SURABAYA- DPRD Kota Surabaya menekankan pentingnya implementasi menyeluruh dalam penerapan sistem parkir non tunai agar kebijakan tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar berjalan efektif di lapangan.
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menyebut Dinas Perhubungan sebagai leading sector perlu melibatkan seluruh perangkat daerah hingga tingkat wilayah untuk memastikan pelaksanaan berjalan serempak.
“Bagian pemerintahan harus diajak aktif, agar Camat dan Lurah yang merupakan pemangku wilayah tidak hanya mensosialiasasikan hal ini ke warga, juga mengamati pelaksanaanya diwilayah yang bersangkutan, jika Gerak serempak itu dapat dilakukan, Insya Allah ini akan menjadi kado ulang tahun kota Surabaya Mei mendatang bagi warga Surabaya,” ungkapnya.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan kebijakan ini, mengingat luasnya cakupan titik parkir serta keterbatasan sumber daya yang dimiliki Dinas Perhubungan.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan kebijakan tidak hanya ditentukan oleh sosialisasi, tetapi juga ketegasan dalam penegakan aturan di lapangan.
“Jika Dinas Perhubungan masih bersikap ego sectoral dalam pelaksanaan di lapangan, kebijakan ini dapat menurunkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah kota Surabaya,” tegasnya.
DPRD juga menyoroti pentingnya pemberian sanksi tegas untuk memastikan tidak ada lagi praktik parkir tunai yang tersisa di lapangan.
Ia menilai, kombinasi antara pengawasan menyeluruh, koordinasi lintas sektor, dan penegakan sanksi menjadi kunci agar kebijakan parkir non tunai tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar menjadi solusi permanen atas persoalan parkir di Kota Surabaya.
“Jangan sampai nila setitik rusak susu sebelangga,dimana mana sudah bagus, namun ada satu titik masih tunai, lalu diviralkan, penutupan titik parkir yang demikian wajib dilaksanakan agar efek jera itu muncul, tidak hanya sekedar petugas parkirnya yang diberikan sangsi, kebijakan parkir non tunai ini ikhtiar Walikota Surabaya untuk menjawab keresahan public atas benang kusut pelaksanaan parkir di Surabaya, kami ingin berhasil. ” pungkasnya. (*)
Editor : Redaksi