KPK Sita Emas dan Valas Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Tersangka Kasus Bea Cukai

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sejumlah valas yang diperoleh dari "safe deposit box" tersangka suap importasi di DJBC
Sejumlah valas yang diperoleh dari "safe deposit box" tersangka suap importasi di DJBC

i

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita safe deposit box (SDB) terkait kasus suap Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). Demikian disampaikan Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Selasa 21 April 2026.

“Penyidik menggeledah SDB di salah satu bank di wilayah Kota Medan,” ujarnya. Menurut Budi, barang-barang yang berada di dalam SDB tersebut diduga milik tersangka berinisial RZ.

 Safe deposit box yang disita terkait kasus korupsi di DItjen Bea dan Cukai (Fpto: Dokumentasi KPK)
 
“Isinya berupa logam mulia serta uang rupiah dan valas, terdiri dari dolar Amerika Serikat dan ringgit Malaysia,” ujarnya. Budi menyatakan nilai total temuan tersebut mencapai sekitar Rp2 milliar.

Menurut dia, penggeledahan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat alat bukti dalam penyidikan perkara. “Ini sekaligus mejadi langkah awal yang progresif dalam upaya pemulihan aset hasil korupsi,” ujarnya.

Budi memastikan KPK akan terus menelusuri aset-aset lain yang diduga berkaitan dengan perkara ini. “Tujuannya untuk mengoptimalisasikan pengembalian kerugian negara,” ucapnya.

Kasus ini bermula dari dugaan permufakatan untuk mengatur jalur importasi. Sejumlah oknum pejabat DJBC diduga memanipulasi mesin agar barang milik PT Blueray Cargo tidak melalui pemeriksaan fisik.

Barang impor tersebut diduga dapat lolos tanpa pemeriksaan ketat setelah adanya pemberian uang suap secara berkala. Pada penyidikan kasus ini, KPK juga menemukan dugaan pengelolaan dana hasil praktik tersebut secara tersembunyi.

Para pelaku disebut menggunakan sejumlah lokasi sebagai tempat penyimpanan uang serta kendaraan operasional hasil korupsi tersebut. Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada awal Februari 2026 berhasil menyita barang bukti senilai sekitar Rp40,5 miliar.

KPK juga telah menetapkan enam tersangka kasus suap di DJBC. Di antaranya sebagai penerima suap yaitu Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC.

Kemudian Sisprian Subiaksono (Kepala Subdirektorat Intelijen P2 DJBC) dan Orlando Hamonangan (Kepala Seksi Intelijen DJBC). Sedangkan pemberi suap adalah John Field (pemilik PT Blueray Cargo), Andri (Ketua Tim Dokumen Importasi), dan Dedy Kurniawan (Manajer Operasional). (RRI)

Berita Terbaru

Kasus PT Quality Sukses Sejahtera, Kejagung Limpahkan Berkas Perkara Aseng ke Penuntut Umum

Kasus PT Quality Sukses Sejahtera, Kejagung Limpahkan Berkas Perkara Aseng ke Penuntut Umum

Jumat, 18 Sep 2026 21:33 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 21:33 WIB

JAKARTA- Kejaksaan Agung melimpahkan berkas perkara, tersangka dan barang bukti (Tahap II) atas nama Aseng dkk. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum)…

Digitalisasi Parkir Tanjung Anom Surabaya Dongkrak Pendapatan hingga Rp80 Juta per Bulan

Digitalisasi Parkir Tanjung Anom Surabaya Dongkrak Pendapatan hingga Rp80 Juta per Bulan

Jumat, 18 Sep 2026 21:30 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 21:30 WIB

SURABAYA- Penataan parkir dengan sistem gate di Jalan Tanjung Anom, Surabaya, menunjukkan hasil positif. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya mencatat…

Gratis Testfood dan Konsultasi Vendor, Stay.vie Dinoyo Prime Hotel Gelar Wedding Expo 2-3 Oktober

Gratis Testfood dan Konsultasi Vendor, Stay.vie Dinoyo Prime Hotel Gelar Wedding Expo 2-3 Oktober

Jumat, 18 Sep 2026 16:50 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 16:50 WIB

SURABAYA – Menjelang ulang tahun ketiganya pada 8 Oktober 2026, Stay.vie Dinoyo Prime Hotel menghadirkan pameran pernikahan atau wedding expo pada 2-3 Oktober 2…

Untaian Doa di Balik Senyuman Anak Yatim, Jadi Program Rutin Polda Sulbar

Untaian Doa di Balik Senyuman Anak Yatim, Jadi Program Rutin Polda Sulbar

Jumat, 18 Sep 2026 16:37 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 16:37 WIB

POLDA SULBAR- Suasana khusyuk dan penuh kehangatan menyelimuti Aula Marannu Mapolda Sulawesi Barat, Jumat (18/9/26) dalam kegiatan rutin keagamaan "Jumat…

Kos Dharmahusada Disorot, Selain Stayvie Ada 3 Bangunan Diduga Bermasalah Izin, Pemkot Surabaya ke Mana?

Kos Dharmahusada Disorot, Selain Stayvie Ada 3 Bangunan Diduga Bermasalah Izin, Pemkot Surabaya ke Mana?

Jumat, 18 Sep 2026 13:05 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:05 WIB

SURABAYA – Dugaan persoalan perizinan bangunan kos-kosan di kawasan Dharmahusada, Surabaya, kembali menjadi sorotan. Selain Stayvie, tiga bangunan kos di k…

Korupsi KUR: Bank BNI Cabang Jember Dibobol Rp41 Miliar Hanya dengan Data Warga Buta Huruf

Korupsi KUR: Bank BNI Cabang Jember Dibobol Rp41 Miliar Hanya dengan Data Warga Buta Huruf

Jumat, 18 Sep 2026 09:09 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 09:09 WIB

SURABAYA — Penanganan perkara dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang Jember memasuki b…