APBD Surabaya Tembus Rp12,7 Triliun, Aktivis Soroti Tidak Adanya Perda Perlindungan Difabel

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pemkot Surabaya
Pemkot Surabaya

i

SURABAYA - Gabungan dari 15 organisasi penyandang disabilitas dan komunitas pengawal inklusi di Kota Surabaya resmi mendeklarasikan Koalisi Disabilitas Surabaya. Langkah ini diambil guna mengawal pembentukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyandang Disabilitas yang dinilai sudah sangat mendesak.

Koalisi menilai hingga saat ini Kota Pahlawan belum memiliki payung hukum daerah yang kuat dan secara khusus mengatur tentang penghormatan, pelindungan, serta pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Padahal, sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia, Surabaya dinilai tertinggal dibanding daerah lain di Jawa Timur seperti Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Malang, Kediri, Probolinggo, Ngawi, serta 9 kabupaten/kota lainnya yang sudah lebih dulu memiliki Perda Disabilitas.

Ketua Koalisi Disabilitas Surabaya, Budi Santoso, menegaskan bahwa absennya regulasi setingkat daerah ini membuat banyak kebijakan inklusi berjalan tanpa arah dan tidak memiliki kekuatan implementasi yang jelas.

“Surabaya merupakan kota metropolitan dengan kapasitas APBD yang sangat besar, mencapai Rp12,7 triliun. Namun kenyataannya, penyandang disabilitas di sini masih menghadapi berbagai hambatan dalam mengakses layanan publik, pendidikan, lapangan pekerjaan, hingga transportasi. Tanpa adanya perda, komitmen inklusi hanya akan menjadi slogan semata,” ujar Budi dalam deklarasi koalisi pada Rabu (27/5/2026).

Menurut Budi, Raperda Disabilitas harus menjadi instrumen hukum yang kuat untuk memastikan hak-hak penyandang difabel tidak lagi bergantung pada kebijakan sektoral yang bersifat sementara atau sekadar kegiatan seremoni.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Koalisi, Samsuri, menegaskan pihaknya akan melakukan advokasi secara intensif kepada DPRD Kota Surabaya dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Tujuannya agar pembentukan raperda ini segera masuk ke dalam prioritas program legislasi daerah (Prolegda).

“Kami akan meminta dukungan politik dari DPRD dan komitmen nyata dari Pemkot. Jangan sampai isu disabilitas ini hanya ramai diperingati saat hari-hari seremonial saja, tetapi minim kebijakan yang memberikan dampak langsung bagi kami,” kata pemuda disabilitas fisik asal Pesapen tersebut.

Lebih lanjut, Koalisi mendorong agar proses penyusunan raperda nantinya dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan organisasi penyandang disabilitas sebagai subjek utama, bukan sekadar pelengkap dalam konsultasi publik. Mereka menilai kebijakan yang lahir tanpa keterlibatan langsung dari kelompok disabilitas berpotensi menghasilkan aturan yang tidak menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Deklarasi ini menjadi langkah awal konsolidasi gerakan masyarakat sipil untuk menekan pemerintah daerah agar lebih serius, nyata, dan terukur dalam membangun Kota Surabaya yang inklusif serta setara bagi seluruh warga tanpa terkecuali.  (JTV)

Berita Terbaru

Kasat Narkoba Polresta Sidoarjo Janji Buka Suara, 15 Pertanyaan Publik Soal 4 Terduga Pengguna Sabu Masih Tunggu Jawaban

Kasat Narkoba Polresta Sidoarjo Janji Buka Suara, 15 Pertanyaan Publik Soal 4 Terduga Pengguna Sabu Masih Tunggu Jawaban

Sabtu, 18 Jul 2026 20:33 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 20:33 WIB

SIDOARJO – Polemik dipulangkannya empat orang yang sebelumnya diamankan dalam dugaan penyalahgunaan narkotika di wilayah Kecamatan Candi masih terus menyita p…

Wakapolda Sulbar: Kesiapan SPN Kunci Lahirkan SDM Polri yang Unggul dan Bermutu

Wakapolda Sulbar: Kesiapan SPN Kunci Lahirkan SDM Polri yang Unggul dan Bermutu

Sabtu, 18 Jul 2026 16:50 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 16:50 WIB

POLDA SULBAR- Memastikan ketersediaan sarana yang layak dan mendukung proses pendidikan serta pembentukan karakter calon Bhayangkara masa depan, Wakapolda…

Satresnarkoba Polres Mamuju Tengah Bongkar Jaringan Sabu Palu-Topoyo, Begini Modusnya

Satresnarkoba Polres Mamuju Tengah Bongkar Jaringan Sabu Palu-Topoyo, Begini Modusnya

Sabtu, 18 Jul 2026 15:20 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 15:20 WIB

MAMUJU TENGAH – Komitmen jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Mamuju Tengah (Mateng), Polda Sulbar, dalam memberantas peredaran gelap n…

Karaton Surakarta Gelar Wilujengan Kholdalem ke-393 Sinuhun Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo

Karaton Surakarta Gelar Wilujengan Kholdalem ke-393 Sinuhun Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo

Sabtu, 18 Jul 2026 15:13 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 15:13 WIB

SURAKARTA – Karaton Surakarta Hadiningrat menggelar Wilujengan Kholdalem ke-393 Sinuhun Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo pada Sabtu Legi, 18 Juli 2026, b…

Lewat Polantas Karib, Ditlantas Polda Sulbar Bagikan Beras Ringankan Beban Warga Mamuju

Lewat Polantas Karib, Ditlantas Polda Sulbar Bagikan Beras Ringankan Beban Warga Mamuju

Sabtu, 18 Jul 2026 12:53 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 12:53 WIB

POLDA SULBAR - Program unggulan Ditlantas Polda Sulbar lewat “Polantas Karib” kembali hadir menyapa dan mengulurkan tangan bagi warga yang membutuhkan di Kota M…

Prediksi Skor Spanyol vs Argentina Final Piala Dunia 2026: Lamine Yamal dan Lionel Messi Jadi Sorotan

Prediksi Skor Spanyol vs Argentina Final Piala Dunia 2026: Lamine Yamal dan Lionel Messi Jadi Sorotan

Sabtu, 18 Jul 2026 10:00 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 10:00 WIB

NEW JERSEY- Panggung pamungkas turnamen sepak bola termegah di dunia akhirnya resmi terbentuk. Dua raksasa sepak bola dari konfederasi berbeda, Spanyol dan…