SURABAYA — Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur, Adam Rusydi, menyoroti kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dinilai belum mampu memberikan kontribusi optimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), meskipun telah memperoleh dukungan penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Menurut Adam, sebagian besar dividen BUMD yang diterima pemerintah daerah hingga saat ini masih didominasi oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim). Kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD terkait efektivitas tata kelola dan kinerja BUMD sebagai penggerak ekonomi daerah.
Berdasarkan data yang dipaparkan DPRD Provinsi Jawa Timur, total dividen yang disetorkan tujuh BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada tahun 2026 mencapai sekitar Rp488,1 miliar.
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp420 miliar atau hampir 86 persen berasal dari Bank Jatim. Dengan demikian, enam BUMD lainnya hanya menyumbang sekitar 14 persen dari total dividen yang diterima pemerintah daerah.
Adam mengatakan kondisi tersebut menunjukkan masih perlunya peningkatan kinerja dan tata kelola pada sejumlah BUMD.
Selain rendahnya kontribusi dividen, DPRD juga menemukan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian dalam pembahasan Panitia Khusus (Pansus) BUMD.
"Ada BUMD yang melaporkan menyetor dividen misalnya Rp1 miliar ke PAD. Tetapi ternyata dana itu tidak benar-benar disetorkan dan hanya dicatat sebagai utang. Ini tentu menjadi perhatian serius," ujar Adam dikutip Sabtu (4/7/2026).
Selain persoalan dividen, Pansus BUMD DPRD Provinsi Jawa Timur juga menemukan indikasi dugaan rangkap jabatan direksi yang tidak sesuai ketentuan serta keberadaan pelaksana tugas (pelaksana tugas/Plt.) direksi dalam jangka waktu yang cukup lama.
Adam menegaskan seluruh temuan tersebut masih dalam proses pendalaman dan akan disampaikan kepada publik setelah pembahasan Pansus BUMD selesai, yang ditargetkan pada Juli 2026.
"Kami akan menyampaikan kepada masyarakat terkait kinerja BUMD-BUMD yang memiliki catatan-catatan tersebut setelah pembahasan selesai pada Juli mendatang," tegasnya.
Editor : Redaksi