Tim Kajian Usulkan Enam Penguatan dalam Raperda Ketenagakerjaan Kabupaten Probolinggo

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tim Kajian Ketenagakerjaan Daerah menyampaikan hasil evaluasi dan analisis terhadap Raperda Kabupaten Probolinggo tentang Ketenagakerjaan dalam uji publik yang digelar pada Kamis (30/7/2026).
Tim Kajian Ketenagakerjaan Daerah menyampaikan hasil evaluasi dan analisis terhadap Raperda Kabupaten Probolinggo tentang Ketenagakerjaan dalam uji publik yang digelar pada Kamis (30/7/2026).

i

PROBOLINGGO — Tim Kajian Ketenagakerjaan Daerah menyampaikan hasil evaluasi dan analisis terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Probolinggo tentang Ketenagakerjaan dalam uji publik yang digelar pada Kamis (30/7/2026). Kajian tersebut disampaikan sebagai masukan untuk penyempurnaan regulasi agar mampu memberikan perlindungan bagi tenaga kerja sekaligus mendukung iklim investasi yang berkelanjutan.

Kegiatan uji publik melibatkan DPRD Kabupaten Probolinggo, Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), serta perwakilan serikat pekerja dan serikat buruh.

Dalam pemaparannya, Tim Kajian menilai masih terdapat sejumlah aspek dalam draf Raperda yang perlu diperkuat agar lebih sesuai dengan kondisi ketenagakerjaan di daerah. Beberapa catatan yang disampaikan berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja lokal, perlindungan sosial bagi pekerja, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Probolinggo, Khairul Anam, mengatakan hasil kajian menunjukkan adanya perbedaan tingkat penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor. Berdasarkan data yang dipaparkan, sektor pertanian menyerap sekitar 42,51 persen tenaga kerja, sedangkan sektor industri yang memberikan kontribusi 28,12 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah menyerap sekitar 16,35 persen tenaga kerja lokal.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam penyusunan Raperda agar dapat mendorong peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo.

Selain itu, tim kajian juga menyoroti perlunya penguatan perlindungan sosial bagi pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun pekerja sektor informal. Dalam kajian disebutkan bahwa sebagian pekerja menghadapi kendala dalam mempertahankan akses terhadap jaminan kesehatan dan bantuan sosial akibat proses administrasi yang memerlukan verifikasi ulang.

Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Tim Kajian mengusulkan enam poin utama sebagai bahan penyempurnaan Raperda Ketenagakerjaan.

Usulan pertama adalah mendorong perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Probolinggo untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal dengan target minimal 70 persen, disertai mekanisme insentif bagi perusahaan yang memenuhi ketentuan serta sanksi administratif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kedua, penyesuaian sejumlah ketentuan mengenai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), alih daya (outsourcing), dan pesangon agar selaras dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2024.

Ketiga, integrasi data antara Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), Dinas Tenaga Kerja, dan Dinas Sosial guna mempercepat akses pekerja terdampak krisis ekonomi atau PHK terhadap program perlindungan sosial.

Keempat, penerapan konsep care economy melalui penyediaan fasilitas pendukung bagi pekerja, seperti ruang laktasi, tempat pengasuhan anak, serta pemenuhan hak cuti ayah sesuai ketentuan yang berlaku.

Kelima, penguatan perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui pembentukan Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) dan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) di Kabupaten Probolinggo.

Keenam, peningkatan kualitas pendidikan vokasi melalui penyusunan sistem dashboard tracer study yang menghubungkan kebutuhan industri dengan kurikulum Balai Latihan Kerja (BLK) dan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Khairul Anam berharap Raperda Ketenagakerjaan yang tengah dibahas dapat menjadi regulasi yang mampu memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak, baik pekerja maupun pelaku usaha.

"Raperda Ketenagakerjaan ini diharapkan dapat menjadi instrumen hukum yang memberikan perlindungan kepada pekerja sekaligus mendukung terciptanya iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan di Kabupaten Probolinggo," ujar Khairul Anam.

Berita Terbaru

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya: BRI Perkuat Kompetensi dan Solidaritas Ujung Tombak Inklusi Keuangan

Jambore Mantri BRI 2026 di Surabaya: BRI Perkuat Kompetensi dan Solidaritas Ujung Tombak Inklusi Keuangan

Rabu, 28 Okt 2026 22:32 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 22:32 WIB

SURABAYA — Di balik upaya memperluas akses keuangan dan mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ada peran tenaga pemasar yang berhadapan …

Kabid Humas Polda Sulbar: Polri Kawal Penyampaian Aspirasi di DPRD Provinsi, Kedepankan Pendekatan Humanis dan Dialog

Kabid Humas Polda Sulbar: Polri Kawal Penyampaian Aspirasi di DPRD Provinsi, Kedepankan Pendekatan Humanis dan Dialog

Rabu, 28 Okt 2026 22:26 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 22:26 WIB

MAMUJU— Polda Sulawesi Barat menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap penyampaian aspirasi masyarakat dengan mengedepankan pendekatan humanis, profesional, …

Imigrasi Juanda Seragamkan Identitas Titik Layanan Menjadi Beranda Imigrasi, Cek Lokasinya

Imigrasi Juanda Seragamkan Identitas Titik Layanan Menjadi Beranda Imigrasi, Cek Lokasinya

Rabu, 28 Okt 2026 18:49 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 18:49 WIB

SURABAYA — Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Juanda melakukan penyesuaian nomenklatur titik layanan keimigrasian menjadi Beranda Imigrasi. Kebijakan ini m…

Protes Penghentian Kasus, Warga Surabaya Mendatangi Polrestabes Mengenakan Kemeja "Korban Begal Penyidik"

Protes Penghentian Kasus, Warga Surabaya Mendatangi Polrestabes Mengenakan Kemeja "Korban Begal Penyidik"

Rabu, 28 Okt 2026 15:58 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 15:58 WIB

​SURABAYA — Aksi unik sekaligus miris dilakukan oleh Abdullah, seorang warga Surabaya. Mengenakan kemeja bertuliskan "KORBAN BEGAL PENYIDIK", Abdullah mend…

Operasi Patuh Marano 2026, Bidpropam dan Ditlantas Polda Sulbar Periksa Kendaraan Personel

Operasi Patuh Marano 2026, Bidpropam dan Ditlantas Polda Sulbar Periksa Kendaraan Personel

Rabu, 28 Okt 2026 13:29 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 13:29 WIB

POLDA SULBAR - Dalam rangkaian operasi patuh Marano 2026, untuk meningkatkan kedisiplinan dan keteladanan anggota Polri dalam berlalu lintas, Bidang Profesi…

Semangat Sumpah Pemuda, Polda Sulbar Ajak Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai dan Jaga Persatuan

Semangat Sumpah Pemuda, Polda Sulbar Ajak Masyarakat Sampaikan Aspirasi Secara Damai dan Jaga Persatuan

Rabu, 28 Okt 2026 13:23 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 13:23 WIB

MAMUJU — Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Polda Sulawesi Barat mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya peserta aksi penyampaian aspirasi di K…

Polda Sulbar Kawal Penyampaian Aspirasi Masyarakat di Majene, Mamuju dan Polman

Polda Sulbar Kawal Penyampaian Aspirasi Masyarakat di Majene, Mamuju dan Polman

Rabu, 28 Okt 2026 12:19 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 12:19 WIB

MAMUJU — Polda Sulawesi Barat bersama Polres Majene dan Polresta Mamuju mengawal kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat di Kabupaten Majene, Mamuju, dan P…

Sumpah Pemuda 2026, Akmarawita Kadir Tekankan Pentingnya Pendidikan dan Kesehatan Gen Z

Sumpah Pemuda 2026, Akmarawita Kadir Tekankan Pentingnya Pendidikan dan Kesehatan Gen Z

Rabu, 28 Okt 2026 11:14 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 11:14 WIB

SURABAYA – Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menyiapkan generasi muda yang cerdas, sehat, berkarakter, dan m…

Sama di Mata Hukum, Operasi Patuh Marano 2026 Awasi Kedisiplinan Masyarakat dan Personel Kepolisian

Sama di Mata Hukum, Operasi Patuh Marano 2026 Awasi Kedisiplinan Masyarakat dan Personel Kepolisian

Rabu, 28 Okt 2026 11:07 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 11:07 WIB

POLDA SULBAR - Penegakan aturan lalu lintas berlaku untuk semua, tanpa terkecuali. Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Marano 2026, Polda Sulbar tidak hanya…

Peringatan HSP ke-98, Kapolda Sulbar Ajak Pemuda Jadi Generasi Kuat dan Pekerja Keras

Peringatan HSP ke-98, Kapolda Sulbar Ajak Pemuda Jadi Generasi Kuat dan Pekerja Keras

Rabu, 28 Okt 2026 10:30 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 10:30 WIB

POLDA SULBAR - Kapolda Sulbar, Irjen Pol. Totok Suharyanto, mengajak seluruh personel kepolisian dan elemen pemuda di Sulawesi Barat untuk bekerja keras serta …