SURABAYA- PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) membidik lahan tidur milik pemerintah daerah dan swasta untuk dikembangkan lebih lanjut oleh perseroan.
“Mereka memiliki lahan dengan potensi baik, ada beberapa lokasi dan proyek yang sedang kami jajaki dan tahun ini diharapkan mulai ada proyek yang dikerjakan,” ujar Felix Soesanto, Direktur Utama Bumi Benowo Sukses Sejahtera dikutip dari SWA.co.id pada Selasa (27/1/2026).
Perseroan akan merincikan lebih lanjut potensi kemitraan mengelola aset tidur tersebut jikalau kesepakatan diteken oleh kedua belah pihak.
Dia juga menjabarkan rencana bisnis perseroan pada 3-5 tahun mendatang itu, menyelesaikan pembangunan unit gudang dan meningkatkan pendapatan dengan penjualan dan penyewaan gudang.
“Kemudian, kami di 2026 menjajaki kerjasama dengan mitra dari pemerintah atau swasta yg memiliki aset atau lahan tidur. Kami menargetkan di 2026 ini minimal ada satu proyek yang dikerjakan,” tutur Felix.
Lebih lanjut, Manajemen Bumi Benowo mengapresiasi kebijakan pemerintah atas insentif pembebasan PPN (pajak pertambahan nilai) di kategori properti. Felix mengatakan salah satu proyek yang sedang perseroan rencanakan antara lain di bidang residensial.
Jika kerja sama ini terealisasi maka Perseroan bisa menikmati kebijakan pembebasan insentif tersebut.
Adapun, belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan pada tahun 2026 ini berlum ditetapkan alokasi dan penggunaanya.
“Nilai capex belum bisa disampaikan karena kesepakatan dengan pihak lain belum difinalisasi. Jika ada kepastian terkait hal ini, maka perseroan akan mengumumkan secepatnya,” ucap Felix.
Perseroan per September 2025 membukukan pendapatan senilai Rp524,07 juta, naik 34�ri Rp392,22 juta di periode yang sama pada 2024. “Penjualan dikontribusikan dari penyewaan gudang,” ucapnya.
Beban pokok penjualan naik menjadi Rp73,33 juta dari Rp36,66 juta. Alhasil laba bruto BBSS menjadi Rp450 juta atau melonjak sebesar 26�ri Rp355,55 juta Kinerja finansial perseroan tertekan lantaran beban umum dan administrasi naik menjadi Rp1,29 miliar dan beban lain-lain Rp125,83 juta.
Alhasil, BBSS masih dibekap kerugian Rp770,59 juta, lebih rendah dari rugi bersih di 2024 senilai Rp639,46 juta. (sumber: SWA)
Editor : Redaksi