Rambah Hutan Lindung Tanjung Piayu, Kemenhut Tetapkan PT GTP Sebagai Tersangka Korporasi

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Hutan Lindung Tanjung Piayu
Hutan Lindung Tanjung Piayu

i

PEKANBARU- Kementerian Kehutanan melalui Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Sumatera, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Ditjen Gakkum Kehutanan), menetapkan PT GTP sebagai tersangka korporasi dalam perkara dugaan perambahan Kawasan Hutan Lindung Tanjung Piayu, Kota Batam, Kepulauan Riau. PT GTP diduga menggunakan alat berat untuk membuka jalan dan mengeruk bukit di dalam kawasan hutan lindung tanpa izin.

PT GTP diduga membuka kawasan Hutan Lindung Tanjung Piayu tanpa perizinan dengan menggunakan alat berat untuk membangun jalan dan mengeruk bukit, kemudian memanfaatkan material hasil pengerukan sebagai timbunan. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan ahli, kegiatan tersebut mengakibatkan pembukaan lahan seluas kurang lebih 1,98 hektare, dengan jalan sepanjang sekitar 897 meter dan lebar antara 7 hingga 11 meter, serta menimbulkan kerusakan pada fungsi hutan lindung.

Penyidikan dilaksanakan oleh PPNS Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Sumatera Seksi Wilayah II Pekanbaru bersama Koordinator Pengawasan PPNS Polda Kepulauan Riau. Dalam proses penyidikan, tim telah memeriksa 12 orang saksi dari berbagai pihak, meminta keterangan dua orang ahli, yaitu Ahli Pemetaan dan Pengukuhan Kawasan Hutan dari Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah Tanjung Pinang serta Ahli Kerusakan Tanah dan Lingkungan dari IPB University, kemudian melakukan gelar perkara bersama Korwas PPNS Polda Kepulauan Riau pada 21 Juli 2026 sebelum menetapkan PT GTP sebagai tersangka korporasi.

Penetapan PT GTP sebagai tersangka korporasi dilakukan setelah penyidik memperoleh sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah. Seluruh proses penyidikan dilaksanakan secara objektif, profesional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. PT GTP disangkakan melanggar larangan mengerjakan, menggunakan, dan/atau menduduki kawasan hutan secara tidak sah sebagaimana diatur dalam Pasal 78 ayat (3) juncto Pasal 50 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023. Atas perbuatan tersebut, pelaku diancam pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau pidana denda kategori VI sebesar Rp2 miliar.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap korporasi merupakan bagian penting dari upaya membangun tata kelola kehutanan yang berkeadilan dan berintegritas.

"Penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan. Ketika suatu korporasi diduga mengendalikan, memperoleh manfaat, atau bertanggung jawab atas terjadinya perambahan kawasan hutan, maka pertanggungjawaban pidana harus diarahkan kepada korporasi tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tidak ada tata kelola kehutanan yang baik tanpa penegakan hukum yang kuat dan berintegritas. Pun demikian, penegakan hukum tidak akan efektif apabila tidak menjadi pintu masuk bagi perbaikan tata kelola kehutanan secara menyeluruh," tegas Dwi Januanto Nugroho.

Januanto menambahkan bahwa kepastian hukum menjadi fondasi penting bagi perlindungan kawasan hutan sekaligus memberikan jaminan bagi dunia usaha yang menjalankan kegiatan secara patuh.

"Penegakan hukum terhadap korporasi bukan semata-mata untuk menghukum pelanggaran, tetapi untuk memastikan pengelolaan sumber daya hutan berlangsung secara bertanggung jawab, adil, dan berkelanjutan," lanjutnya.

Kepala Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Sumatera, Hari Novianto, mengatakan penyidikan dilakukan secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti yang sah untuk memastikan pertanggungjawaban pidana korporasi dapat dibuktikan secara utuh di pengadilan.

"Penetapan PT GTP sebagai tersangka merupakan hasil dari rangkaian penyidikan yang dilakukan secara cermat melalui pemeriksaan saksi, keterangan ahli, pengumpulan alat bukti, serta gelar perkara bersama Korwas PPNS Polda Kepulauan Riau. Penyidik terus mendalami keterlibatan para pihak, termasuk proses pengambilan keputusan dalam korporasi dan pihak-pihak yang memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut, sehingga penanganan perkara ini dapat mengungkap seluruh rangkaian peristiwa secara komprehensif," ujar Hari.

Kementerian Kehutanan menempatkan penegakan hukum terhadap perambahan kawasan hutan sebagai bagian penting dari pembenahan tata kelola kehutanan yang dijalankan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Penanganan perkara ini tidak hanya diarahkan untuk meminta pertanggungjawaban pidana atas kerusakan yang terjadi, tetapi juga memastikan fungsi Hutan Lindung Tanjung Piayu tetap terjaga, mencegah terulangnya pelanggaran serupa, serta memberikan kepastian hukum bagi pengelolaan kawasan hutan yang berkelanjutan demi kepentingan masyarakat dan generasi mendatang.

Berita Terbaru

Gugatan Praperadilan Polres Pasangkayu Ditolak, Bidkum Polda Sulbar Kawal Proses Hukum

Gugatan Praperadilan Polres Pasangkayu Ditolak, Bidkum Polda Sulbar Kawal Proses Hukum

Selasa, 27 Okt 2026 05:37 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 05:37 WIB

PASANGKAYU – Sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Pasangkayu Kelas II yang mempertemukan Muh. Rida dan para pemohon dengan Kepala Kepolisian Resor P…

Atasi Antrean Panjang SPBU di Sulbar, Kapolda dan Pertamina Siapkan Strategi Khusus Termasuk Pembentukan Tim Gabungan

Atasi Antrean Panjang SPBU di Sulbar, Kapolda dan Pertamina Siapkan Strategi Khusus Termasuk Pembentukan Tim Gabungan

Senin, 26 Okt 2026 21:52 WIB

Senin, 26 Okt 2026 21:52 WIB

POLDA SULBAR– Kapolda Sulbar menggelar pertemuan silaturahmi strategis bersama Pertamina Regional Sulawesi di Ruang Tamu Kapolda pada Senin (26/10/26). Poin u…

Wujud Kepedulian Sosial, BRI Region 12 Surabaya Serahkan Mobil Ambulance untuk RKZ

Wujud Kepedulian Sosial, BRI Region 12 Surabaya Serahkan Mobil Ambulance untuk RKZ

Senin, 26 Okt 2026 21:45 WIB

Senin, 26 Okt 2026 21:45 WIB

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Region 12 Surabaya menyerahkan bantuan satu unit mobil ambulans untuk RKZ Surabaya lewat BRI Peduli…

Cegah Antrian dan Penyalahgunaan BBM, Ditbinmas Polda Sulbar Beri Himbauan ke Pengelola SPBU Simbuang dan Kali Mamuju

Cegah Antrian dan Penyalahgunaan BBM, Ditbinmas Polda Sulbar Beri Himbauan ke Pengelola SPBU Simbuang dan Kali Mamuju

Senin, 26 Okt 2026 21:17 WIB

Senin, 26 Okt 2026 21:17 WIB

POLDA SULBAR - Menjaga kelancaran pelayanan, mencegah antrian yang tidak tertib, sekaligus mengawasi distribusi BBM bersubsidi agar tetap pada jalurnya. …

Edukasi Lebih Dulu, Satgas Preemtif Operasi Patuh Marano 2026 Sosialisasikan Keselamatan Berlalu Lintas

Edukasi Lebih Dulu, Satgas Preemtif Operasi Patuh Marano 2026 Sosialisasikan Keselamatan Berlalu Lintas

Senin, 26 Okt 2026 15:11 WIB

Senin, 26 Okt 2026 15:11 WIB

POLDA SULBAR - Memasuki hari pertama pelaksanaan Operasi Patuh Marano 2026, Satgas Preemtif tidak langsung melakukan penindakan. Melalui pendekatan persuasif…

Kabid Humas Polda Sulbar Tegaskan Pengungkapan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Akan Berlanjut Hingga ke Akar-akarnya

Kabid Humas Polda Sulbar Tegaskan Pengungkapan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Akan Berlanjut Hingga ke Akar-akarnya

Senin, 26 Okt 2026 15:07 WIB

Senin, 26 Okt 2026 15:07 WIB

POLDA SULBAR - Polda Sulbar - Setelah memaparkan hasil pengungkapan kasus penyalahgunaan pengangkutan dan niaga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebanyak…

Polda Sulbar Gagalkan Penyalahgunaan dan Pengangkutan 3.567 liter BBM Bersubsidi di Pasangkayu dan Polman

Polda Sulbar Gagalkan Penyalahgunaan dan Pengangkutan 3.567 liter BBM Bersubsidi di Pasangkayu dan Polman

Senin, 26 Okt 2026 11:58 WIB

Senin, 26 Okt 2026 11:58 WIB

POLDA SULBAR - Kepolisian Daerah Sulawesi Barat berhasil membongkar dua kasus penyalahgunaan pengangkutan dan niaga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di…

Kapolda Sulbar Tegaskan Tiga Ukuran Keberhasilan Operasi Patuh 2026, Bukan Soal Banyaknya Tilang

Kapolda Sulbar Tegaskan Tiga Ukuran Keberhasilan Operasi Patuh 2026, Bukan Soal Banyaknya Tilang

Senin, 26 Okt 2026 11:37 WIB

Senin, 26 Okt 2026 11:37 WIB

POLDA SULBAR - Memimpin Apel Gelar pasukan Operasi Patuh 2026 dengan tema "Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib dan Berkeselamatan",…

Sengitnya Laga Final Turnamen Bola Voli Dandim Cup 2026 di Nganjuk

Sengitnya Laga Final Turnamen Bola Voli Dandim Cup 2026 di Nganjuk

Senin, 26 Okt 2026 03:05 WIB

Senin, 26 Okt 2026 03:05 WIB

Tim Bagor meraih juara pertama turnamen yang digelar Kodim Nganjuk dalam rangka HUT Ke-81 TNI ini.…

MAHAKARYA MALPRAKTIK: Ketika Hidung Menjadi Kanvas Eksperimen dan Daun Telinga Jadi Tumbal Arsitektur Apartemen

MAHAKARYA MALPRAKTIK: Ketika Hidung Menjadi Kanvas Eksperimen dan Daun Telinga Jadi Tumbal Arsitektur Apartemen

Minggu, 25 Okt 2026 16:07 WIB

Minggu, 25 Okt 2026 16:07 WIB

SURABAYA, Bacasaja.id - Selamat datang di Surabaya, kota pahlawan yang kini punya atraksi baru, yakni wahana tebak-tebakan anatomi berhadiah cacat permanen …