Kisah Pejuang Ekonomi Surabaya yang Bangkit Lewat Pemberdayaan

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
M. Prasanti Rahmawatun (58), warga Tanah Merah
M. Prasanti Rahmawatun (58), warga Tanah Merah

i

SURABAYA- Suasana Balai RW 11, Jalan Indrapura, Kelurahan Tanjung Perak mendadak haru sekaligus penuh semangat. Dalam acara Kelas Inspirasi yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, dua warga menceritakan perjalanan hidup mereka yang luar biasa, mulai dari titik kemiskinan hingga berhasil meraih kemandirian ekonomi berkat kerja keras dan dukungan program pemberdayaan kota.

M. Prasanti Rahmawatun (58), warga Tanah Merah, berbagi kisah yang menggetarkan hati. Kisahnya dimulai beberapa tahun lalu, ia berada di titik terendah setelah kehilangan anak perempuannya. Beban duka ditambah lilitan utang yang menumpuk membuat ia dan suaminya nyaris kehilangan harapan.

"Saat itu saya putus asa. Saya bilang ke guru ngaji saya, kalau ada yang mau beli ginjal, saya jual saja untuk bayar utang. Otak sudah buntu," cerita Santi pada Rabu (4/2/2026).

Namun, secercah harapan kembali muncul saat ia diajak bergabung dalam UMKM Koperasi Sumber Mulia Barokah, binaan Pemkot Surabaya. Meski awalnya hanya bisa menjahit lurus, ia tidak menyerah dan mencoba peruntungan sebagai tukang obras dengan upah pertama Rp90.000 per hari. 

Semangatnya yang tak kunjung padam membawanya menguasai berbagai teknik menjahit lewat pelatihan yang diberikan. Kini, Santi sudah bisa membawa pulang penghasilan hingga ratusan ribu rupiah per hari dari hasil kerja kerasnya. 

“Alhamdulillah, rumah saya sudah kembali. Saya bisa beli mesin jahit modern sendiri, bahkan bisa beli sepeda lipat untuk transportasi,” ungkapnya. 

Menurutnya, usaha yang dilakukan terus-menerus tidak akan pernah menghianati hasil. Dahulu, ia harus bersepeda berkilo-kilo meter untuk mengambil kain di Koperasi Sumber Mulia Barokah, kini ia bisa lebih sejahtera dalam segi ekonomi.

“Sekarang saya sudah bisa menabung. Untuk warga Kota Pahlawan yang mungkin mengalami kondisi seperti saya, jangan putus asa, tetap semangat dan berdoa. Peluang itu pasti ada jalan kalau kita mau bergerak,” pesannya.  

Kisah serupa juga datang dari Ma’ruf, warga Tenggumung. Sebagai kepala keluarga, ia terbiasa bekerja serabutan sebagai tukang potong kain dengan penghasilan yang tidak menentu. Namun, garis hidupnya berubah drastis setelah bersinergi dengan program Pemkot lewat Koperasi Sumber Mulia Barokah.

Jika dulu ia harus berkeliling mencari orderan dengan upah yang pas-pasan, kini Ma’ruf menjadi bagian penting dalam rantai produksi seragam. "Dulu di konveksi biasa, cari Rp1,5 juta saja butuh waktu berminggu-minggu. Sekarang di koperasi, saya bisa potong 1.000 baju sehari. Kalau dihitung-hitung, sehari bisa dapat Rp2 juta,"  ungkapnya. 

Keberhasilan ini berdampak besar bagi ekonomi keluarganya. Ma’ruf kini mampu menyekolahkan anaknya di pondok pesantren, membeli mesin cuci untuk meringankan beban istri, hingga membantu ekonomi saudaranya di kampung halamannya.

“Tanggung jawab laki-laki itu berat. Kerja apa saja, yang penting giat. Jangan malu untuk memulai," tambahnya.

Di sisi lain, Camat Pabean Cantian, Muhammad Januar Rizal yang hadir dalam Kelas Inspirasi tersebut menegaskan bahwa apa yang diungkapkan Santi dan Ma’ruf ini, adalah bukti nyata bahwa program Pemkot bukan sekadar teori.

“Kami ingin menunjukkan bahwa lowongan pekerjaan dan program pemberdayaan ini ada hasilnya. Ini real, sudah dilaksanakan, dan dampaknya nyata mengurangi pengangguran serta kemiskinan di Surabaya," tegasnya.

Kisah diatas adalah pengingat bagi seluruh warga Surabaya bahwa kemiskinan bukanlah akhir dari segalanya. Dengan memanfaatkan program pemberdayaan Pemkot Surabaya, seperti UMKM, Koperasi, hingga padat karya dan disertai dengan etos kerja. (*)

Tag :

Berita Terbaru

Dekatkan Diri ke Masyarakat, Jajaran Polres Mamasa Gelar Subuh Keliling dan Dialog Kamtibmas

Dekatkan Diri ke Masyarakat, Jajaran Polres Mamasa Gelar Subuh Keliling dan Dialog Kamtibmas

Sabtu, 17 Okt 2026 12:29 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:29 WIB

MAMASA – Menindaklanjuti arahan Kapolda Sulbar untuk memasifkan pendekatan humanis, jajaran Polres Mamasa serentak bergerak melaksanakan kegiatan Subuh K…

Lewat Subuh Keliling, Kabidpropam dan Kabidkum Polda Sulbar Ingatkan Bintara Remaja Bahaya Judol dan Pinjol

Lewat Subuh Keliling, Kabidpropam dan Kabidkum Polda Sulbar Ingatkan Bintara Remaja Bahaya Judol dan Pinjol

Sabtu, 17 Okt 2026 12:20 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:20 WIB

POLDA SULBAR – Ada pesan kehidupan yang mendalam dalam kegiatan Subuh Keliling yang dilaksanakan Kabidpropam dan Kabidkum Polda Sulawesi Barat bersama para B…

Subuh Keliling: Kapolresta Mamuju Sapa Warga Usai Ibadah, Bangun Kepercayaan dari Hati ke Hati

Subuh Keliling: Kapolresta Mamuju Sapa Warga Usai Ibadah, Bangun Kepercayaan dari Hati ke Hati

Sabtu, 17 Okt 2026 12:17 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:17 WIB

MAMUJU - Kehadiran kepolisian tidak hanya terlihat saat ada gangguan keamanan, tetapi juga di saat-saat damai seperti momen ibadah. Melalui program Subuh…

Gusti Moeng Turun Langsung, Revitalisasi Keraton Kulon Soroti Keaslian Bangunan

Gusti Moeng Turun Langsung, Revitalisasi Keraton Kulon Soroti Keaslian Bangunan

Sabtu, 17 Okt 2026 12:09 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:09 WIB

Revitalisasi tiga bangunan Keraton Kulon di Karaton Surakarta Hadiningrat mulai berjalan. Gusti Moeng dan PB XIV menekankan pelestarian bangunan asli.…

Dari Masjid, Polisi Dengar Suara Umat: Kabidpropam, Kabidkum dan PJU Polda Sulbar Bangun Kedekatan Lewat Subuh Keliling

Dari Masjid, Polisi Dengar Suara Umat: Kabidpropam, Kabidkum dan PJU Polda Sulbar Bangun Kedekatan Lewat Subuh Keliling

Sabtu, 17 Okt 2026 08:56 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 08:56 WIB

POLDA SULBAR - Kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak harus selalu diawali dengan laporan atau persoalan hukum. Terkadang, kedekatan justru lahir dari …

Terungkap di Surabaya dan Sidoarjo! Gadis ini Dipaksa Layani 10 Pria Sehari

Terungkap di Surabaya dan Sidoarjo! Gadis ini Dipaksa Layani 10 Pria Sehari

Sabtu, 17 Okt 2026 08:50 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 08:50 WIB

SURABAYA – Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Jawa Timur membongkar kasus d…