LAMONGAN- Tim Pemenangan Muda Ganjar-Mahfud dengan antusias bertemu dengan komunitas nelayan di Brondong, Lamongan. Pertemuan ini berfokus pada menggali isu-isu yang memengaruhi nelayan, termasuk kendala terkait regulasi pemerintah yang mempersulit izin nelayan, masalah kredit yang macet, serta fluktuasi harga yang diakibatkan oleh oknum tertentu.
Dalam diskusi yang penuh antusiasme ini, banyak aspirasi dari para nelayan diserap dengan seksama. Mereka menyampaikan bahwa kendala perizinan yang sulit diperoleh menghambat laju usaha mereka, sementara kredit yang macet menjadi beban tersendiri. Selain itu, sistem harga yang naik turun oleh oknum tidak bertanggung jawab juga menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi secara berkala oleh komunitas nelayan.
"Pak Ganjar dan Pak Mahfud berkomitmen untuk membawa perubahan yang positif bagi nelayan di Indonesia," ujar Setiawan selaku Direktur TPM Ganjar-Mahfud Jatim dalam rilisnya Kamis (4/1/2024).
"Kami mendengarkan dengan seksama aspirasi para nelayan di Pantai Kutang, dan akan memperjuangkan stabilitas regulasi, bantuan ekspor, serta pasar yang lebih luas untuk nelayan."
Pak Ganjar diharapkan dapat membawa angin segar dalam memperbaiki sistem yang saat ini menghambat kemajuan nelayan. Stabilitas regulasi, bantuan ekspor yang lebih baik, dan pasar yang lebih luas diharapkan akan membawa dampak positif bagi keberlangsungan hidup nelayan serta pertumbuhan ekonomi di sektor perikanan.
Tim Pemenangan Muda Ganjar-Mahfud tetap berkomitmen untuk terus mendengarkan aspirasi masyarakat, khususnya nelayan, dalam membangun perubahan yang berarti bagi Indonesia. (*)
Editor : Redaksi