Lapor ke Cak Eri Bongkar Dugaan Pungli SWK Kalijudan

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Eri Cahyadi respon keluhan dugaan pungli SWK Kalijudan
Wali Kota Eri Cahyadi respon keluhan dugaan pungli SWK Kalijudan

i

SURABAYA - Laporan masyarakat melalui hotline "Lapor Cak Eri" berhasil membongkar dugaan pungutan liar (pungli) terhadap calon pedagang di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Kalijudan, Surabaya. Menindaklanjuti laporan tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendatangi lokasi dan memastikan seluruh uang muka yang telah dipungut dikembalikan kepada calon pedagang.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, SWK Kalijudan sebenarnya telah selesai dibangun, tetapi belum difungsikan. Ia menegaskan tidak boleh ada praktik penyewaan berlapis yang justru membebani pedagang.

"Alhamdulillah (saya) memastikan tidak ada tarikan lagi di tempatnya SWK. Rencananya SWK (Kalijudan) ini mau disewa. Terus bagaimana? Jadi kalau ada SWK yang disewa, terus disewakan lagi, saya minta kepala dinas untuk melarang. Soalnya setelah disewa, disewakan lagi, pedagang bayar sewanya jadi mahal," kata Wali Kota Eri, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, calon pedagang sebelumnya diminta membayar uang muka sebesar Rp100.000. Selain itu, mereka juga mengaku akan dikenai biaya sekitar Rp5 juta untuk dapat menempati lapak sewa di SWK. "Jadi ini tarikan yang mau dibuat uang muka sudah dikembalikan semua. Ditarik (uang muka) Rp100 ribu. Kalau masuk (SWK) (kata pedagang) rencananya (bayar) sekitar Rp5 juta," tutur dia.

Wali Kota Eri bersyukur persoalan tersebut dapat dihentikan setelah adanya laporan dari masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti oleh pihak kelurahan dan kecamatan. "Alhamdulillah berkat laporan masyarakat, ini sudah ditindaklanjuti lurah. Ini bisa dibatalkan, uang (muka) Rp100 ribu sudah dikembalikan," tegas Cak Eri, sapaan lekatnya.

Untuk itu, Cak Eri mengajak warga Surabaya agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan praktik pungutan liar dalam pelayanan publik. "Jadi saya minta tolong semua warga Surabaya, harus berani melawan yang namanya pungli," pintanya.

Pada sisi lain, Cak Eri juga menjelaskan alasan tidak menjatuhkan sanksi kepada Lurah Kalijudan. Menurut dia, pihak kelurahan telah berupaya menangani persoalan tersebut dan melaporkannya kepada dinas terkait.

"Makanya kenapa lurahnya tidak saya beri sanksi. Soalnya lurah sudah memanggil dan turun, tapi tidak mampu dan melaporkan, akhirnya (uang pedagang) bisa dikembalikan," jelasnya.

Namun, ia menegaskan akan memberikan sanksi tegas apabila aparatur wilayah seperti lurah mengetahui adanya pungutan liar tetapi tidak mengambil tindakan.

"Tapi kalau (misalkan) lurah ada kejadian seperti ini tapi tidak tahu, bicara tidak ada pungutan, tapi ada pungutan, ya pasti saya berhentikan," tegasnya.

Ia juga menjelaskan, penempatan pedagang kaki lima (PKL) ke SWK menjadi kewenangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (Dinkopumdag). Pedagang yang telah disediakan tempat di SWK tidak diperbolehkan lagi berjualan di luar kawasan tersebut.

"Jadi ke SWK itu ditentukan oleh Kepala Dinas Koperasi. PKL-PKL yang ada tidak boleh berjualan di pinggir jalan, tapi ditata di SWK. Tapi ya begitu, kalau sudah disiapkan tempat di SWK, tidak boleh berjualan lagi di luarnya SWK," paparnya.

Cak Eri juga memastikan tidak ada biaya untuk menempati SWK. Pedagang hanya menanggung biaya operasional bersama, seperti listrik, air, dan kebersihan. "Masuk SWK tidak ada biayanya. Tapi biaya listrik, air, sama kebersihan ditanggung bersama oleh para pedagang," imbuhnya.

Selain itu, Cak Eri meminta Dinkopumdag Surabaya menyusun konsep baru pengelolaan SWK dengan melibatkan masukan masyarakat, terutama generasi muda. Masukan itu diharapkan agar kawasan kuliner tersebut lebih menarik untuk dikunjungi.

"Suasana SWK yang seperti apa, yang disenangi anak-anak muda, yang mereka mau datang. Nah ini nanti masyarakat bisa memberikan masukan, memberikan gambaran biar bisa dijalankan Dinas Koperasi," tuturnya.

Ia juga meminta setiap SWK memiliki konsep yang berbeda melalui lomba kreativitas antarpengelola. "Dinas Koperasi saya minta mengadakan lomba masing-masing SWK tampilannya seperti apa. Biar orang-orang senang, anak-anak muda mau cangkruk (nongkrong) ke SWK sambil ngopi," jelas dia.

Sementara itu, Lurah Kalijudan Kota Surabaya, Siti Nurul Hanifah menjelaskan, para pedagang sebelumnya telah diarahkan menempati SWK sebagai bagian dari penataan PKL. "Ketika itu kan sudah dikumpulkan oleh kecamatan, kita kasih tahu, kita arahkan bahwa akan ada penertiban. Untuk solusinya itu diarahkan nantinya akan ditempatkan di sini (SWK)," ujar Nurul.

Namun, Nurul mengungkap, dalam prosesnya, muncul pihak penyewa yang kemudian menunjuk pengelola untuk mengelola kawasan tersebut. "Akan tetapi ada pihak penyewa, katanya menyewa tanah ini. Nah, kemudian dari pihak penyewa itu mengerahkan para pengelola SWK, pasar sebenarnya," katanya.

Menurut Nurul, pengelola tersebut kemudian menarik uang pendaftaran sebesar Rp100.000 dan menetapkan biaya sekitar Rp5,1 juta untuk masa sewa enam bulan. "Dari pihak pengelola ini ternyata menarik Rp100 ribu. Kemudian juga menetapkan harga sekitar Rp5,1 juta yang untuk 6 bulan ke depan sewa," jelas Nurul.

Setelah menerima semakin banyak laporan dari warga, pihaknya bersama kecamatan melaporkan persoalan tersebut kepada Inspektorat untuk memperoleh arahan penanganan. "Kita himpun laporan itu tadi, kok semakin banyak, akhirnya kami beserta Pak Camat coba masuk, melapor ke Inspektorat. Kami minta sarannya seperti apa, apa yang harus kami lakukan," tandasnya. (*)

Berita Terbaru

Bus Terperosok di Karossa, 2 Tewas, Polisi dan Warga Sigap Evakuasi Korban

Bus Terperosok di Karossa, 2 Tewas, Polisi dan Warga Sigap Evakuasi Korban

Minggu, 06 Sep 2026 18:55 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 18:55 WIB

MAMUJU TENGAH – Kecelakaan lalu lintas tunggal melibatkan Bus Bintang Fadiya nomor polisi DN 7901 AU terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Tasokko, Kecamatan K…

PC GP Ansor Kota Probolinggo Dukung Ansor Jatim: Nahdliyin Bukan Komoditas Politik

PC GP Ansor Kota Probolinggo Dukung Ansor Jatim: Nahdliyin Bukan Komoditas Politik

Minggu, 06 Sep 2026 17:04 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 17:04 WIB

PROBOLINGGO — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kota Probolinggo menyatakan dukungan terhadap sikap tegas Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur …

Hari Primata Se Dunia 1 September

Hari Primata Se Dunia 1 September

Minggu, 06 Sep 2026 11:01 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 11:01 WIB

Oleh : Singky Soewadji Hari Primata Sedunia Menjadi Pengingat Akan Keanekaragaman Hayati Yang Ada di Indonesia.  Mari Kita Sama-sama Saling Menjaga Hutan & …

Patroli Blue Light Polantas Polda Sulbar: Bangun Kedekatan Akrab, Pastikan Malam yang Aman dan Penuh Kehangatan

Patroli Blue Light Polantas Polda Sulbar: Bangun Kedekatan Akrab, Pastikan Malam yang Aman dan Penuh Kehangatan

Minggu, 06 Sep 2026 08:44 WIB

Minggu, 06 Sep 2026 08:44 WIB

POLDA SULBAR - Sorotan lampu biru kendaraan patroli Polantas Polda Sulbar kembali menyisir ruas jalan Kota Mamuju, Sabtu (5/9/26) malam. Dalam program rutin…

Rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, Ini Makna Filosofi Tari Bedhaya Ketawang

Rangkaian Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, Ini Makna Filosofi Tari Bedhaya Ketawang

Sabtu, 05 Sep 2026 17:39 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:39 WIB

SURAKARTA — Karaton Surakarta Hadiningrat melaksanakan salah satu rangkaian penting menuju Tingalan Dalem Jumenengan SISKS Paku Buwana XIV, yakni latihan p…

Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan

Karhutla Mengintai, Kapolres Mateng Minta Warga Tak Bakar Lahan

Sabtu, 05 Sep 2026 17:23 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:23 WIB

MAMUJU TENGAH – Menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kapolres Mamuju Tengah (Mateng) AKBP Ari P…