Wali Kota Surabaya Rancang "Kawasan Langgar Gipo" di Ampel

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menerima Ketua Yayasan IKSA/KH Hasan Gipo, HA Wachid Zein (dua dari kanan), di Balai Kota Surabaya, Senin(18/3/2024).
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menerima Ketua Yayasan IKSA/KH Hasan Gipo, HA Wachid Zein (dua dari kanan), di Balai Kota Surabaya, Senin(18/3/2024).

i

SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa dirinya siap merancang "Kawasan Langgar Gipo" di Jalan Kalimas Udik, Ampel, Surabaya, sebagai bagian dari "kota lama" di Surabaya yang akan dicanangkan pada HUT Kota Surabaya pada Mei 2024.

"Apa yang kita nikmati sekarang itu tidak terlepas dari mbah buyut yang mbabat alas kota ini," kata Eri saat menerima Ketua Yayasan IKSA/KH Hasan Gipo, HA Wachid Zein, di Balai Kota Surabaya, Senin (18/3/2024).

Saat menerima Ketua Yayasan IKSA (Insan Keturunan Sagipoddin), Sekretaris IKSA H Ach Hifni, dan dzurriyah Hasan Gipo lainnya, Eri didampingi jajaran dari dinas kebudayaan dan dinas cipta karya.

Menurut Wali Kota, sesepuh yang menjadi "cikal bakal" Kota Surabaya adalah para dzurriyah/keturunan Sunan Ampel, diantaranya mbah KH Hasan Gipo (Ketua Umum PBNU pertama) dan mbah/kakek lainnya. "Karena itu, saya ingin mengembangkan Langgar Gipo di Jalan Kalimas Udik I, Nyamplungan, Ampel, Surabaya menjadi Kawasan Langgar Gipo untuk menghormati para kakek dan guru-guru kita," katanya.

Kepada Yayasan IKSA dari "dzurriyah" KH Hasan Gipo, Wali Kota Eri Cahyadi meminta izin dan restu untuk membangun. "Saya akan bangun sebagai cagar budaya, nanti kalau bangunan sudah jadi, kunci akan saya serahkan kepada dzurriyah untuk pengelolaannya," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta sinergitas jajaran Pemkot Surabaya dengan Yayasan IKSA untuk mengembalikan rancangan Langgar Gipo ke bentuk aslinya.

"Langgar Gipo itu sangat bersejarah, karena tidak hanya ada langgar/musholla, tapi juga ada sumur penggemblengan Arek-Arek Suroboyo, bunker, dan lantai atas untuk tempat singgah jamaah haji saat masih pakai kapal laut. Lantai atas akan kita jadikan museum dan ruang pertemuan bagi pengunjung/wisatawan," katanya.

Menanggapi rencana Wali Kota Eri Cahyadi itu, Ketua Yayasan IKSA/KH Hasan Gipo, HA Wachid Zein, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Pemkot Surabaya pada Langgar Gipo.

"Kami siap diajak rembukan/koordinasi, karena Langgar Gipo memang tidak hanya memiliki bentuk fisik sebagai tempat ibadah yang menjadi milik keluarga, tapi Hasan Gipo itu milik umat atau warga kota, jadi kami berterima kasih karena mbah Hasan Gipo memang memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan kota ini," katanya.

Langgar Sagipodin/Gipo didirikan oleh keluarga Sagipoddin sekitar tahun 1700-an oleh Tsaqifuddin (tsaqif/perintis ad-din/agama) atau H. Abdul Latif bin Kamal bin Kadirun, seorang saudagar/pedagang kaya di kawasan kampung elit Ngampel. Langgar Sagipodin dibangun dengan kayu jati kuno dan tegel terakota.

Langgar Sagipoddin baru direnovasi ulang sekitar tahun 1800-an, memiliki 2 lantai dan berdiri di atas lahan sekitar 100 meter persegi. Hasan Gipo tak banyak ditulis dalam sejarah perjuangan bangsa, karena situs makam Hasan Gipo baru ditemukan di kompleks pemakaman Ngampel pada tahun 2015.

Langgar Gipo bukan hanya tempat sholat, tapi juga tempat berkumpul para Kyai dan tokoh pergerakan, seperti Kyai Wahab Hasbullah, KH. Mas Mansur, Hasan Gipo, HOS Tjokroaminoto, dan Soekarno. Dari langgar ini berdiri "Tashwirul Afkar" yang merupakan cikal bakal NU (Nahdlatul Ulama), Nahdlatul Wathon dan Nahdlatut Tujjar. (*)

 

Berita Terbaru

Bus Terperosok di Karossa, 2 Tewas, Polisi dan Warga Sigap Evakuasi Korban

Bus Terperosok di Karossa, 2 Tewas, Polisi dan Warga Sigap Evakuasi Korban

Minggu, 06 Sep 2026 18:55 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 18:55 WIB

MAMUJU TENGAH – Kecelakaan lalu lintas tunggal melibatkan Bus Bintang Fadiya nomor polisi DN 7901 AU terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Tasokko, Kecamatan K…

PC GP Ansor Kota Probolinggo Dukung Ansor Jatim: Nahdliyin Bukan Komoditas Politik

PC GP Ansor Kota Probolinggo Dukung Ansor Jatim: Nahdliyin Bukan Komoditas Politik

Minggu, 06 Sep 2026 17:04 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 17:04 WIB

PROBOLINGGO — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kota Probolinggo menyatakan dukungan terhadap sikap tegas Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur …

Hari Primata Se Dunia 1 September

Hari Primata Se Dunia 1 September

Minggu, 06 Sep 2026 11:01 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 11:01 WIB

Oleh : Singky Soewadji Hari Primata Sedunia Menjadi Pengingat Akan Keanekaragaman Hayati Yang Ada di Indonesia.  Mari Kita Sama-sama Saling Menjaga Hutan & …

Patroli Blue Light Polantas Polda Sulbar: Bangun Kedekatan Akrab, Pastikan Malam yang Aman dan Penuh Kehangatan

Patroli Blue Light Polantas Polda Sulbar: Bangun Kedekatan Akrab, Pastikan Malam yang Aman dan Penuh Kehangatan

Minggu, 06 Sep 2026 08:44 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 08:44 WIB

POLDA SULBAR - Sorotan lampu biru kendaraan patroli Polantas Polda Sulbar kembali menyisir ruas jalan Kota Mamuju, Sabtu (5/9/26) malam. Dalam program rutin…

Rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, Ini Makna Filosofi Tari Bedhaya Ketawang

Rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, Ini Makna Filosofi Tari Bedhaya Ketawang

Sabtu, 05 Sep 2026 17:39 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:39 WIB

SURAKARTA — Karaton Surakarta Hadiningrat melaksanakan salah satu rangkaian penting menuju Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, yakni latihan p…

Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan

Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan

Sabtu, 05 Sep 2026 17:23 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:23 WIB

MAMUJU TENGAH – Menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kapolres Mamuju Tengah (Mateng) AKBP Ari P…