Soeharto Pahlawan Nasional, Ketua Golkar Surabaya: Bangsa ini Butuh Keteladanan

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya, Dr. Akmarawita Kadir
Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya, Dr. Akmarawita Kadir

i

SURABAYA, Bacasasaja.id - Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya, Dr. Akmarawita Kadir, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional 2025 kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia, Jenderal Besar H.M. Soeharto.

Menurut Akmarawita, keputusan tersebut bukan hanya bentuk penghormatan negara, tetapi juga pengakuan terhadap jasa besar Soeharto dalam membangun fondasi ekonomi, politik, dan sosial Indonesia modern.

“Pak Harto adalah arsitek pembangunan nasional. Beliau tidak hanya memimpin, tetapi menata arah bangsa dengan visi jauh ke depan dan hasil yang nyata,” ujar Akmarawita, Senin (10/11/2025).

Membangun dari Akar hingga Puncak

Akmarawita menjelaskan, masa kepemimpinan Soeharto menjadi tonggak penting perjalanan bangsa. Di bawah kepemimpinannya, Indonesia mampu tumbuh stabil, mandiri dalam pangan, dan memiliki arah pembangunan yang berkesinambungan.

"Soeharto membangun Indonesia dari akar — dari sawah, desa, hingga kota. Ia menghadirkan stabilitas yang menjadi modal besar bagi tumbuhnya ekonomi dan pendidikan nasional,” tegasnya.

Menurutnya, capaian Soeharto tidak sekadar infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan karakter bangsa yang berorientasi pada kemandirian dan kesejahteraan rakyat.

Teladan Kepemimpinan dan Konsistensi

Sebagai kader Golkar, Akmarawita menilai Soeharto sebagai figur yang konsisten dalam menjaga keseimbangan antara ketegasan dan ketenangan. Ia memimpin dengan disiplin, tetapi juga dengan kesabaran dan kepekaan sosial.

“Soeharto mengajarkan kita tentang makna kepemimpinan yang tenang namun tegas, bekerja tanpa banyak kata tapi menghasilkan karya yang dirasakan rakyat,” ujarnya.

Akmarawita menambahkan, nilai-nilai tersebut relevan di era sekarang, terutama di tengah tantangan global dan perubahan zaman yang cepat.

“Bangsa ini butuh keteladanan seperti Soeharto — fokus bekerja, berpihak pada rakyat, dan tidak kehilangan arah di tengah perubahan,” tambahnya.

Empat Pahlawan, Empat Nilai Indonesia

Selain Soeharto, pemerintah juga menetapkan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Syaikhona Kholil Bangkalan, dan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional. Bagi Akmarawita, keempat tokoh ini merepresentasikan empat kekuatan bangsa: pembangunan, spiritualitas, demokrasi, dan keadilan sosial.

 “Pak Harto membangun negeri, Gus Dur menegakkan kemanusiaan, Syaikhona Kholil menanamkan nilai spiritual, dan Marsinah memperjuangkan keadilan sosial. Mereka adalah cermin utuh keindonesiaan,” kata Akmarawita.

Pesan Hari Pahlawan: Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan

Momentum Hari Pahlawan 10 November 2025, menurut Akmarawita, menjadi saat yang tepat bagi bangsa Indonesia — khususnya generasi muda — untuk belajar dari teladan para pahlawan, terutama dari semangat kerja keras dan pengabdian Soeharto.

“Tema ‘Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan’ sangat tepat. Pak Harto sudah memberi teladan bagaimana membangun bangsa dengan disiplin dan dedikasi. Kini giliran kita melanjutkan,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Akmarawita menegaskan bahwa penghargaan terhadap Soeharto adalah pengingat penting bahwa pembangunan sejati tidak lahir dari slogan, tetapi dari kerja nyata dan keberanian mengambil keputusan besar.

“Pak Harto sudah menulis bab penting dalam sejarah Indonesia. Tugas kita hari ini adalah menjaga, melanjutkan, dan memperkuat warisan perjuangan itu untuk Indonesia yang lebih maju,” pungkasnya. (dims)

Berita Terbaru

Jelang Bertahta, SISKS Pakoe Boewono XIV Jalani Ruwatan, Gusti Moeng Ungkap Maknanya

Jelang Bertahta, SISKS Pakoe Boewono XIV Jalani Ruwatan, Gusti Moeng Ungkap Maknanya

Jumat, 04 Sep 2026 20:52 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 20:52 WIB

SURAKARTA— Rangkaian upacara bertahtanya Sahandhap Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan (SISKS) Pakoe Boewono XIV di Keraton Surakarta Hadiningrat …

AMPG Jatim Jadi Ikon Penggerak, Gelar Diklatda I AMPG Provinsi se-Kabupaten/Kota Pertama di Indonesia

AMPG Jatim Jadi Ikon Penggerak, Gelar Diklatda I AMPG Provinsi se-Kabupaten/Kota Pertama di Indonesia

Jumat, 04 Sep 2026 18:06 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:06 WIB

SURABAYA – Pimpinan Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (PD AMPG) Jawa Timur kembali membuat gebrakan dengan menggelar Pendidikan dan Pelatihan Daerah (…

Anggota DPRD Surabaya : Sistem Boleh Modern, Tapi Jangan Bikin Warga Makin Ribet

Anggota DPRD Surabaya : Sistem Boleh Modern, Tapi Jangan Bikin Warga Makin Ribet

Jumat, 04 Sep 2026 18:03 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:03 WIB

SURABAYA – Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 harus menjadi momentum yang benar-benar dirasakan masyarakat Kota Surabaya. Bukan sekadar seremoni, tetapi m…

Krisis Air Melanda Bojonegoro, PNIB Salurkan 99.999 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

Krisis Air Melanda Bojonegoro, PNIB Salurkan 99.999 Liter Air Bersih ke Wilayah Kekeringan

Jumat, 04 Sep 2026 18:01 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:01 WIB

BACASAJA.ID — Kemarau panjang hingga krisis air bersih yang dialami masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akhirnya mendapatkan b…

Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik, Subdit Regident Gelar Evaluasi Kinerja Seluruh Jajaran Secara Daring

Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik, Subdit Regident Gelar Evaluasi Kinerja Seluruh Jajaran Secara Daring

Jumat, 04 Sep 2026 17:57 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 17:57 WIB

POLDA SULBAR- Komitmen untuk senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat terus dilakukan oleh Subdit Regident Ditlantas Polda Sulbar. Lewat…

DPRD Surabaya Minta Pemkot Berani Intervensi Bantuan Pendidikan hingga Desil 5: Jangan Kaku Soal Data!

DPRD Surabaya Minta Pemkot Berani Intervensi Bantuan Pendidikan hingga Desil 5: Jangan Kaku Soal Data!

Jumat, 04 Sep 2026 12:40 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 12:40 WIB

SURABAYA- DPRD Surabaya mendorong Pemerintah Kota Surabaya tidak menjadikan klasifikasi desil sebagai satu-satunya batas dalam menentukan warga yang berhak…