Susah Promosi Bisnis Saat Pandemi, Ini Tips dari Mahasiswa Umsida

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Ade Vega Mei Lusiana
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Ade Vega Mei Lusiana

i

BACASAJA.ID - Dampak pandemi Covid-19 sangat terasa di dunia ekonomi dan bisnis. Dalam waktu yang cukup singkat, pola pemasaran pun berubah terlebih ketika pemberlakukan pembatasan kegiatan hingga larangan berkerumun.

Para pengusaha atau pebisnis harus putar otak untuk bisa memasarkan produk atau jasa mereka ke konsumen, sebagai strategi brand bertahan di tengah pandemi virus corona. Para pelaku bisnis pun mengoptimalkan pemasaran lewat online dan digital branding sebagai sarana komunikasi dengan target konsumennya.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Ade Vega Meilusiana (24) memiliki beberapa tips mengenai pengembangan pemasaran bisnis lewat digital. Ia mengakui jika dampak dari bencana wabah virus corona memukul banyak sektor bisnis di Indonesia.

Beberapa sektor bisnis yang berpotensi mengalami penurunan penjualan menurutnya adalah usaha bengkel, restoran, salon, spa, properti, tour & travel, hotel, transportasi, penerbangan, mal, dan beberapa sektor bisnis lainnya.

"Kalau yang stabil dan mengalami kenaikan meski kondisi pandemi seperti produk kesehatan, toko sembako, apotek, toko jamu, provider internet, aplikasi belajar dari rumah, dan lainnya," ujar Vega, Rabu (20/1/2021).

Nah, untuk tetap dapat bertahan di tengah pandemi ini, para pelaku brand harus bisa menyiasatinya. Menurut mahasiswa semester 4 ini, para pelaku bisnis bisa mulai fokus ke pemasaran digital melalui website yang dijadikan social media, penjualan melalui marketplace, dan membentuk tim reseller untuk menjual produknya.

"Terlebih lagi saat ini korban PHK atas dampak pandemi sudah mencapai lebih dari satu juta orang. Solusinya bagi korban PHK adalah mencari alternatif lain dengan menjadi reseller atau penjual dari produk-produk yang dibutuhkan saat masa pandemi ini," katanya.

Untuk bisa mengefektifkan pemasarannya, menurut Vega, pebisnis harus memperhatikan merek yang mudah diingat dan diucapkan. Dengan merk yang mudah diingat serta diucapkan, maka bisnis akan lebih cepat berkembang.

"Karena banyak orang akan lebih sering membicarakannya. Apalagi jika ditambahkan nama-nama unik dari setiap produk yang ditawarkan atau nama-nama yang membuat tertarik orang untuk melihat produknya," jelasnya.

Kemudian sebisa mungkin foto produk harus menarik. Tujuannya ketika konsumen melihatnya melalui gambar akan tertarik dan mampu berbicara kepada setiap calon pembeli yang melihat bahwa memang produk yang dipasarkan bagus.

"Tampilan foto yang menarik akan membuat calon konsumen segera mengklik produk anda. Selain foto menarik, juga tampak bersih. Tak lupa juga bila menggunakan endorse, membuat orang yang melihat foto ikut tersenyum karena kebersihannya," lanjutnya.

Selain endorsement, pebisnis juga harus memiliki media sosial sendiri. Media sosial ini tak boleh bercampur dengan media sosial milik pribadi karena nantinya akun tersebut digunakan untuk promosi secara berkala. "Jadi harus dipisahkan agar pembeli bisa percaya kalau produk kita itu benar-benar ada dan terpercaya," ujarnya.

Hal lainnya, lanjut Vega, yang perlu dibuat untuk melakukan promosi online adalah toko online. Toko online ini berfungsi sebagai wadah produk yang di tawarkan dan untuk transaksi jual beli secara online.

"Selain itu toko online juga dapat berfungsi sebagai alat menentukan target pasar, pencatatan jumlah transaksi, dan analisis penjualan," katanya.

Yang terakhir adalah membuat jadwal disertai konten yang menarik untuk posting foto produk atau jasa yang akan ditawarkan. Salah satu yang harus dilakukan agar perkembangan produk berjalan melakukan promosi online dengan membuat rencana terlebih dahulu.

"Pembuatan jadwal dengan menentukan setiap hari dan jam berapa akan memposting produk atau jasa yang ditawarkan, pastikan foto sudah tersedia, dan buat konten atau kalimat penawaran yang semenarik mungkin," terangnya.

Agar peomosi online berhasil adalah proses persiapan dan proses pelaksanaannya. Kemudian bagi yang melakukan pemasaran produk melalui media sosial, pisahkan antara media sosial pribadi dengan media sosial untuk usaha. "Adakan promosi secara rutin, berikan pelayanan terbaik, dan lakukan inovasi-inovasi sehingga produk nampak bersaing, menarik, dan segera untuk dibeli," ucapnya.

"Jangan lupa juga, karena di masa pandemi Covid-19 ini, kepedulian konsumen pada aspek kebersihan dan kesehatan meningkat, jagalah agar tampilan foto produk atau endorser tampak bersih, dan promosikan bahwa produk mendukung kesehatan konsumennya," pungkasnya menambahkan.(Arry)

Berita Terbaru

KPK Periksa Dosen Unbraw Malang, Calon Promotor Mantan Wamenimipas Silmy Karim

KPK Periksa Dosen Unbraw Malang, Calon Promotor Mantan Wamenimipas Silmy Karim

Selasa, 29 Sep 2026 21:29 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 21:29 WIB

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil dosen Program Studi Administrasi Publik Universitas Brawijaya (Unbraw), Romy Hermawan. Dia akan…

Bawa 25,4 Kg Sabu dalam Alphard, Dua Kurir Diadili

Bawa 25,4 Kg Sabu dalam Alphard, Dua Kurir Diadili

Selasa, 29 Sep 2026 16:37 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 16:37 WIB

SURABAYA – Dua terdakwa kasus narkotika, Sonny Pentury alias Ambon dan Iwan Wahyudi alias Iwan, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, S…

Kapolda Sulbar dan BPK Perkuat Sinergi Pengawasan Anggaran

Kapolda Sulbar dan BPK Perkuat Sinergi Pengawasan Anggaran

Selasa, 29 Sep 2026 16:31 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 16:31 WIB

POLDA SULBAR- Langkah nyata dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel terus digelorakan di Sulawesi Barat salah satunya lewat…

Belanja Infrastruktur di RAPBD Surabaya 2027 Capai Rp6,2 Triliun, Banggar Ungkap Alasannya 

Belanja Infrastruktur di RAPBD Surabaya 2027 Capai Rp6,2 Triliun, Banggar Ungkap Alasannya 

Selasa, 29 Sep 2026 14:36 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 14:36 WIB

SURABAYA- Belanja infrastruktur pelayanan publik menjadi salah satu perhatian dalam Rancangan APBD (RAPBD) Surabaya 2027. Alokasi yang disiapkan mencapai…

Rotasi Besar-Besaran di Polda Jatim: Kabid TIK hingga Sejumlah Kapolres Resmi Berganti, Ini Daftarnya!

Rotasi Besar-Besaran di Polda Jatim: Kabid TIK hingga Sejumlah Kapolres Resmi Berganti, Ini Daftarnya!

Selasa, 29 Sep 2026 14:31 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 14:31 WIB

SURABAYA – Polda Jatim menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polda Jatim serta sejumlah Kapolres j…

Dugaan Penganiayaan di Malunda, ini Penjelasan Tegas Kabid Humas Polda Sulbar!

Dugaan Penganiayaan di Malunda, ini Penjelasan Tegas Kabid Humas Polda Sulbar!

Selasa, 29 Sep 2026 12:40 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 12:40 WIB

POLDA SULBAR- Menanggapi dugaan kasus penganiayaan yang sempat viral di media sosial, Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Memo Ardian, menegaskan bahwa Polres …