SURABAYA, Bacasaja.id– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya terus menjalin komunikasi intensif dengan partai-partai politik peserta Pemilu. Kali ini, jajaran KPU melakukan audiensi dan silaturahmi ke Kantor DPD Partai Golkar Kota Surabaya, Selasa (7/10/2025), untuk membahas berbagai hal seputar evaluasi daerah pemilihan (dapil) dan penguatan representasi politik di DPRD Surabaya.
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya, dr. Akmarawita Kadir, beserta jajaran pengurus. Suasana audiensi berlangsung hangat dan terbuka, mencerminkan semangat kolaborasi antara penyelenggara pemilu dan peserta politik dalam mewujudkan proses demokrasi yang transparan dan partisipatif.
Dalam forum tersebut, Golkar menyampaikan sejumlah masukan strategis, salah satunya terkait penambahan jumlah dapil dan kursi DPRD Surabaya pada Pemilu mendatang. Akmarawita menilai, dengan jumlah penduduk Surabaya yang kini mencapai sekitar tiga juta jiwa, perlu ada penyesuaian agar representasi politik lebih proporsional.
“Beberapa wilayah di Surabaya sudah terlalu luas cakupannya, seperti dapil 5 dari Romokalisari sampai Wiyung. Kami berharap ada evaluasi dan penambahan kursi agar keterwakilan masyarakat semakin adil,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pembahasan penataan dapil sebaiknya dilakukan lebih awal agar partai politik memiliki cukup waktu menyiapkan strategi dan struktur mesin politiknya.
“Kami berharap KPU menjadikan usulan ini sebagai bahan pertimbangan dalam forum kajian bersama KPU provinsi dan pusat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Surabaya, Soeprayitno, menyampaikan apresiasi atas masukan konstruktif dari Partai Golkar. Ia menegaskan bahwa KPU terbuka terhadap setiap aspirasi partai politik dalam upaya perbaikan penataan dapil.
“Audiensi ini bagian dari upaya kami menjaga komunikasi dan transparansi. Semua masukan dari partai akan kami tampung dan jadikan bahan kajian dalam proses evaluasi dapil,” terang Soeprayitno.
Menurutnya, KPU Surabaya akan tetap mengedepankan prinsip-prinsip penataan dapil seperti kesetaraan nilai suara, kohesivitas wilayah, serta kesinambungan administratif.
“KPU tidak kaku. Kami berkomitmen melibatkan berbagai pihak agar penataan dapil ke depan bisa lebih adil dan representatif,” pungkasnya.
Audiensi ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan KPU Kota Surabaya ke seluruh partai politik peserta Pemilu. Tujuannya, memperkuat koordinasi, menjaga keterbukaan informasi, dan memastikan setiap tahapan pemilu berjalan sesuai prinsip demokrasi yang inklusif. (dims)
Editor : Redaksi