Kodat86 Bakal Laporkan Dugaan Korupsi Pembangunan Stadion Busung ke KPK

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Stadion Alang Perkasa Busung, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri
Stadion Alang Perkasa Busung, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri

i

BATAM - Ketua Kelompok Diskusi Anti 86 (Kodat86), Cak Ta'in Komari SS menegaskan pihaknya bakal melaporkan sejumlah kasus dugaan korupsi di Kepri, khususnya Bintan. Dia mengaku tengah menginventarisir data dan dokumen pendukung untuk laporan tersebut agar dapat diproses secepatnya. Salah satunya Dugaan Korupsi pada Pembangunan Stadion Alang Perkasa Busung, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.

"Kepri selama ini mendapat pantauan serius oleh KPK. Beberapa kepala daerah sudah merasakan nikmatnya masuk bui karena korupsi, dua gubernur, sekda Bintan, Bupati Bintan dan Kepala BP Bintan. Itu yang diproses langsung KPK, meski ada beberapa yang diproses penegak hukum di wilayah Kepri sendiri." kata Cak Ta'in kepada media Senin (28/7/2025).

Menurut Cak Ta'in, pembangunan stadion Busung Bintan yang telah menelan anggaran Rp. 31,2 miliar itu ada indikasi penyimpangan anggaran. Termasuk belum ada kejelasan soal status lahan 5 hektar yang digunakan tersebut, apakah bekas tambang PT. BMW dan PT. SBT atau milik masyarakat yang belum dibebaskan.

"Ada informasi di lapangan bahwa lahan tersebut milik warga dan belum dibebaskan atau diganti Pemkab. Bintan," ujarnya.

Pembangunan Stadion Megat Alang Perkasa itu dilaksanakan selama 4 tahun, mulai tahun 2017 menggunakan anggaran Rp. 10,7 miliar, tahun 2018 menggunakan anggaran Rp. 4,8 miliar, tahun 2019 menggunakan anggaran Rp. 7,7 miliar dan tahun 2019 menggunakan anggaran Rp. 8 miliar.  Total anggaran pembangunan stadion itu menghabiskan sekitar Rp. 31,2 miliar.

Anehnya, lanjut Cak Ta'in, tidak ada jejak digital terkait pembangunan stadion tahap 1, 2 dan 4, siapa kontraktor pelaksana dan pengawasnya.

"Proyek satu pekerjaan yang dilaksanakan dalam beberapa tahun harusnya multiyears, yg ini apakah satu perusahaan atau berganti-ganti pelaksananya," ucapnya.

Dari 4 tahun itu, hanya pelaksanaan tahun 2019 dengan anggaran Rp. 7,7 miliar untuk pembangunan tangga namun berantakan terkena hujan yang dilaksanakan CV. Binakarya dan konsultan pengawas CV. Vitech Pratama Consultants.

Namun dari sekian masalah persoalan status lahan menjadi paling menarik dan penting karena statusnya lahan menjadi titik awal munculnya masalah. Kabarnya hingga saat ini status lahan tersebut belum diajukan penerbitan sertifikat oleh Pemkab. Bintan.

"Untuk masalah stadion, fokus kita pada status lahan dan penggunaan anggarannya, apakah nilai bangunan yang ada saat ini punya nilai hingga 31, 2 miliar tersebut. Untuk menghitung ulang nilai bangunan itu mudah karena fisiknya jelas. Kondisi lapangan juga dinilai banyak pihak tidak standar, rumput seharusnya menggunakan rumput gajah mini tapi pakai rumput Jepang yang seharusnya buat taman, dan banyak spesifikasi yang tidak mencerminkan itu sebuah stadion." jelasnya.

Lebih lanjut Cak Ta'in menegaskan, stadion yang belum difungsikan hingga saat ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan dan diduga ada masalah serius.

"Kita sedang menginventarisir data dan dokumen, begitu cukup segera kita laporkan. Bukan hanya dugaan korupsi stadion, tapi juga dugaan korupsi sebelumnya, termasuk mendesak menuntaskan soal dana reklamasi pasca tambang di KPK," pungkasnya. ***

Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Tegaskan Komitmen Digitalisasi Parkir Tepat Waktu Dan Transparan

Pemkot Surabaya Tegaskan Komitmen Digitalisasi Parkir Tepat Waktu Dan Transparan

Selasa, 01 Sep 2026 20:37 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 20:37 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat komitmen transparansi dan modernisasi layanan publik melalui akselerasi program digitalisasi…

Kapolda Sulbar Tinjau Pembangunan RS Bhayangkara, Pastikan Fasilitas Nyaman dan Memadai

Kapolda Sulbar Tinjau Pembangunan RS Bhayangkara, Pastikan Fasilitas Nyaman dan Memadai

Selasa, 01 Sep 2026 19:10 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 19:10 WIB

Polda Sulbar - Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat sektor pelayanan publik, khususnya di bidang…

Koleksi Baru KBS, Kura-Kura Aldabra Raksasa Hadir untuk Pertama Kalinya

Koleksi Baru KBS, Kura-Kura Aldabra Raksasa Hadir untuk Pertama Kalinya

Selasa, 01 Sep 2026 17:35 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 17:35 WIB

SURABAYA - Kebun Binatang Surabaya (KBS) untuk pertama kalinya menghadirkan kura-kura Aldabra (Aldabrachelys gigantea) sebagai koleksi satwa baru. Empat…

Catatan Anggota Komisi III DPRD Nganjuk saat Sidak Proyek Drainase Rp 575 Juta

Catatan Anggota Komisi III DPRD Nganjuk saat Sidak Proyek Drainase Rp 575 Juta

Selasa, 01 Sep 2026 16:38 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 16:38 WIB

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Nganjuk, Raditya Harya Yuangga melakukan sidak ke proyek drainase di Kelurahan Ploso.…

Mutasi di Polda Jatim: 5 Kapolres dan 1 Wakapolres di Jawa Timur Diganti, Ini Daftar Lengkapnya

Mutasi di Polda Jatim: 5 Kapolres dan 1 Wakapolres di Jawa Timur Diganti, Ini Daftar Lengkapnya

Selasa, 01 Sep 2026 12:34 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 12:34 WIB

SURABAYA- Mabes Polri mengeluarkan sejumlah telegram rahasia tentang mutasi sejumlah perwira menengah dan tinggi bergulir pada 30 Agustus 2026. Mutasi tersebut…

Prediksi Skor Huddersfield vs Oxford United di League One Liga Inggris 2026-2027: Eks Klub Ole Romeny Bakal Kalah?

Prediksi Skor Huddersfield vs Oxford United di League One Liga Inggris 2026-2027: Eks Klub Ole Romeny Bakal Kalah?

Selasa, 01 Sep 2026 12:28 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 12:28 WIB

BACASAJA.ID- Atmosfer Stadion John Smith dipastikan bakal membara pada Rabu, 2 September 2026 pukul 01.45 WIB. Tuan rumah Huddersfield Town bersiap meladeni…