Pengundian Lapak Pedagang Pasar PPI Krembangan Surabaya Berakhir Buntu!

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Nampak kegaduhan pedagang dalam sesi pengundian lapak yang berakhir buntu.
Nampak kegaduhan pedagang dalam sesi pengundian lapak yang berakhir buntu.

i

SURABAYA, Bacasaja.id  - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Kecamatan Krembangan untuk menata kawasan Pasar PPI terhambat. Agenda pengundian lapak relokasi yang dijadwalkan pada Sabtu siang (13/6/2026) berakhir deadlock setelah mendapat penolakan masif dari ratusan pedagang yang didampingi tokoh masyarakat setempat.

Rencana relokasi ini menyasar 234 pedagang pasar tumpah yang selama ini beraktivitas di sepanjang perbatasan RW IV Kemayoran dan RW I Krembangan Selatan. Pihak kecamatan menawarkan dua lokasi alternatif, yakni Eks Rumah Padat Karya (bekas lahan budidaya lele dan maggot) serta pasar di bawah pengelolaan PD Pasar Surya.

Pedagang Keluhkan Kesiapan Infrastruktur

Penolakan para pedagang didasari oleh kekhawatiran terhadap kelayakan fasilitas dan potensi penurunan omzet di tempat baru. Lokasi Eks Rumah Padat Karya dinilai kurang strategis dan belum siap secara infrastruktur untuk menampung aktivitas jual-beli massal.

"Kapasitas tempat alternatif yang disediakan sangat terbatas. Pasar milik PD Pasar Surya yang ditawarkan bahkan hanya mampu menampung sekitar 25 orang. Ini tidak sebanding dengan total ratusan pedagang yang terdampak," ujar salah satu pedagang di lokasi.

Selain masalah omzet, Ketua RW IV Kemayoran, Nanang S., menjelaskan bahwa selama ini pengelolaan pasar tumpah tersebut dilakukan secara swadaya. Hasil retribusi kebersihan dan lapak digunakan langsung untuk membiayai jaring pengaman sosial warga, seperti dana kematian, santunan lansia sebatang kara, hingga pemeliharaan lingkungan. Relokasi yang mendadak dikhawatirkan memutus fungsi sosial mandiri tersebut.

PROSEDUR ADMINISTRASI DIPERTANYAKAN 

Aksi protes ini juga diwarnai perdebatan regulasi antara Camat Krembangan, Harun Ismail, dengan Tokoh Masyarakat Surabaya sekaligus Ketua Umum Garda Nasional Indonesia (GNI), Achmad Hidayat, S.Sos.

Achmad Hidayat menilai kebijakan relokasi ini cacat prosedur administrasi karena melompati tahapan penataan yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya mengenai pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL).

"Sesuai regulasi, pemerintah daerah wajib menyelesaikan pendataan dan menerbitkan Tanda Daftar Usaha Pedagang (TDUP) sebelum melakukan pemindahan fisik. Tanpa proses itu, pengundian lapak ini terkesan dipaksakan," tegas Achmad.

Ia juga menyayangkan tidak adanya dokumen perintah tertulis yang jelas dan forum konsultasi publik yang melibatkan warga serta pedagang sebelum surat undangan pengundian disebarkan.

TANGGAPAN PIHAK KECAMATAN 

Di hadapan massa, Camat Krembangan Harun Ismail menyatakan bahwa langkah penertiban dan relokasi ini merupakan bagian dari upaya penataan estetika kota dan menjalankan instruksi dari pimpinan daerah.

Terkait kekhawatiran pedagang mengenai potensi sepinya pembeli di lokasi baru, Harun mengimbau warga untuk tetap tenang dan menyerahkan urusan rezeki kepada yang Maha Kuasa sembari pemerintah mengupayakan penataan terbaik.

Meski demikian, karena situasi di lapangan tidak kondusif dan belum mencapai titik temu, proses pengundian lapak terpaksa ditunda. Perwakilan pedagang menegaskan akan tetap bertahan di lokasi lama dan meminta forum dialog terbuka secara resmi dengan jajaran Pemkot Surabaya untuk merumuskan solusi yang berpihak pada ekonomi rakyat kecil. (Wied)

Berita Terbaru

PB XIV Hangabehi Tancap Gas Usai Jumenengan, 75 Ribu Liter Air Bersih Digelontorkan ke Wonogiri

PB XIV Hangabehi Tancap Gas Usai Jumenengan, 75 Ribu Liter Air Bersih Digelontorkan ke Wonogiri

Jumat, 11 Sep 2026 20:15 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 20:15 WIB

PB XIV Hangabehi membantu warga Wonogiri, sebanyak 75 ribu liter air bersih disalurkan di Gunung Kukusan.…

Command Center 112 Surabaya Percepat Respons Warga, Didukung 222 CCTV

Command Center 112 Surabaya Percepat Respons Warga, Didukung 222 CCTV

Jumat, 11 Sep 2026 14:54 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:54 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat layanan Command Center 112 sebagai pusat koordinasi pelayanan masyarakat. Tidak hanya menerima…

Warga Sulbar Kesulitan Dapatkan Solar-Pertalite, Kapolda Minta Masyarakat Lapor Jika Ada Penimbunan

Warga Sulbar Kesulitan Dapatkan Solar-Pertalite, Kapolda Minta Masyarakat Lapor Jika Ada Penimbunan

Jumat, 11 Sep 2026 14:52 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:52 WIB

MAMUJU – Kepolisian Daerah Sulawesi Barat meminta masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan indikasi praktik penimbunan bahan bakar minyak (…

Pemkot Surabaya Tingkatkan Fasilitas Publik, Penerangan hingga Toilet Taman Jadi Perhatian

Pemkot Surabaya Tingkatkan Fasilitas Publik, Penerangan hingga Toilet Taman Jadi Perhatian

Jumat, 11 Sep 2026 14:48 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:48 WIB

SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus meningkatkan kualitas ruang terbuka publik dengan menambah dan memperbaiki berbagai fasilitas di sejumlah…

Sopir Bus Maut di Trans Sulawesi Jadi Tersangka, Urine Positif Methampetamin

Sopir Bus Maut di Trans Sulawesi Jadi Tersangka, Urine Positif Methampetamin

Jumat, 11 Sep 2026 11:01 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 11:01 WIB

MAMUJU TENGAH — Kasus kecelakaan maut yang melibatkan sebuah bus di Jalan Trans Sulawesi, Desa Tasokko, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, memasuki b…

Kapolda Sulbar Bersama Karo Dokpol Pusdokkes Polri Bahas Layanan Kesehatan Prima dan Pembenahan Berkelanjutan

Kapolda Sulbar Bersama Karo Dokpol Pusdokkes Polri Bahas Layanan Kesehatan Prima dan Pembenahan Berkelanjutan

Jumat, 11 Sep 2026 10:58 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 10:58 WIB

POLDA SULBAR- Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menerima kunjungan silaturahmi dari Karo Dokpol Pusdokkes Polri, Kamis (10/9/26), di Ruang Tamu…