SURABAYA — Memperingati Hari AIDS Sedunia 2025, Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PSI, William Wirakusuma, mendorong pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan HIV sekaligus menghapus stigma yang masih melekat pada para penyintas.
William menegaskan bahwa isu HIV/AIDS bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi persoalan kemanusiaan. Banyak orang dengan HIV (ODHIV), katanya, masih menghadapi diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari.
“Stigma itu lebih menyakitkan daripada penyakitnya. Banyak dari mereka dijauhi mulai dari lingkungan kerja sampai pergaulan sosial,” ujarnya.
Ia berharap momentum Hari AIDS Sedunia menjadi pengingat bahwa edukasi publik harus terus diperluas melalui sekolah, komunitas, dan ruang-ruang sosial lainnya sehingga masyarakat memahami risiko, pencegahan, dan pentingnya deteksi dini.
William menambahkan bahwa pendekatan empatik harus menjadi fondasi dalam penanganan HIV.
“Hari AIDS bukan sekadar seremonial. Ini waktu untuk menguatkan pesan bahwa siapa pun bisa terpapar. Yang penting adalah tes dini, pengobatan teratur, dan dukungan lingkungan,” tegasnya.
Ia menutup dengan ajakan agar Surabaya menjadi kota yang benar-benar bebas diskriminasi.
“Kalau kita ingin Surabaya menjadi kota yang ramah bagi semua, kita harus mulai dari menciptakan ruang aman bagi ODHIV,” pungkasnya. (dims)
Editor : Redaksi