TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Eri Cahyadi
Eri Cahyadi

i

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah mengkaji skema Kerja Sama Pemerintah-Badan Usaha (KPBU) dengan pola Availability Payment (AP) sebagai langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan pembangunan. Opsi ini dipertimbangkan menyusul penurunan kapasitas fiskal daerah akibat berkurangnya sejumlah sumber pendapatan, termasuk Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan pihaknya masih mendalami implementasi KPBU-AP, khususnya untuk proyek infrastruktur jalan seperti perbaikan maupun overlay. Ia menegaskan koordinasi dengan DPRD menjadi langkah penting sebelum kebijakan tersebut direalisasikan.

"Kita masih mempelajari dengan KPBU-AP. Semoga dengan KPBU-AP ini nanti kami akan koordinasi dengan DPRD bisa dilakukan perbaikan," ujar Wali Kota Eri Cahyadi, Rabu (22/4/2026).

Ia menekankan bahwa Pemkot Surabaya tidak ingin menghentikan pembangunan meskipun menghadapi tantangan fiskal. Menurutnya, tantangan fiskal saat ini semakin berat karena selain TKD yang menurun, DBH dari cukai rokok juga mengalami penurunan hingga berdampak pada total anggaran daerah.

"Hari ini kita tidak boleh lagi menyerah meskipun TKD berkurang, ditambah lagi (DBH CHT) cukai rokok berkurang. Jadi anggaran kita sudah berturunnya sampai Rp1 triliun lebih," tegasnya.

Berdasarkan data tahun 2026, Kota Surabaya menerima DBH CHT sebesar Rp29,327 miliar. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2026.

Jumlah tersebut turun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp56,724 miliar. Dengan demikian, terjadi penurunan penerimaan DBH CHT sebesar 48,3 persen.

Penurunan tersebut mengharuskan Pemkot Surabaya untuk melakukan penyesuaian prioritas anggaran. Wali Kota Eri mengakui bahwa pemkot kini dihadapkan pada pilihan antara mempertahankan program sosial atau menggenjot pembangunan infrastruktur.

"Kita sekarang tinggal punya pilihan, tetap menjalankan (Program) Rutilahu, pendidikan gratis, kesehatan gratis, atau mengutamakan overlay (jalan) dan lain-lain," ungkapnya.

Meski demikian, ia memastikan seluruh opsi kebijakan akan dibahas pemkot bersama DPRD Surabaya. KPBU-AP menjadi salah satu solusi yang diharapkannya mampu menjembatani kebutuhan pembangunan tanpa membebani fiskal daerah secara langsung.

"Nanti kita akan sampaikan ke DPRD. InsyaAllah dengan salah satu solusinya adalah dengan KPBU-AP," pungkasnya. (*)

 

Berita Terbaru

Terungkap 7 Terapis Belia di Gion Spa Surabaya, Manajer Wang: Saya Lalai!

Terungkap 7 Terapis Belia di Gion Spa Surabaya, Manajer Wang: Saya Lalai!

Senin, 08 Jun 2026 21:37 WIB

Senin, 08 Jun 2026 21:37 WIB

SURABAYA- Kasus eksploitasi anak di bawah umur yang menyeret Gion Spa terkuak fakta mengejutkan. Ternyata, Wang Manajer Operasional tempat hiburan itu mengaku…

Catat! Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim Gelar Operasi Gabungan Pajak Kendaraan

Catat! Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim Gelar Operasi Gabungan Pajak Kendaraan

Senin, 08 Jun 2026 16:11 WIB

Senin, 08 Jun 2026 16:11 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Surabaya berkolaborasi dengan Bapenda Provinsi Jawa Timur,…

Korupsi Kuota Haji, KPK Periksa Direktur Operasional Maktour dan Komisaris PT Raudah

Korupsi Kuota Haji, KPK Periksa Direktur Operasional Maktour dan Komisaris PT Raudah

Senin, 08 Jun 2026 14:46 WIB

Senin, 08 Jun 2026 14:46 WIB

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua tersangka kasus korupsi kuota haji tambahan 2023-2024. Mereka adalah Direktur …

Gion Spa Masih Buka, Manajemen Angkat Bicara soal Dugaan TPPO Anak

Gion Spa Masih Buka, Manajemen Angkat Bicara soal Dugaan TPPO Anak

Senin, 08 Jun 2026 09:25 WIB

Senin, 08 Jun 2026 09:25 WIB

SURABAYA – Manajemen Gion Spa and Pub akhirnya memberikan tanggapan terkait mencuatnya dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan eksploitasi anak di b…

Awas! SPMB se Indonesia Diawasi KPK

Awas! SPMB se Indonesia Diawasi KPK

Senin, 08 Jun 2026 07:12 WIB

Senin, 08 Jun 2026 07:12 WIB

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengawasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Saat ini, Kemendikdasmen sudah menerima Surat Edaran K…

Ledakan Bekas Markas TPNPB-OPM di Kampung Toemalo Tewaskan Satu Warga

Ledakan Bekas Markas TPNPB-OPM di Kampung Toemalo Tewaskan Satu Warga

Minggu, 07 Jun 2026 18:19 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 18:19 WIB

LANNY JAYA - Suasana duka menyelimuti masyarakat Distrik Melagi, Kabupaten Lanny Jaya, setelah sebuah ledakan yang terjadi di kawasan Kampung Toemalo merenggut…