SURABAYA, bacasaja.id — Dalam momentum Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PKS, Reni Astuti, secara resmi meresmikan gerakan Relawan Sehat Surabaya, Rabu (12 November 2025).
Program ini menjadi wujud nyata komitmen Reni dalam memperkuat partisipasi masyarakat menuju kehidupan yang lebih sehat, aktif, dan sejahtera.
Reni menjelaskan bahwa Relawan Sehat Surabaya akan menjadi ujung tombak gerakan kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput. Para relawan akan tersebar di kampung-kampung, RW, dan kelurahan se-Kota Surabaya, berperan sebagai penggerak utama dalam mengedukasi warga mengenai pentingnya pola hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan, serta pemenuhan gizi keluarga.
“Relawan ini hadir dari masyarakat dan untuk masyarakat. Mereka akan menjadi sahabat warga dalam mengkampanyekan gaya hidup sehat, ikut mendampingi posyandu, serta mendorong terciptanya lingkungan yang bersih dan produktif,” ujar Reni.
Reni menuturkan, peluncuran Relawan Sehat Surabaya merupakan tindak lanjut dari kegiatan lomba senam massal yang digelar beberapa hari sebelumnya dalam rangka Hari Pahlawan 10 November. Menurutnya, semangat perjuangan para pahlawan harus diteruskan melalui gerakan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kalau di Hari Pahlawan kita gelorakan semangat perjuangan dan semangat sehat, maka di Hari Kesehatan Nasional ini kita wujudkan dengan aksi nyata melalui Relawan Sehat Surabaya,” tegasnya.
Selain menjadi penggerak edukasi, para relawan juga akan berkolaborasi dengan kader kesehatan, puskesmas, dan pemerintah kota dalam berbagai kegiatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan rutin, gotong royong kebersihan lingkungan, hingga kampanye gizi seimbang di sekolah dan kampung-kampung.
“Hidup sehat sekarang sudah menjadi tren positif. Dan ini bukan hanya untuk orang tua, tapi juga anak-anak muda. Saya ingin semangat ini terus menyala di setiap kampung, agar Surabaya menjadi kota yang sehat, kuat, dan bahagia,” tambah Reni.
Reni berharap peluncuran Relawan Sehat Surabaya menjadi langkah awal gerakan besar yang berkelanjutan.
“Kesehatan bukan hanya urusan fasilitas medis, tapi budaya hidup. Jika setiap kampung punya relawan yang peduli, maka Surabaya akan menjadi contoh kota sehat yang berdaya dari warganya sendiri,” pungkasnya. (dims)
Editor : Redaksi