Business Matching dengan Konsorsium PTV,  Kadin Jatim: Inovasi Teknologi Harus Berbasis Potensi Daerah

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto (kanan) saat melihat hasil karya mahasiswa. (foto: Kadin Jatim)
Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto (kanan) saat melihat hasil karya mahasiswa. (foto: Kadin Jatim)

i

SURABAYA - Konsorsium Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) melakukan business matching dengan mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DuDi) yang ada di bawah naungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk mengusulkan penguatan bisnis melalui kolaborasi dan kemitraan berbasis konsorsium.

Ketua Umum Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto menegaskan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk menemukan satu kesamaan program inovasi produk untuk bisa dikerjasamakan bersama. Kegiatan ini juga sebagai tindak lanjut pertemuan antara Konsorsium PTV bersama Kadin Jatim dengan pelaku industri di KEK JIIPE Minggu yang lalu.

"Tentunya program inovasi yang akan dikembangkan tersebut harus mengacu pada berbagai potensi daerah di Jatim," ujar Adik Dwi Putranto, dalam rilis Kadin Jatim, di Surabaya, Jumat(24/5/2024).

Sejumlah potensi Jatim diantaranya adalah sektor pertanian. Sehingga Adik berharap, dengan adanya kolaborasi antara PTV dengan industri, akan tercipta di teknologi berbasis pertanian.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Konsorsium PTV Jatim Amang Sudarsono bahwa kegiatan "Business matching," ini memiliki tujuan utama untuk melakukan koordinasi dan penjajakan dengan industri yang belum mengenal program tersebut. Sedikitnya ada 60 lebih perwakilan industri di Jatim yang hadir, khususnya industri yang ada di naungan Kadin Jatim.

"Kami punya rencana mengembangkan program Teaching Factory berbasis konsorsium. Misal ada program besar dari satu industri atau beberapa industri, itu tidak bisa kita selesaikan satu PTV saja, itu bisa dikolaborasikan dengan PTV lain. Ini salah satu dari tujuan kami nanti agar terbangun sebuah produk yang dibutuhkan oleh daerah dan kota di Jatim, misal produk pengembangan smart agriculture," terangnya panjang lebar.

Jika ada program seperti ini misalnya, maka PENS bisa masuk disisi teknologi, teman-teman dari PTV Jember bisa melakukan inovasi teknologi pertanian. Teman-teman dari universitas masuk dengan sosial, smart farming atau smart agriculture.

'Yang saat ini dikenal dengan pertanian tradisional, dibawa ke pertanian modern dengan menggunakan segala macam teknologi modern, sehingga semua masuk, robotik masuk, IOT masuk, AI masuk dan sebagainya yanv didukung oleh teman-teman dalam pengembangan pertanian dan pengolahannya," ungkapnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kiki Yuliati dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak sehingga program ini terlaksananya dengan baik di Jawa Timur.

"Kami di kementerian mengapresiasi betul apa yang sudah dikerjakan oleh Konsorsium Jawa Timur. Kolaborasi antar-perguruan tinggi yang dilakukan ini merupakan aspek penting bagi pelaksanaan pendidikan vokasi di Indonesia," katanya

Ia pun mengingatkan agar konsorsium PTV tetap menjaga apa yang sudah disusun baik work force dan innovation berbasis potensi daerah, yang dalam pengerjaannya melibatkan pemangku kepentingan di provinsi, termasuk media massa.

"Upaya ini sangat penting untuk menjadi pertimbangan dalam menentukan kebijakan dan program terkait pendidikan vokasi di pemerintah pusat. Sedangkan bagi pemerintah daerah, hasil dari program ini nantinya diharapkan mampu menjadi acuan untuk pembangunan ekonomi di Jawa Timur untuk ke depannya, setidaknya dalam lima tahun ke depan," imbuhnya.

Tak hanya itu, dia pun mengajak semua PTV untuk aktif mengkomunikasikan berbagai potensi SDMnya. Karena kurangnya komunikasi menjadi salah satu faktor mengapa SDM Vokasi kurang mendapat tempat.

"Dan ingat, PTV bukan sebagai pencetak, tapi menyiapkan SDM sesuai dengan kebutuhan bangsa ini, bukan hanya sekarang, tapi 5 tahun ke depan apa yang sekiranya akan dibutuhkan, harus disiapkan sejak sekarang," tegasnya.(Kominfo Jatim)

Tag :

Berita Terbaru

Pikap PT Latitude Industries Bolak-balik Lansir Pertalite untuk Speedboat Reni Fadhila 08 di SPBU Kodim Seraya Ataa

Pikap PT Latitude Industries Bolak-balik Lansir Pertalite untuk Speedboat Reni Fadhila 08 di SPBU Kodim Seraya Ataa

Selasa, 21 Jul 2026 19:12 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 19:12 WIB

BATAM— Mobil pikap bernomor polisi BP 8640 DM yang melansir belasan jeriken BBM jenis Pertalite di SPBU 13.294.704 Kodim, Batam, tercatat atas nama PT Latitude …

RUU PFII Resmi Disahkan, DPR RI Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Berdaya Saing Global

RUU PFII Resmi Disahkan, DPR RI Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Berdaya Saing Global

Selasa, 21 Jul 2026 19:07 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 19:07 WIB

JAKARTA- DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menjadi undang-undang dalam agenda Rapat…

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

JAKARTA– KPK mengisyaratkan peluang mengembangkan penyidikan dugaan suap pengurusan pelepasan kawasan hutan produksi terbatas di Kementerian Kehutanan (…

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Oleh: Lujeng Lutvia, S.Pd, Gr  Di tengah berbagai tantangan penyelenggaraan pendidikan inklusif di Indonesia, SMP Negeri 3 Probolinggo menunjukkan bahwa …

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

SURABAYA- Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia (RI), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa penarikan iuran atau …

Menhut Raja Julo Berpeluang Jadi Tersangka Gratifikasi Amplop Kuansing

Menhut Raja Julo Berpeluang Jadi Tersangka Gratifikasi Amplop Kuansing

Selasa, 21 Jul 2026 11:48 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 11:48 WIB

JAKARTA- Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni berpeluang ditetapkan sebagai tersangka apabila Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti adanya…