanti, istri dari seorang pejabat nomor satu di Jawa Tengah yakni Ganjar Pranowo. Sekian lama diriku mengarungi lautan informasi untuk sekedar mengusut perihal latar belakang Siti Atikoh, “hemm sepertinya ia bukanlah seorang wanita sembarangan.” celetukku.

Wanita yang kerap disapa Atikoh ini merupakan wanita kelahiran Purbalingga, yang berarti didalam tubuhnya memiliki darah murni asli keturunan Jawa tulen. Sebelum memutuskan untuk menjalani bahtera rumah tangga dengan Ganjar, Atikoh telah menyelesaikan bangku pendidikan sampai ke Universitas Negeri ternama di UGM dengan mengambil jurusan Teknologi Pertanian.

Selain mencari ilmu di Universitas ternama, Atikoh ternyata juga mendapatkan gelar sebagai master Public Policy dari salah satu Universitas di Tokyo, Jepang. Kisah asmara dua sejoli ini pun tak semulus seperti yang dibayangkan, sebab keduanya pernah menjalani hubungan LDR (long distance relationship.)

Waktu itu Ganjar memulai kariernya menjadi HRD diperusahaan Jakarta, sedangkan Atikoh menjadi wartawan dikota Solo. Berbekal kesabaran serta kesetiaan keduanya, pada tahun 1999 akhirnya dua insan ini disatukan dengan ikatan SAH dimata agama serta negara.

Pada tahun yang sama pula, Atikoh telah beralih profesi sebagai PNS di Jakarta sebelum akhirnya pindah ke Jateng. Tak banyak yang tahu seberapa besar kiprah Atikoh kala menjalani tugas seorang PNS di Kota Metropolitan itu.

Atikoh sempat menjadi bagian dari anak buah Gubernur DKI yang kala itu disandang oleh pasangan Jokowi dan Ahok. Namun Atikoh memilih untuk merahasiakan hal itu lantaran ingin bersikap profesional saat menunaikan tugas. Dirinya lebih senang dihormati karena kontribusi yang telah ditorehkan. Bukannya dari hasil memanfaatkan tingginya jabatan dari suaminya.

Waw! Selain memiliki paras ayu nan lembut, ternyata dirinya juga tak suka dengan hal-hal yang berbau sesumbar. Sikap kesederhanaan yang dimiliki Atikoh begitu mengesankan. Lumrah saja Atikoh memiliki pendirian demikian, hal itu tak luput dari keterlibatan pola asuh yang diberikan oleh keluarga Atikoh.

Atikoh besar dan tumbuh dilingkungan keluarga seorang ulama. Kakek Atikoh yakni KH Hisyam A. Karim adalah seorang pendiri Ponpes di Kalijaran. Perlu diketahui juga, jika kakek Atikoh merupakan salah satu tokoh penting dalam lingkup Nahdlatul Ulama (NU) yang sangat disegani.

Kini Atikoh telah kembali ditanah kelahirannya. Sebagai seorang istri dan ibu bagi anaknya, Atikoh akan selalu mendukung semua langkah becik yang dilakukan oleh suaminya. Salah satunya mengabdi pada bangsa dan negara.

Atikoh telah mengikhlaskan suaminya dimiliki oleh masyarakat. Sebab ia tahu konsekuensi yang akan ia tanggung jika terjun dalam pusaran pemerintahan. Tak ada rasa cemburu maupun sensi jika Ganjar lebih banyak memberikan waktunya untuk rakyat ketimbang keluarga.

Atikoh yakin, jika pasangan hidupnya itu sedang bekerja keras demi menjalankan mandat se-amanah dan sebaik mungkin. Ia percaya jika suaminya tak akan berbuat neko-neko, bahkan melenceng dari SOP-nya sebagai seorang Gubernur. Walaupun Atikoh jarang melakukan quality time dengan Ganjar serta buah hatinya, tak membuat rasa sayang kepada suaminya itu luntur.

Justru Atikoh lega, karena suaminya mampu merangkul serta mengayomi semua warganya. Melihat sang suami yang selalu tersenyum, tertawa bersama masyarakat, membuat Atikoh berkomitmen untuk terus ada dan selalu mendampingi suaminya dalam suka maupun duka.

Begitulah secarik cerita singkat dari kehidupan Atikoh yang mungkin akan membuat iri kaum hawa lantaran kisah cinta keduanya yang sangat pantas dijadikan inspirasi. Perjalanan hidup yang banyak mengajarkan tentang arti kesetiaan dan kepercayaan antar pasangan.

Sepertinya dari sekilas biografi Atikoh saja sudah membuatku yakin, jika istri Ganjar ini memanglah sangat pantas menjadi seorang Ibu Negara setelah Ibu Iriana. Keteguhan serta kelegowo-an yang keduanya miliki telah mencerminkan sikap dari seorang permaisuri tangguh yang rela memberikan suaminya demi kepentingan negara.

Penulis : Kiki. D

Berita Terbaru

Bus Terperosok di Karossa, 2 Tewas, Polisi dan Warga Sigap Evakuasi Korban

Bus Terperosok di Karossa, 2 Tewas, Polisi dan Warga Sigap Evakuasi Korban

Minggu, 06 Sep 2026 18:55 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 18:55 WIB

MAMUJU TENGAH – Kecelakaan lalu lintas tunggal melibatkan Bus Bintang Fadiya nomor polisi DN 7901 AU terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Tasokko, Kecamatan K…

PC GP Ansor Kota Probolinggo Dukung Ansor Jatim: Nahdliyin Bukan Komoditas Politik

PC GP Ansor Kota Probolinggo Dukung Ansor Jatim: Nahdliyin Bukan Komoditas Politik

Minggu, 06 Sep 2026 17:04 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 17:04 WIB

PROBOLINGGO — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kota Probolinggo menyatakan dukungan terhadap sikap tegas Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur …

Hari Primata Se Dunia 1 September

Hari Primata Se Dunia 1 September

Minggu, 06 Sep 2026 11:01 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 11:01 WIB

Oleh : Singky Soewadji Hari Primata Sedunia Menjadi Pengingat Akan Keanekaragaman Hayati Yang Ada di Indonesia.  Mari Kita Sama-sama Saling Menjaga Hutan & …

Patroli Blue Light Polantas Polda Sulbar: Bangun Kedekatan Akrab, Pastikan Malam yang Aman dan Penuh Kehangatan

Patroli Blue Light Polantas Polda Sulbar: Bangun Kedekatan Akrab, Pastikan Malam yang Aman dan Penuh Kehangatan

Minggu, 06 Sep 2026 08:44 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 08:44 WIB

POLDA SULBAR - Sorotan lampu biru kendaraan patroli Polantas Polda Sulbar kembali menyisir ruas jalan Kota Mamuju, Sabtu (5/9/26) malam. Dalam program rutin…

Rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, Ini Makna Filosofi Tari Bedhaya Ketawang

Rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, Ini Makna Filosofi Tari Bedhaya Ketawang

Sabtu, 05 Sep 2026 17:39 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:39 WIB

SURAKARTA — Karaton Surakarta Hadiningrat melaksanakan salah satu rangkaian penting menuju Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, yakni latihan p…

Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan

Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan

Sabtu, 05 Sep 2026 17:23 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:23 WIB

MAMUJU TENGAH – Menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kapolres Mamuju Tengah (Mateng) AKBP Ari P…