SURABAYA — Anggota Komisi A DPRD Surabaya sekaligus Ketua Fraksi PKS, Cahyo Siswo Utomo, menyoroti pemahaman dan akses generasi muda terhadap program serta anggaran yang ditujukan bagi Gen Z saat menggelar reses di Pakis Tirtosari XV, RW 5, Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Senin (5/10/2026).
Reses tersebut menjadi ruang bagi Cahyo untuk menyerap aspirasi warga, khususnya kalangan pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna (Kartar) Sawahan.
Dalam dialog tersebut, Cahyo menanyakan sejauh mana para pemuda mengetahui program dan dukungan anggaran bagi kegiatan serta pemberdayaan Gen Z di Surabaya.
Dari dialog tersebut diketahui, sebagian pemuda sudah mengenal program tersebut. Namun, sebagian lainnya belum mengetahui secara jelas jenis program maupun cara mengakses dan memanfaatkannya.
Menurut Cahyo, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar program pemerintah yang menyasar generasi muda benar-benar sampai kepada kelompok yang menjadi sasaran.
“Memang ada yang sudah tahu, tetapi ada juga yang belum. Ini yang perlu kita dorong agar informasi terkait program dan anggaran untuk anak muda bisa tersampaikan dengan baik, termasuk bagaimana cara mengaksesnya. Apalagi sisa waktu pelaksanaan tahun anggaran semakin terbatas, sehingga program yang sudah disiapkan perlu dioptimalkan agar benar-benar bisa dimanfaatkan oleh anak-anak muda Surabaya,” ujar Cahyo.
Selain persoalan sosialisasi program Gen Z, dalam reses tersebut juga mencuat persoalan akses terhadap program kepemudaan. Pengurus Kartar RW 9 Kelurahan Banyu Urip menyampaikan bahwa pengajuan dana yang telah mereka proses selama kurang lebih empat bulan belum dapat dilanjutkan ke tahap pencairan karena persyaratan administrasinya belum tuntas.
Hal tersebut menjadi perhatian Cahyo. Ia menyatakan akan memberikan pendampingan kepada Karang Taruna dalam menyelesaikan persyaratan administrasi sekaligus mengawal prosesnya agar mereka dapat mengakses program sesuai ketentuan yang berlaku.
Cahyo menegaskan, aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam reses tidak boleh berhenti sebatas catatan.
“Kalau persoalannya ada pada administrasi, tentu yang dibutuhkan bukan hanya informasi, tetapi juga pendampingan. Ini yang akan kami bantu kawal dan komunikasikan dengan pihak terkait agar Karang Taruna bisa memenuhi persyaratan dan mengakses program yang tersedia,” tegasnya.
Ia berharap dukungan terhadap kegiatan kepemudaan semakin optimal, baik dari sisi sosialisasi, kemudahan akses maupun pelaksanaan program, sehingga Karang Taruna dan Gen Z memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan kreativitas, kegiatan sosial, serta potensi di lingkungan masing-masing. (Dimas)
Editor : Redaksi