Ning Lia: Haikal Hebat, Takut Pelajaran Hilang Meski Tubuh Terjepit Beton Reruntuhan

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama
Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama

i

SIDOARJO, Bacasaja.id – Tangis haru pecah ketika Senator asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, menjenguk Syailendra Haikal (13), santri yang selamat dari tragedi robohnya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Bagi Lia, kisah Haikal bukan sekadar cerita penyelamatan dramatis, melainkan cermin betapa iman, akhlak, dan ilmu bisa menjadi penyelamat sejati.

“Haikal bukan hanya kuat secara fisik, tapi juga sangat cerdas dan beriman. Dalam kondisi paling mencekam, ia tetap ingat salat, bahkan mengimplementasikan pelajaran sekolahnya. Ini pelajaran mahal untuk kita semua,” ujar Ning Lia dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di RSUD Notopuro, Kamis (2/10).

Ingat Salat di Tengah Reruntuhan

Haikal bercerita, meski tubuhnya terjepit beton dan gerakannya terbatas, ia tetap berusaha menunaikan kewajiban. Saat waktu Isya tiba, ia bahkan membangunkan temannya.

“Ayo salat, ayo salat,” katanya lirih di tengah kegelapan. Haikal mengaku mendengar suara seseorang mengimami, namun saat Subuh tiba, sahutannya tak lagi berbalas. Saat itulah ia sadar sahabatnya sudah tiada.

Sang ibu, Dwi Ajeng, tak kuasa menahan tangis. “Bayangkan, di tengah puing yang menindih, anak saya masih ingat salat. Itu yang membuat saya tak berhenti bersyukur,” ungkapnya.

Kegigihan di Tengah Luka dan Rasa Takut

Ning Lia mengungkapkan, perasaan harunya semakin dalam ketika menyadari usia Haikal hanya terpaut satu bulan dengan putrinya.

“Haikal tadi masih kesakitan seluruh badannya, tapi yang dia takutkan justru bukan sakitnya. Dia takut kehilangan pelajaran, takut biaya pengobatan memberatkan orang tuanya, bahkan sempat khawatir salatnya tidak sah karena tidak bisa bergerak. Alhamdulillah, orang tuanya menjelaskan bahwa bisa salat dengan gerakan mata,” kata Lia dengan suara bergetar.

Ia menambahkan, “Kita harus apresiasi ketegaran Haikal dan juga wali santri. Posisi Haikal jauh dengan Yusuf yang selamat, di sekitarnya justru beberapa santri sudah meninggal. Sebelahnya sudah wafat, padahal sebelumnya mereka masih bisa salat berjamaah di tengah reruntuhan. Itu nelongso sekali. Tapi dia hebat, tidak terlihat trauma berat meski secara fisik sangat lemah.”

Menahan Haus, Menjaga Hak Orang Lain

Selama berjam-jam terjebak, Haikal merasakan haus yang luar biasa. Namun meski ada dua botol air di dekatnya, ia memilih tidak meminumnya.

“Dia bilang itu bukan haknya. Haikal takut meminum karena air itu bukan miliknya. Anak sekecil itu bisa berpikir sejernih itu, Masya Allah,” tutur Ning Lia dengan kagum.

Pelajaran Sekolah Jadi Penyelamat

Tak hanya iman, ilmu pengetahuan juga jadi kunci. Haikal mengingat pelajaran IPAS di sekolah: semakin banyak bergerak, semakin cepat energi habis. Ia pun memilih tetap diam agar bisa bertahan lebih lama.

“Dia benar-benar mengimplementasikan pelajaran sekolah untuk bertahan hidup. Luar biasa,” puji Ning Lia.

Kondisi Reruntuhan yang Sangat Luas

Ning Lia juga menyinggung betapa beratnya kondisi reruntuhan musala. “Yang runtuh luasnya sekitar 20x30 meter. Jadi bisa dibayangkan, seberat apa bebannya menimpa anak-anak. Memang harunya terlalu besar, di luar logika, bagaimana di tengah kegelapan dan puing-puing sebesar itu, Haikal masih bisa tegar,” ujarnya.

Selain itu, Lia juga mendengar kisah lain yang menambah haru. “Ada cerita tentang seorang anak kecil yang membawa air, lalu menghilang. Itu juga sangat menyayat hati,” tambahnya.

Momen Evakuasi Paling Dramatis

Menurut Basarnas, Haikal dievakuasi pada Rabu (1/10) pukul 15.22 WIB, menjadi korban ke-13 yang berhasil dikeluarkan dari reruntuhan. Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menyebut penyelamatan ini sebagai momen paling dramatis dalam operasi.

Sebelumnya, tim juga menemukan salah satu korban dalam posisi sujud hanya beberapa meter dari tempat Haikal tertimbun.

Cahaya Harapan Generasi

Bagi Ning Lia, Haikal adalah teladan. “Anak-anak seusianya mungkin panik atau putus asa. Tapi Haikal justru mengingat salat, menahan diri demi menjaga hak orang lain, dan menggunakan ilmu untuk bertahan hidup. Ia adalah cahaya harapan generasi muda Indonesia,” ucap putri KH Maskur Hasyim itu.

Rencananya, setelah pulih Haikal akan kembali melanjutkan sekolah di SMPN 1 Probolinggo. “Cita-citanya tetap belajar. Semoga lekas sembuh dan semakin menginspirasi anak-anak Indonesia,” tambah Lia.

Berita Terbaru

Divonis 1,6 Tahun, Kuasa Hukum Goli Korlita Pertimbangkan Langkah Banding

Divonis 1,6 Tahun, Kuasa Hukum Goli Korlita Pertimbangkan Langkah Banding

Rabu, 23 Sep 2026 17:54 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 17:54 WIB

SURABAYA – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjatuhkan vonis 1 tahun 6 bulan penjara terhadap Goli Korlita dalam perkara dugaan penggelapan dalam …

Kapolda Sulbar Salurkan 30 Ton Air Bersih untuk Warga Pulau Ambo dan Papotongan

Kapolda Sulbar Salurkan 30 Ton Air Bersih untuk Warga Pulau Ambo dan Papotongan

Rabu, 23 Sep 2026 13:51 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 13:51 WIB

POLDA SULBAR- Kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat kembali ditunjukkan jajaran Kepolisian Daerah Sulawesi Barat. Bantuan air bersih dari Kapolda …

Kapolresta Mamuju: Pelaku Penganiayaan di SPBU Simbuang Dijerat KUHP Baru dan UU Darurat Senjata Tajam

Kapolresta Mamuju: Pelaku Penganiayaan di SPBU Simbuang Dijerat KUHP Baru dan UU Darurat Senjata Tajam

Rabu, 23 Sep 2026 13:48 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 13:48 WIB

MAMUJU - Kapolresta Mamuju menerangkan bahwa terduga pelaku penganiayaan menggunakan senjata tajam di SPBU Simbuang, Kelurahan Karema, Kabupaten Mamuju, telah …

Cegah Keributan Antrean Solar, Polresta Mamuju Perkuat Patroli dan Koordinasi dengan SPBU

Cegah Keributan Antrean Solar, Polresta Mamuju Perkuat Patroli dan Koordinasi dengan SPBU

Rabu, 23 Sep 2026 13:46 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 13:46 WIB

MAMUJU - Polresta Mamuju akan meningkatkan langkah pencegahan di sejumlah SPBU, khususnya yang melayani pengisian BBM jenis solar, pasca terjadinya dugaan …

Gerak Cepat Resmob Polresta Mamuju, Terduga Pelaku Penganiayaan di SPBU Simbuang Berhasil Diamankan

Gerak Cepat Resmob Polresta Mamuju, Terduga Pelaku Penganiayaan di SPBU Simbuang Berhasil Diamankan

Rabu, 23 Sep 2026 13:43 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 13:43 WIB

MAMUJU- Personel Unit Resmob Satreskrim Polresta Mamuju bergerak cepat mengamankan seorang laki-laki berinisial AF alias Budi, 23 tahun, yang diduga terlibat…

Camelia Habiba Kembali Pimpin Fatayat NU Surabaya, Bidik Kader Pemimpin Baru dan Kemandirian Ekonomi Perempuan

Camelia Habiba Kembali Pimpin Fatayat NU Surabaya, Bidik Kader Pemimpin Baru dan Kemandirian Ekonomi Perempuan

Rabu, 23 Sep 2026 13:38 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 13:38 WIB

SURABAYA – Camelia Habiba kembali dipercaya memimpin Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Surabaya untuk periode khidmah 2025–2030. Pel…