Imam Syafii Semprot Layanan Puskesmas Surabaya: Dokter Kurang, Dana Mengendap Miliaran Rupiah!

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Imam Syafii
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Imam Syafii

i

SURABAYA - Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Imam Syafii, melontarkan kritik keras terhadap kinerja sejumlah puskesmas di Surabaya yang dinilai masih jauh dari standar pelayanan prima.

“Ada kekurangan sekitar 50 dokter dan 80 perawat di puskesmas Surabaya. Ini jelas berdampak langsung pada kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegas Imam usai rapat koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan para kepala puskesmas, Selasa (4/11/2025).

Lebih mengejutkan lagi, berdasarkan laporan keuangan, hampir semua puskesmas berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) justru memiliki tabungan ratusan juta hingga miliaran rupiah.

“Rata-rata dana mengendap di rekening puskesmas mencapai ratusan juta rupiah, bahkan ada yang tembus Rp2 miliar. Ironis, saat tenaga medis kurang, uang malah tidur di bank,” semprot Imam.

Karena itu, Komisi D mendesak agar dana tersebut segera dimanfaatkan untuk menutup kekurangan tenaga medis, tanpa menunggu formasi ASN baru dari pemerintah pusat.
“Daripada menunggu birokrasi panjang, kontrak saja tenaga medis sementara pakai dana simpanan itu. Itu uang masyarakat, bukan untuk ditimbun!” ujarnya tegas.

Politisi yang dikenal vokal itu juga menilai puskesmas BLUD semestinya lebih mandiri, tidak terus bergantung pada APBD.
“Kalau punya sisa dana, pakai untuk perbaikan fasilitas kecil, jangan semua dilimpahkan ke APBD. Sikap manajerial seperti ini harus diubah,” katanya.

Selain masalah anggaran dan SDM, Imam juga menyoroti minimnya transparansi layanan BPJS gratis di lapangan.

“Masih banyak puskesmas yang tidak menempelkan alur pelayanan BPJS gratis. Warga akhirnya bingung mau aktivasi atau nonaktifkan kartu. Harus ada petunjuk jelas di ruang tunggu, bukan sekadar lisan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti persoalan susu gratis bagi balita berkebutuhan khusus yang sempat dikeluhkan warga karena berbeda merek dari resep dokter.

“Ini soal ketepatan layanan. Jangan asal ganti merek tanpa koordinasi dengan dokter rujukan,” ujarnya.

Imam memastikan DPRD akan terus mengawasi ketat pemanfaatan dana BLUD dan peningkatan kualitas layanan dasar di seluruh puskesmas Surabaya.

“Ada puskesmas yang dulu dianggap buruk, tapi setelah disidak dan dibenahi malah berpendapatan tinggi. Ini bukti, potensi besar itu ada — asal mau dikelola dengan niat dan transparansi,” pungkasnya. (dims)

Berita Terbaru

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

KPK Masih Dalami Pengembangan Kasus Suap Pelepasan Hutan Menhut Raja Juli

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:06 WIB

JAKARTA– KPK mengisyaratkan peluang mengembangkan penyidikan dugaan suap pengurusan pelepasan kawasan hutan produksi terbatas di Kementerian Kehutanan (…

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Dari 'Murid Hebat' Menuju Sekolah Ramah Anak: Praktik Inklusif SMP Negeri 3 Probolinggo

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:00 WIB

Oleh: Lujeng Lutvia, S.Pd, Gr  Di tengah berbagai tantangan penyelenggaraan pendidikan inklusif di Indonesia, SMP Negeri 3 Probolinggo menunjukkan bahwa …

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT Ke-81 RI Tetap Diperbolehkan Asal Sukarela

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 12:12 WIB

SURABAYA- Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia (RI), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa penarikan iuran atau …

Menhut Raja Julo Berpeluang Jadi Tersangka Gratifikasi Amplop Kuansing

Menhut Raja Julo Berpeluang Jadi Tersangka Gratifikasi Amplop Kuansing

Selasa, 21 Jul 2026 11:48 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 11:48 WIB

JAKARTA- Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni berpeluang ditetapkan sebagai tersangka apabila Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti adanya…

Perkuat Patroli Malam, Komitmen Ditlantas Polda Sulbar Jaga Kamseltibcarlantas Sepenuh Hati

Perkuat Patroli Malam, Komitmen Ditlantas Polda Sulbar Jaga Kamseltibcarlantas Sepenuh Hati

Selasa, 21 Jul 2026 10:04 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 10:04 WIB

POLDA SULBAR- Menegaskan komitmen nyata menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), Direktorat Lalu Lintas …

Korupsi Pembiayaan Batu Bara Rp38,9 Miliar, Bos PT PPA dan PT Bintang Abadi Sampurna Resmi Tersangka

Korupsi Pembiayaan Batu Bara Rp38,9 Miliar, Bos PT PPA dan PT Bintang Abadi Sampurna Resmi Tersangka

Senin, 20 Jul 2026 20:05 WIB

Senin, 20 Jul 2026 20:05 WIB

JAKARTA– Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri menetapkan tiga tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pemberian f…