Jadi Wali Kota Sangat Singkat, Apa yang Bisa Dilakukan Whisnu?

author bacasaja.id

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Whisnu Sakti Buana saat dilantik sebagai Walikota Surabaya definitif, Kamis (11/2/2021)
Whisnu Sakti Buana saat dilantik sebagai Walikota Surabaya definitif, Kamis (11/2/2021)

i

BACASAJA.ID - Whisnu Sakti Buana resmi menjadi Wali Kota Surabaya definitif dan dilantik Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Kamis (11/2/2021) kemarin. Namun dengan masa kerja yang sangat singkat karena masa jabatan berakhir 16 Februari 2021, lalu apa yang bisa dilakukan putra tokoh PDIP Almarhum Ir Sutjipto ini?

Pengamat Politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Fachrul Muzaki mengungkapkan pelantikan Wali Kota Surabaya definitif memang perlu dilakukan untuk kepastian hukum. "Walaupun saya agak menyayangkan, karena selama ibu Risma ( Tri Rismaharini ) diangkat menjadi Menteri, sampai dilantiknya Wali Kota definitif secara adminstratif maupun legal bisa dibilang terlambat," ungkapnya saat dihubungi, pada Jumat (12/2/2021).

Menurutnya, selama Tri Rismaharini dilantik sebagai Menteri Sosial, hingga dilantiknya Whisnu Sakti Buana secara definitif dan sempat menjadi Pelaksana Tugas (PLT) selama 50 hari, terdapat semacam celah hukum maupun administratif dan kekosongan kekuasaan.

"Bisa dibilang, siapa Wali Kotanya saat Bu Risma diangkat menjadi Menteri sebelum Pak Whisnu diangkat secara definitf? Itu kan menjadi pertanyaan," ungkap akademisi muda ini.

Lanjutnya bila melihat dari sudut pandang legal hal ini bisa menjadi persoalan. Tetapi Fachrul juga memaklumi situasi yang sedang dihadapi oleh Pemerintah Kota Surabaya maupun Pemerintah Pusat. "Memang laangkah-langkah cepat perlu dilakukan. Secara praktis Wali Kota definitif saat ini, ketika melihat durasi waktu dan persoalan yang sedang dihadapi Pemkot Surabaya ini rasanya agak sulit untuk bisa berbuat banyak," jelasnya.

"Whisnu dalam posisi sebagai PLT kemarin, saya merasa kita tidak bisa mengharapkan terlalu tinggi dari beliau. Apa yang dilakukan Whisnu sebagai PLT itu rasanya hanya memnyesuaikan apa yang sudah berjalan selama ini dalam kepemimpinannya Risma," sambungnya.

Sedangkan pada posisi yang tinggal menghitung hari, Fachrul menambahkan, ketika telah menjabat sebagai Wali Kota definitif, kebijakan yang akan diambil nantinya juga tidak bisa menyentuh pada posisi strategis.

"Untuk memantapkan apa yang menjadi visi beliau rasanya sulit. Lebih melihatnya hanya langkah-langkah taktis bukan yang bersifat srategis. Namun seandainya di luar dugaan beliau mampu mengambil langkah-langkah yang cukup dramatis itu, kita tunggu bersama," terangnya.

Hal ini, lanjut Fachrul, lantaran Whisnu Sakti Buana hanya dianggap pengganti. "Bagaimanapun beliau sebagai pengganti, kesempatan untuk melakukan banyak hal itu juga terbatas sekali, Pilwali kemarin sudah berlangsung dan sudah ada hasilnya walaupun masih dakan proses menyelesaikan sengketa, tetapi pak Whisnu bukan menjadi pengganti bu Risma dalam konteks dipilih langsung oleh masyarakat Surabaya, jadi sebaik apapun pak Whisnu rasanya hanya semacam transisi atau peralihan saja," pungkasnya. (Byta)

Berita Terbaru

Dua Tahun Prabowo, Politisi Gerindra Ini Dorong Birokrasi Surabaya Lebih Responsif dan Berintegritas

Dua Tahun Prabowo, Politisi Gerindra Ini Dorong Birokrasi Surabaya Lebih Responsif dan Berintegritas

Rabu, 21 Okt 2026 14:43 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:43 WIB

SURABAYA – Dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi momentum untuk memperkuat kepastian hukum sekaligus mendorong reformasi birokrasi d…

Pastikan Kesiapan Sarana Dinas, Biro Logistik Polda Sulbar Supervisi ke Polres Majene

Pastikan Kesiapan Sarana Dinas, Biro Logistik Polda Sulbar Supervisi ke Polres Majene

Rabu, 21 Okt 2026 14:24 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:24 WIB

MAJENE – Memastikan pengelolaan perlengkapan dinas berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan menjadi fokus Tim Bidang Logistik Tahun Anggaran 2026 dari Biro L…

Wakapolda Sulbar Pimpin Anev Penguatan Program Prioritas Kapolri

Wakapolda Sulbar Pimpin Anev Penguatan Program Prioritas Kapolri

Rabu, 21 Okt 2026 14:22 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:22 WIB

POLDA SULBAR- Wakapolda Sulbar, Brigjen Pol Hari Santoso, memimpin langsung rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) penguatan program prioritas Kapolri di Polda…

Kapolda Sulbar dan Pengadilan Tinggi Sulbar Komitmen Tingkatkan Penegakan Hukum

Kapolda Sulbar dan Pengadilan Tinggi Sulbar Komitmen Tingkatkan Penegakan Hukum

Rabu, 21 Okt 2026 14:20 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 14:20 WIB

POLDA SULBAR - Memperkuat fondasi penegakan hukum yang bermartabat di wilayah Sulawesi Barat, Kapolda Sulbar Irjen Pol Totok Suharyanto terus mempererat…

Angkat Isu Jaminan Fidusia, Dosen UIN Alauddin Makassar dan Anggota Polri Polda Sulbar Siapkan Buku Hukum Pidana

Angkat Isu Jaminan Fidusia, Dosen UIN Alauddin Makassar dan Anggota Polri Polda Sulbar Siapkan Buku Hukum Pidana

Rabu, 21 Okt 2026 10:04 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 10:04 WIB

MAMUJU— Semangat Polisi Peduli Pendidikan diwujudkan melalui kolaborasi di bidang akademik. Tri Suhendra Arbani, S.H., M.H., dosen Universitas Islam Negeri (…

Kabid Humas Polda Sulbar Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan Online, Kenali Ciri-cirinya!

Kabid Humas Polda Sulbar Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan Online, Kenali Ciri-cirinya!

Rabu, 21 Okt 2026 09:50 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 09:50 WIB

POLDA SULBAR– Merespons fenomena kejahatan siber dengan modus penipuan online yang mengintai siapa saja di dunia digital. Polda Sulbar menerbitkan panduan e…