SURABAYA - Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya mengutuk keras dugaan kekerasan terhadap anak berinisial KRN (4) yang terjadi di kawasan Surabaya Barat.
Fraksi menegaskan komitmennya untuk mengawal proses hukum serta memastikan pemulihan korban berjalan menyeluruh hingga tuntas.
Ketua Fraksi PDIP DPRD Surabaya Budi Leksono menyatakan, kekerasan terhadap anak merupakan tindakan tidak manusiawi yang tidak bisa ditoleransi dalam kondisi apa pun.
“Kami sangat berduka dan marah atas kejadian ini. Kekerasan terhadap anak adalah tindakan biadab yang melukai nilai-nilai kemanusiaan. Ini tidak boleh terjadi di Kota Surabaya,” tegasnya, ketika ditemui Rabu (25/2/2026).
Budi bersama Bendahara Fraksi Abdul Malik dan anggota fraksi Eri Irawan mendatangi langsung kediaman korban untuk memastikan kondisi anak serta memastikan hak-haknya tetap terpenuhi.
Fraksi menekankan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar empati, melainkan bentuk tanggung jawab politik dalam fungsi pengawasan di DPRD Kota Surabaya.
“Kami datang memastikan korban mendapatkan perlindungan, pemulihan, serta hak-haknya sebagai anak secara utuh. Proses hukum harus berjalan tegas, dan negara tidak boleh absen dalam kasus seperti ini,” ujar Budi.
Seperti diketahui, korban diduga mengalami kekerasan fisik saat berada di sebuah kamar kos. Selain dipukul dan disundut rokok, korban juga diduga diberi makanan kucing sebelum akhirnya diselamatkan warga. Dua terduga pelaku telah diamankan pihak kepolisian.
Fraksi PDIP menegaskan akan mengawal proses hukum agar berjalan transparan dan memberikan efek jera. Selain itu, fraksi juga mendorong pemulihan psikologis korban serta memastikan keberlanjutan pendidikannya.
Abdul Malik mengungkapkan, dalam pendampingan tersebut pihaknya menemukan korban belum memiliki akta kelahiran. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat akses layanan publik.
“Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar administrasi kependudukannya segera diurus. Hak pendidikan dan layanan publik lainnya harus dipastikan tanpa hambatan,” ujarnya.
Tahun ini korban direncanakan masuk Taman Kanak-Kanak. Fraksi pun memastikan akan terus mengawal proses administrasi serta kebutuhan pendidikan anak tersebut.
Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua DPC PDIP Surabaya Armuji turut memberikan dukungan moral melalui sambungan video. Ia menyemangati korban agar tetap kuat dan tidak takut menjalani hari-hari ke depan. (*)
Editor : Redaksi