Kejaksaan dan KPK Didorong Selidiki Penggunaan APBD Ratusan Miliar untuk Puspa Agro

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Puspa Agro
Puspa Agro

i

SURABAYA- Target besar Puspa Agro untuk menjadi kiblat perdagangan agrobisnis di Jawa Timur tampaknya masih jauh dari panggang api. Alih-alih berkembang menjadi pusat ekonomi yang produktif, kondisi badan usaha ini justru semakin memprihatinkan.

Padahal, jika menilik ke belakang, modal dan aliran dana yang dikucurkan oleh pemerintah daerah untuk menyokong operasional Puspa Agro terbilang sangat fantastis. Kontras antara besarnya anggaran dan realita di lapangan ini pun memicu gelombang kritik dari berbagai pihak.

Desakan Audit Investigatif Secara Menyeluruh
Kondisi ini turut memantik perhatian serius dari pakar hukum, Yakobus Welianto. Ia mengaku prihatin melihat proyeksi awal Puspa Agro yang megah namun berujung jalan di tempat, bahkan cenderung terjungkal.

Menurut Yakobus, langkah awal yang harus segera diambil oleh otoritas terkait adalah melakukan audit investigatif secara total.

"Secara yuridis, besarnya serapan dana APBD yang dialokasikan ke Puspa Agro memang tidak bisa langsung diklaim sebagai bukti adanya korupsi atau penyelewengan," kata Yakobus, Sabtu (27/6/2026).

"Namun, ketika investasi daerah yang begitu besar tidak memberikan timbal balik yang sebanding dan justru terus mundur, maka ada landasan hukum yang kuat untuk menggelar audit investigatif," lanjutnya.

Audit menyeluruh ini nantinya harus menyasar beberapa poin krusial, di antaranya:

  • Aliran masuk dan keluar dana operasional.
  • Proses pengadaan barang dan jasa (PBJ).
  • Mekanisme penyertaan modal dan tata kelola aset daerah.
  • Pertanggungjawaban dari jajaran direksi serta organ pengawas.

Langkah ini dinilai menjadi satu-satunya cara objektif untuk menjawab keraguan masyarakat mengenai transparansi pengelolaan anggaran di sana.

Kejaksaan dan KPK Diminta Turun Tangan

Lebih lanjut, Yakobus menekankan pentingnya keterlibatan aparat penegak hukum (APH) seperti Kejaksaan Tinggi Jawa Timur atau bahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk turun tangan. Mengingat uang rakyat yang dipertaruhkan jumlahnya tidak sedikit, ia menyarankan pihak kejaksaan atau kepolisian untuk segera bergerak.

Aparat diharapkan bisa memulai langkah awal dengan melakukan Pengumpulan Bahan dan Keterangan (Pulbaket) guna melangkah ke tahap penyelidikan yang lebih dalam.

"Perlu ada penyelidikan dan audit komprehensif, bahkan sejak dari perencanaan awalnya. Apakah dulu sudah melalui kajian dan survei kelayakan yang matang? Mengapa sekarang malah merosot? Apakah Break Even Point (BEP) atau titik impasnya sudah tercapai?" pungkas Yakobus.

Melalui proses pembuktian hukum yang sah ini, publik nantinya bisa mengetahui secara jelas apakah kemunduran Puspa Agro murni karena faktor inefisiensi manajemen, atau justru ada indikasi penyimpangan yang merugikan keuangan negara. (tim)

Berita Terbaru

Bukan Cuma Reog! Ini 10 Destinasi Wisata Alam Ponorogo yang Punya Panorama Bikin Candu

Bukan Cuma Reog! Ini 10 Destinasi Wisata Alam Ponorogo yang Punya Panorama Bikin Candu

Senin, 29 Jun 2026 10:30 WIB

Senin, 29 Jun 2026 10:30 WIB

PONOROGO- Kabupaten Ponorogo selama ini memang sangat lekat dengan kesenian tradisional Reog. Julukan "Kota Reog" pun sudah mendarat lama untuk wilayah di Jawa…

Prediksi Brasil vs Jepang Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Samurai Biru Pernah Kalahkan Pemilik 5 Kali Juara Dunia

Prediksi Brasil vs Jepang Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Samurai Biru Pernah Kalahkan Pemilik 5 Kali Juara Dunia

Minggu, 28 Jun 2026 20:18 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 20:18 WIB

HOUSTON- Gelaran babak gugur Piala Dunia 2026 akan menyajikan salah satu duel paling dinanti yang mempertemukan sang penguasa Asia, Jepang, melawan pengoleksi…

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada Babak 32 Besar Piala Dunia: Badai Cedera Hantam Tuan Rumah!

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada Babak 32 Besar Piala Dunia: Badai Cedera Hantam Tuan Rumah!

Minggu, 28 Jun 2026 18:41 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 18:41 WIB

CALIFORNIA- Panggung babak 32 besar Piala Dunia 2026 akan menyajikan duel sengit antara Afrika Selatan kontra salah satu tim tuan rumah, Kanada. Pertandingan…

Bajet Pemprov Kepri Rp1,8 Miliar, Tetapi Kontingen Paduan Suara Batal Berangkat Karena Tiket Bermasalah

Bajet Pemprov Kepri Rp1,8 Miliar, Tetapi Kontingen Paduan Suara Batal Berangkat Karena Tiket Bermasalah

Minggu, 28 Jun 2026 17:33 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 17:33 WIB

TANJUNG PINANG- Kontingen Paduan Suara Wanita Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) asal Kota Tanjungpinang mengalami kekecewaan mendalam setelah diduga…

SINETRON "MEDITASI HARAM": KETIKA SANG LURAH LEBIH MEMILIH PELESIR LEWAT KANTONG PREMAN

SINETRON "MEDITASI HARAM": KETIKA SANG LURAH LEBIH MEMILIH PELESIR LEWAT KANTONG PREMAN

Minggu, 28 Jun 2026 17:29 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 17:29 WIB

SURABAYA, Bacasaja.id - Misteri kesaktian Pasar Tumpah Banyu Urip yang kebal dari segala macam surat sakti Balai Kota Surabaya akhirnya terbongkar! Usut punya…

BRIDA Surabaya Kembangkan Pirolisis Ubah Sampah Plastik Mangrove Jadi Bahan Bakar

BRIDA Surabaya Kembangkan Pirolisis Ubah Sampah Plastik Mangrove Jadi Bahan Bakar

Minggu, 28 Jun 2026 07:00 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 07:00 WIB

SURABAYA- Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya tengah mengembangkan solusi inovatif untuk mengatasi penumpukan sampah plastik di kawasan …